7 Fakta Menarik Pompeii, Kota Kuno yang Hancur akibat Erupsi Gunung Berapi

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati | Suara.com

Senin, 02 September 2019 | 07:35 WIB
7 Fakta Menarik Pompeii, Kota Kuno yang Hancur akibat Erupsi Gunung Berapi
Sisa-sisa jenazah di Kota Kuno Pompeii. (Shutterstock)

Suara.com - Kisah mengenai Kota Pompeii di Italia yang hancur akibat terkubur abu erupsi Bunung Vesusius pastinya sudah kerap kita dengar.

Akibat erupsi mematikan yang terjadi pada tahun 79 Masehi tersebut, Kota Pompeii sukses lenyap. Seluruh warganya pun tewas terkubur abu.

Sekarang, Kota Pompeii memang sudah berhasil digali oleh para arkeolog. Reruntuhan kuno ini juga sukses menarik atensi banyak turis.

Mulai dari turis yang penasaran hingga para ilmuwan, banyak yang ingin tahu lebih jauh soal bencana tragis yang terjadi di Pompeii akibat Gunung Vesuvius.

Dilansir dari laman Brightside, inilah beberapa fakta menarik soal Kota Pompeii dan kehidupan warga di sana. Apa saja?

Kota Pompeii (Pixabay/falco)
Kota Pompeii (Pixabay/falco)

1. Tidak ada yang tahu jika Gunung Vesuvius adalah gunung berapi

Dahulu, warga Pompeii rupanya tidak tahu jika Gunung Vesuvius adalah gunung berapi yang berbahaya. Ini karena gunung tersebut sudah tidak aktif selama 1.800 tahun sebelumnya.

Saat itu, warga lokal di Pompeii menganggap daerah mereka sebagai tempat yang aman.

Bahkan, gempa-gempa kecil yang terjadi pun sama sekali tidak dianggap sebagai pertanda dari gunung yang akan meletus.

2. Bukan kota milik peradaban Romawi

Karena arsitektur serta letaknya yang berada di Italia, tidak heran jika Kota Pompeii kerap dikira sebagai peninggalan peradaban Romawi.

Padahal, Pompeii sebenarnya dibangun oleh orang-orang Osci dari Yunani pada abad keenam atau ketujuh sebelum Masehi.

Kemudian, kota Pompeii direbut oleh orang-orang Romawi. Namun, barang-barang yang tertinggal di sana kebanyakan adalah peninggalan budaya Yunani.

Kota Pompeii (Pixabay/kingkurt)
Kota Pompeii (Pixabay/kingkurt)

3. Butuh 1.500 tahun untuk menemukan Pompeii

Kota Pompeii rupanya sudah terkubur abu gunung Vesuvius selama 1.500-an tahun dan sempat terlupakan dari sejarah umat manusia.

Kota ini baru ditemukan kembali pada tahun 1599 oleh arsitek Italia bernama Domenico Fontana ketika sedang menggali saluran air.

Setelah itu, baru pada tahun 1748 Pompeii resmi digali. Bahkan, hingga sekarang, penggalian Pompeii sebenarnya belum selesai.

4. Warga Pompeii bisa saja selamat

Salah satu aspek yang membuat Pompeii terkubur abu adalah arah embusan angin di hari Gunung Vesuvius meledak.

Menurut ilmuwan, angin di sekitar Gunung Vesuvius biasanya berembus ke arah barat daya. Namun, pada hari Vesuvius meledak, angin malah berembus ke arah barat laut tempat Kota Pompeii berada.

Hal ini membuat warga lebih susah menyelamatkan diri dari abu erupsi.

Kota Pompeii (Pixabay/DUOTONE_)
Kota Pompeii (Pixabay/DUOTONE_)

5. Erupsi Vesuvius terjadi tepat sehari setelah festival

Erupsi Gunung Vesuvius terjadi pada tanggal 24 Agustus tahun 79. Mirisnya, erupsi itu dipercaya terjadi sehari setelah festival keagaaman untuk Dewa Vulcan.

Dewa Vulcan sendiri merupakan Dewa Api dalam kepercayaan orang Romawi Kuno.

