The Reading Room, Kafe Tenang nan Favorit Bagi si Pencinta Buku

Ade Indra Kusuma, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 06 September 2019 | 09:19 WIB
The Reading Room, Kafe Tenang nan Favorit Bagi si Pencinta Buku
The Reading Room, Kafe Tenang nan Favorit Bagi si Pencinta Buku [Suara.com/Dini Afrianti Efendi]

Suara.com - The Reading Room, Kafe Tenang nan Favorit Bagi si Pencinta Buku

Bagi pencinta buku, nampaknya tempat makan The Reading Room wajib untuk disinggahi. Kafe bertema perpustakaan ini memajang ribuan buku yang membuat pengunjungnya bebas untuk membaca saat berkunjung.

Richard Oh (59), sutradara Perburuan, sebuah film yang diangkat dari novel karya sastrawan legendaris Pramoedya Ananta Toer mendirikan The Reading Room sejak 2012. Itulah mengapa saat pertama kali datang pengunjung akan disambut poster film Perburuan.

"Pada waktu buka, dia merasa belum menemukan satu tempat yang ideal buat dia. Lalu ia bertemu temannya, untuk berdiskusi, untuk bekerja, dan dia akhirnya dirikan resto ini," ujar Tuti Manajer Kafe kepada Suara.com, beberapa waktu lalu. 

Menurut Tuti, selain dijadikan tempat berdiskusi kafe ini diharapkan sang pendiri akan menaikkan minat baca para pengunjung toko. Termasuk bisa melestarikan karya sastra yang patut diapresiasi dengan cara dibaca.

"Orang orang tertarik untuk yah mengambil satu buku untuk dibaca. Jadi selain tempat yang enak untuk ngumpul juga berusaha untuk menyebarkan kesukaan untuk membaca," sambung Tuti.

Ternyata ini bukan satu-satunya kafe yang didirikan Richard Oh. Di Singapura dan Hongkong kafe miliknya juga didapuk dengan konsep yang sama, rak-rak berisi buku dengan beberapa sofa untuk bersantai dan makan.

Suasana Tenang dan Tentram

baca juga
The Reading Room, Kafe Favorit Pecinta Buku [Suara.com/Dini]
The Reading Room, Kafe Favorit Pencinta Buku [Suara.com/Dini Afrianti Efendi]

Tidak seperti kebanyakan kafe yang riuh dengan banyak orang berceloteh, di kafe ini saat memasukinya suasana begitu tenang dan tentram selayaknya di perpustakaan.

Musik yang diputar juga tenang dan menyenangkan. Jika ada pengunjung yang mengobrol suaranya tidak terlampau bising.

Kafe yang terletak di kawasan Kemang Timur, Jakarta Selatan ini terdiri dari dua lantai. Sama-sama bernuansa buku, cuma bedanya di lantai 2 ada lemari khusus kaca besar yang memajang koleksi buku dari sang pemilik dan untuk membacanya pengunjung harus menyertakan KTP.

Kebanyakan pengunjung lebih banyak memilih duduk di lantai dua. Selain suasananya yang tenang, di lantai dua ini ada coffee shop yang diracik khusus, berikut dengan dinding kaca yang membuat pengunjung memandang keluar.

Sayang, 90 persen lebih buku di sini merupakan stok lama dan berbahasa Inggris, sehingga banyak pengunjung yang enggan membacanya. Terlepas dari itu, tempat ini sangat instagramable, karena setiap sudutnya menarik untuk dipotret.

Klik NEXT untuk artikel selanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas Tertipu, Kafe di Tokyo Ini Punya Interior Dua Dimensi

Awas Tertipu, Kafe di Tokyo Ini Punya Interior Dua Dimensi

Lifestyle | Rabu, 04 September 2019 | 21:00 WIB

9 Tempat Minum Kopi Paling Asyik di Dunia

9 Tempat Minum Kopi Paling Asyik di Dunia

Lifestyle | Minggu, 01 September 2019 | 13:51 WIB

Mencicipi Makanan Sajian Nusantara di Restoran Madame Lily

Mencicipi Makanan Sajian Nusantara di Restoran Madame Lily

Video | Minggu, 18 Agustus 2019 | 07:00 WIB

Terkini

Riset Ilmuwan Menemukan Formula Protein Baru Penawar Bisa Ular Derik

Riset Ilmuwan Menemukan Formula Protein Baru Penawar Bisa Ular Derik

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 17:25 WIB

Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru

Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru

Jogja | Sabtu, 12 September 2026 | 17:23 WIB

Kabur Usai Tabrak Motor, Mobil Oknum Polisi Malah Hantam Mobil Rekan Seprofesi di Bandar Lampung

Kabur Usai Tabrak Motor, Mobil Oknum Polisi Malah Hantam Mobil Rekan Seprofesi di Bandar Lampung

Lampung | Sabtu, 12 September 2026 | 17:23 WIB

Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga

Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 17:16 WIB

5 Rekomendasi Minyak Rosemary Perawatan Rambut Rontok

5 Rekomendasi Minyak Rosemary Perawatan Rambut Rontok

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 17:16 WIB

Jakmania Padati GBK: Antusiasme Tinggi, Suporter Komitmen Jaga Jakarta di Laga Kontra Persib

Jakmania Padati GBK: Antusiasme Tinggi, Suporter Komitmen Jaga Jakarta di Laga Kontra Persib

News | Sabtu, 12 September 2026 | 17:12 WIB

Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara

Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara

Jogja | Sabtu, 12 September 2026 | 17:08 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Bahlil: Ini Berat!

Harga Minyak Dunia Melonjak, Bahlil: Ini Berat!

Video | Sabtu, 12 September 2026 | 17:05 WIB

Hukum Karma Alam: Saat Gunungan Sampah Berubah Menjadi Mesin Pembunuh

Hukum Karma Alam: Saat Gunungan Sampah Berubah Menjadi Mesin Pembunuh

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 17:00 WIB

Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!

Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!

Surakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 16:57 WIB

×