Kedai Kopi Ini Jual Kopi Termahal di Dunia, Harganya Rp 12,8 Juta!

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 20 September 2019 | 12:30 WIB
Kedai Kopi Ini Jual Kopi Termahal di Dunia, Harganya Rp 12,8 Juta!
Kopi termahal di dunia ada di Jepang. (shutterstock)

Suara.com - Kedai Kopi Ini Jual Kopi Termahal di Dunia, Harganya Rp 12,8 Juta!

Penikmat kopi yang gemar bertualang pastinya ingin mencoba kopi unik dari berbagai belahan dunia. Nah, jika ingin mencoba kopi termahal di dunia, Anda bisa berkunjung ke Jepang.

The Munch, sebuah kedai kopi kecil di Osaka, Jepang, memiliki kopi berusia 22 tahun yang bisa Anda nikmati. Jangan kaget, untuk bisa mencicipi kopi ini Anda butuh uang 914 dollar atau setara Rp 12,8 juta.

Dilansir Oddity Centra, penemuan kopi termahal sekaligus kopi tertua di dunia ini berawal dari Kanji Tanaka, pemilik sekaligus satu-satunya karyawan The Munch yang terbiasa menyediakan kopi dari lemari es, sehingga Tanaka bisa menyajikannya secara cepat.

Di satu waktu Tanaka melakukan kesalahan dengan melupakan ada satu pack kopi di kulkas yang sudah tidak ia keluarkan selama lebih dari setengah tahun. Lalu ia sadar tidak mungkin menyajikan kopi itu untuk pelanggan.

Tetapi sesaat sebelum ia membuangnya, Tanaka menyesap sedikit kopi untuk merasakan seperti apa rasanya. Ajaib, kopi masih terasa enak, dan ada sedikit rasa khas yang istimewa.

Tanaka akhirnya menyadari bahwa kopi yang berumur berbulan-bulan masih dapat diminum. Lalu, ia menggunakan tong kayu kecil yang populer di Jepang, dan biasa digunakan untuk membuat alkohol murah terasa lebih enak, ia terinpirasi untuk membiarkan kopinya menua selama 10 tahun.

Saat mencicipinya 10 tahun kemudian rasanya sangat manis, bahkan seperti sirup.

Dari sana akhirnya Tanaka menggunakan biji kopi mentah berumur 20 tahun, memanggangnya, menggiling, dan menyeduh kopi tersebut dengan menggunakan sistem Nel Drip atau Chemex.

baca juga

Sebenarnya caranya cukup sederhana, Tanaka hanya meletakkan bubuk kopi dalam saringan dan menuangkan air panas di atasnya. Tapi air panas itu dituangkan sangat lambat, membutuhkan waktu 30 menit lamanya agar setetes cairan jatuh ke dalam wadah di bawah saringan.

Menurutnya, dengan cara itu kopi akan dikukus dan mengeluarkan aroma dan rasa manis, serta menghilangkan rasa pahitnya. Minuman tersebut kemudian disimpan di tong kayu kecil yang telah digunakan Tanaka selama beberapa berpuluh-puluh tahun.

Memang diakui Tanaka, tidak setiap hari ada pelanggan yang mencari kopi vintage miliknya karena harganya yang mahal, tapi tetap ada saja orang yang datang ke kedainya untuk meminum kopi dengan harga yang lebih terjangkau dan tidak kalah enak.

Bagaimana, tertarik mencoba kopi termahal di dunia?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Seruput Kopi Jantan, 14 Warga Keracunan

Gegara Seruput Kopi Jantan, 14 Warga Keracunan

Jabar | Rabu, 18 September 2019 | 23:07 WIB

Ingin Perkasa Minum 'Kopi Jantan', 14 Pria di Sumedang Malah KO Keracunan

Ingin Perkasa Minum 'Kopi Jantan', 14 Pria di Sumedang Malah KO Keracunan

Jabar | Rabu, 18 September 2019 | 15:19 WIB

Lucinta Luna Jual Kopi, Kira-kira Siapa yang Beli?

Lucinta Luna Jual Kopi, Kira-kira Siapa yang Beli?

Your Say | Selasa, 17 September 2019 | 15:00 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×