Erupsi terjadi sehari setelahnya, dan berlangsung selama 24 jam dengan jumlah energi panas mencapai 100.000 kali energi bom atom Hiroshima-Nagasaki.

6. Kota dan warga Pompeii terkubur sedalam 4-6 meter

Meski butuh 1.500 tahun untuk ditemukan, kondisi rumah, benda-benda, hingga jenazah warga Pompeii masih cukup utuh saat ditemukan.

Hal ini dikarenakan abu yang membungkus Kota Pompeii mencapai ketebalan 4-6 meter sehingga Kota Pompeii menjadi kota kedap udara.

Akibatnya, sisa-sisa kehidupan di Kota Pompeii pun masih tetap bertahan hingga sekarang.

Kota Pompeii (Pixabay/falco)
Kota Pompeii (Pixabay/falco)

7. Pompeii merupakan kota yang dihuni orang-orang kaya

Sebelum mengalami erupsi, Pompeii sendiri merupakan kota resor yang dihuni orang-orang kaya dan memiliki penduduk sekitar 15.000 orang.

Tidak hanya itu, Pompeii juga menjadi destinasi wisata warga Roma lainnya yang cukup kaya. Hal ini ditunjukkan dengan keberadaan gimnasium, pelabuhan, stadium, dan amfiteater yang tersebar di kota ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri ESDM Ingatkan Masih Ada Gas Berbahaya di Gunung Tangkuban Parahu

Menteri ESDM Ingatkan Masih Ada Gas Berbahaya di Gunung Tangkuban Parahu

Jabar | Selasa, 27 Agustus 2019 | 13:18 WIB

Gunung Tangkuban Perahu Belum Berpotensi Semburkan Awan Panas

Gunung Tangkuban Perahu Belum Berpotensi Semburkan Awan Panas

Tekno | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 19:59 WIB

Mengenal Erupsi Freatik yang Terjadi di Tangkuban Perahu

Mengenal Erupsi Freatik yang Terjadi di Tangkuban Perahu

Tekno | Jum'at, 26 Juli 2019 | 22:11 WIB

Temuan Mengejutkan Soal Jenazah di Kota Kuno Pompeii

Temuan Mengejutkan Soal Jenazah di Kota Kuno Pompeii

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2015 | 15:39 WIB

Terkini

Arti Syawalan dan Sejarah Tradisi Kupatan di Jawa

Arti Syawalan dan Sejarah Tradisi Kupatan di Jawa

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:21 WIB

Hindari Macet, Kapan Waktu Terbaik Berangkat Arus Balik agar Sampai di Jakarta Pagi Hari?

Hindari Macet, Kapan Waktu Terbaik Berangkat Arus Balik agar Sampai di Jakarta Pagi Hari?

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:04 WIB

Promo Superindo Terbaru 24 Maret: Susu, Frozen Food, dan Aneka Isi Kulkas Diskon hingga 35 Persen

Promo Superindo Terbaru 24 Maret: Susu, Frozen Food, dan Aneka Isi Kulkas Diskon hingga 35 Persen

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:39 WIB

5 Minuman untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami Setelah Lebaran

5 Minuman untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami Setelah Lebaran

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:17 WIB

4 Zodiak Paling Berkilau dan Banjir Rezeki di 24 Maret 2026

4 Zodiak Paling Berkilau dan Banjir Rezeki di 24 Maret 2026

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:15 WIB

Terpopuler: 7 Promo Sepatu Adidas Murah hingga Tinted Sunscreen Terbaik

Terpopuler: 7 Promo Sepatu Adidas Murah hingga Tinted Sunscreen Terbaik

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ramalan Shio Hari Ini 24 Maret 2026: Babi hingga Ayam Dihujani Keberuntungan

Ramalan Shio Hari Ini 24 Maret 2026: Babi hingga Ayam Dihujani Keberuntungan

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:31 WIB

8 Makanan yang Menurunkan Kolesterol dengan Mudah usai Lebaran

8 Makanan yang Menurunkan Kolesterol dengan Mudah usai Lebaran

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:19 WIB

Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat

Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 20:42 WIB

Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran

Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 19:59 WIB