Keren, Cokelat Ransiki Asli Papua Diproduksi dengan Prinsip Berkelanjutan

M. Reza Sulaiman, Vessy Dwirika Frizona

Senin, 26 Agustus 2019 | 10:05 WIB
Keren, Cokelat Ransiki Asli Papua Diproduksi dengan Prinsip Berkelanjutan
Cokelat Ransiki 72 persen dibuat dengan prinsip berkelanjutan demi lindungi ekosistem alam Papua. (Suara.com/Vessy Frizona)

Suara.com - Keren, Cokelat Ransiki Asli Papua Diproduksi dengan Prinsip Berkelanjutan

Mahkota Permata Tanah Papua membentang dari Kabupaten Tambrauw, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan hingga Teluk Bintuni. Area tersebut telah diusulkan masuk dalam Kawasan Strategis Provinsi (KSP) sebagai kawasan lindung yang tercantum dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Papua Barat.

Kawasan tersebut adalah rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna endemik, termasuk burung cendrawasih Vogelkop Superb. Burung ini ditemukan pada 2018. Keunikan mamalia kharismatik Ekidna (Zaglossus bruijnii) ini menyerupai hewan landak berparuh panjang yang bertelur dan kemudian menyusui anaknya (ovovivipar).

Professor Charlie D. Heatubun, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerab Provinsi Papua Barat menyampaikan, menusuri lebih jauh kawasan Manokwari, yang masuk dalam Mahkota Permata Tanah Papua, terdapat perkebunan seluas 1.600 hektar yang dikelola oleh Koperasi Petani Cokran "Eiber Suth" di Distrik Ransiki. Di sanalah perkebunan kakao tumbuh subur sehingga dapat diolah menjadi cokelat lezat, cokelat Ransiki 72 persen yang telah dipasarkan di Indonesia.

"Cokelat Ransiki menyampaikan cerita unik tentang kekayaan alam Indonesia, khususnya alam Papua Barat dengan keanekaragaman hayatinya," ujar Charlie D. Heatubun dalam peluncuran cokelat Ransiki 72 persen belum lama ini di Jakarta.

Cokelat Ransiki 72 persen dibuat dengan prinsip berkelanjutan demi lindungi ekosistem alam Papua. (Suara.com/Vessy Frizona)
Cokelat Ransiki 72 persen dibuat dengan prinsip berkelanjutan demi lindungi ekosistem alam Papua. (Suara.com/Vessy Frizona)

Ia menambahkan, bahwa kehadiran cokelat Ransiki 72 persen di pasar Indonesia bertujuan melindungi hutan, lahan gambut, dan ekosistem kunci di Papua Barat.

Sesuai dengan rencana pemerintah daerah, distrik Ransiki akan dikembangkan sebagai pusat pengembangan kakao berkelanjutan. Harapan ke depannya pengembangan kakao ini dapat menciptakan pendapatan ekonomi alternatif bagi masyarakat lokal, sembari melindungi kawasan berfungsi lindung. Pengembangan kakao berkelanjutan di Ransiki tidak terlepas dari posisinya sebagai bagian dari rangkaian ekosistem lanskap Mahkota Permata Tanah Papua.

"Cokelat Ransiki adalah bukti perubahan strategi dalam upaya mengembangkan komoditas unggulan daerah di Papua Barat melalui terobosan dan inovasi dalam membangun budaya kerja sama di antara para pihak yang terlibat. Identifikasi komoditas unggulan, temukan pasar dan permintaannya, perbaiki rantai pasok dan tingkatkan produktivitas adalah langkah-langkah yang diambil untuk menghasilkan produk colekat yang lezat," sambung Fitrian Ardiansyah, Ketua Pengurus Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (YIDH) di tempat yang sama.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Triawan Munaf menambahkan, kehadiran cokelat Ransiki 72 persen di pasaran Indonesia merupakan wujud kolaborasi nyata dari kemitraan Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, Pipiltin Cocoa, Koperasi Petani Cokran "Eiber Suth" YIDH yang dapat berfokus pada kesejahteraan orang asli Papua apabila dikelola secara berkelanjutan dan dapat direplikasi secara luas.

baca juga
Cokelat Ransiki 72 persen asal Papua punya rasa enak tak kalah dari cokelat impor. (Suara.com/Vessy Frizona)
Cokelat Ransiki 72 persen asal Papua punya rasa enak tak kalah dari cokelat impor. (Suara.com/Vessy Frizona)

"Gambar burung Vogelkop Superb Bird of Paradise pada bungkus cokelat ini menjadi kunci pesan bahwa kegiatan ekonomi dapat berjalan seimbang dengan upaya konservasi dan peningkatan kesejahteraan petani. Gerakan ekonomi kreatif tentang Indonesia semacam ini yang harus terus kita ciptakan dan sebarkan kepada dunia," tutur Triawan Munaf.

Kebijakan pembangunan daerah yang mengutamakan pelestarian sumber daya alam dan budaya serta komitmen mempertahankan dan melindungi minimal 70 persen tutupan hutan dan 50 persen laut dan terumbu karangnya menjadikan Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi Pertama di dunia.

"Komoditas lokal unggulan daerah non-deforestasi menjadi tumpuan pengembangan ekonomi hijau di Papua Barat, termasuk tanaman kakao di Ransiki, Manokwari Selatan yang menghasilkan cokelat berkualitas premium," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maknyus! Menikmati Ransiki 72 Persen, Cokelat Asli Papua yang Super Enak

Maknyus! Menikmati Ransiki 72 Persen, Cokelat Asli Papua yang Super Enak

Lifestyle | Minggu, 25 Agustus 2019 | 17:47 WIB

Tak Cuma Cantik, Fashion Zaman Sekarang Juga Harus Berkelanjutan

Tak Cuma Cantik, Fashion Zaman Sekarang Juga Harus Berkelanjutan

Lifestyle | Minggu, 18 Agustus 2019 | 16:53 WIB

KitKat Luncurkan Cokelat Rasa Gunung Vulkanik

KitKat Luncurkan Cokelat Rasa Gunung Vulkanik

Lifestyle | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 07:10 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×