alexametrics

Pengantin Pria Dihujat Cuma karena Kuku Jari Tangan, Salah Apa?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati
Pengantin Pria Dihujat Cuma karena Kuku Jari Tangan, Salah Apa?
Ilustrasi pengantin pria. (pixabay/free photos)

Pengantin pria melupakan hal paling mendasar.

Suara.com - Orang-orang biasanya berusaha tampil maksimal pada hari pernikahan mereka. Itulah sebabnya begitu banyak orang terkejut setelah foto close-up dari tangan pengantin pria menunjukkan bahwa area kuku jari tangan dilapisi lumpur dan kotoran.

Gambar yang dibagikan di grup Facebook Wedding Shaming itu mulanya dimaksudkan untuk memamerkan cincin baru pasangan tersebut.

Namun seperti dilansir dari Metro, bukannya memuji cincin berlian yang dikenakan, warganet malah salah fokus pada kuku jari pengantin pria.

Orang-orang tidak habis pikir kenapa masalah kebersihan paling mendasar seperti itu dapat diabaikan pada hari yang begitu penting.

Baca Juga: Tegur Saudara Ipar yang Bawa Anjing, Pengantin Pria Malah Didor!

"Apakah dia bahkan mandi sebelum pernikahan???" tanya seorang pengguna Facebook, tidak habis pikir dengan apa yang dia lihat.

Kuku jari kotor pengantin pria. (Facebook/Wedding Shaming)
Kuku jari kotor pengantin pria. (Facebook/Wedding Shaming)

"Aku hanya tidak bisa percaya dengan pria ini karena tidak dapat berupaya lebih bahkan demi orang yang mereka janjikan untuk menghabiskan hidup bersama," tambah yang lain.

Dalam gambar tersebut, pengantin wanita memperlihatkan kukunya yang dimanikur dan dicat dengan warna merah merona. Terlihat pula buket bunga yang begitu cantik.

Menurut warganet, foto tersebut sebenarnya memang menunjukkan bahwa pernikahan pasangan ini digelar cukup mewah.

Ilustrasi kuku. (Shutterstock)
Ilustrasi kuku. (Shutterstock)

Jadi bagaimana bisa sang pengantin pria lupa membersihkan kuku jari? Beberapa orang berspekulasi bahwa itu bisa mengindikasikan kebiasaan jorok si pengantin.

Baca Juga: Gamers Banget, Pengantin Pria Ini Sibuk Main PUBG di Pelaminan

"Jika kukunya terlihat seburuk itu, seperti apa perngainya yang lain?" tulis salah satu orang di kolom komentar.

Komentar