Jangan Disepelekan, Kecanduan Belanja Bisa Masuk Kondisi Serius

Vika Widiastuti, Yasinta Rahmawati

Jum'at, 27 September 2019 | 16:10 WIB
Jangan Disepelekan, Kecanduan Belanja Bisa Masuk Kondisi Serius
Ilustrasi kumpulan perempuan sedang belanja. (Shutterstock)

Suara.com - Suka berbelanja atau shopping kerap dipandang sebagai hal biasa, karena lumrah dilakukan banyak wanita. Namun menurut penelitian, perilaku pada level kecanduan belanja tidak boleh dianggap remeh.

Dilansir dari Metro, satu studi menunjukkan bahwa sebanyak 1 dari 20 orang di negara maju memiliki kecanduan belanja, tetapi jarang dianggap serius.

Para ahli sepakat bahwa orang-orang dengan kecanduan belanja merasa sulit untuk berhenti dan itu mengakibatkan bahaya, menunjukkan bahwa itu adalah jenis perilaku yang tidak disengaja dan destruktif.

Orang-orang dengan kondisi ini sering mencoba menyembunyikannya dari teman dan pasangan karena mereka merasa malu.

Tetapi para peneliti berjuang untuk menyepakati definisi kondisi, sebagian besar karena kurangnya penelitian yang komprehensif atau konklusif tentang masalah tersebut.

(Sumber: Shutterstock)
(Sumber: Shutterstock)

"Kecanduan belanja, yang juga dikenal sebagai gangguan belanja kompulsif atau oniomania, adalah kondisi psikologis yang merusak secara sosial dan finansial," tulis mereka di situs web Priory.

Sementara banyak orang suka berbelanja selama waktu libur, di akhir pekan, atau selama periode liburan musiman seperti saat Natal, kecanduan belanja melibatkan keinginan besar untuk berbelanja dan kemudian menghabiskan waktu sampai mulai berdampak buruk pada kehidupan.

"Ini mungkin termasuk pengeluaran berlebihan dan mengeluarkan beberapa kartu kredit toko untuk dapat membeli barang, bahkan jika kamu mungkin sadar bahwa ini dapat menimbulkan utang keuangan jangka panjang," tambah mereka lagi.

Ilustrasi shopping, perempuan belanja. (Shutterstock)
Ilustrasi shopping, perempuan belanja. (Shutterstock)

Priory mengatakan bahwa satu hal yang mengkhawatirkan mengenai kondisi ini adalah bahwa banyak orang tidak mencari bantuan karena itu tidak dianggap sebagai gangguan.

baca juga

Harapannya, setelah mereka menambahkan kecanduan belanja ke daftar gangguan yang dapat diobati akan menghasilkan lebih banyak penelitian untuk membantu menentukan kriteria diagnostik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jarang Disadari, 5 Hal dalam Berkendara Ini Berefek Buruk bagi Kesehatan

Jarang Disadari, 5 Hal dalam Berkendara Ini Berefek Buruk bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 September 2019 | 08:25 WIB

Jangan Mengonsumsi Makanan yang Sama Tiap Hari, Ini 5 Alasannya!

Jangan Mengonsumsi Makanan yang Sama Tiap Hari, Ini 5 Alasannya!

Health | Sabtu, 21 September 2019 | 11:30 WIB

Megan Fox Mengaku Pernah Alami Gangguan Psikologis

Megan Fox Mengaku Pernah Alami Gangguan Psikologis

Lifestyle | Sabtu, 21 September 2019 | 08:05 WIB

Terkini

Persija Resmi Rekrut Alexander Jeremejeff, Shin Tae-yong Bisa Senyum Lebar

Persija Resmi Rekrut Alexander Jeremejeff, Shin Tae-yong Bisa Senyum Lebar

Bola | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:30 WIB

673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu

673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu

Lampung | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:28 WIB

Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik

Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik

Jawa Tengah | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Politik Burung Unta Pemerintah: Ilusi Keberhasilan yang Menutup Realita

Politik Burung Unta Pemerintah: Ilusi Keberhasilan yang Menutup Realita

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:25 WIB

100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta

100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta

Jogja | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:21 WIB

Selamatkan Tanah Negara, Kejari Lombok Tengah Amankan Tanah Miliaran Rupiah dari Mafia Tanah?

Selamatkan Tanah Negara, Kejari Lombok Tengah Amankan Tanah Miliaran Rupiah dari Mafia Tanah?

Bali | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:17 WIB

3 Rekomendasi Rice Cooker Low Sugar, Ada Klaim Kurangi Gula hingga 55%

3 Rekomendasi Rice Cooker Low Sugar, Ada Klaim Kurangi Gula hingga 55%

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Prabowo Datang ke Titik Karhutla Kubu Raya, Minta Pemadaman Dipercepat

Prabowo Datang ke Titik Karhutla Kubu Raya, Minta Pemadaman Dipercepat

Kalbar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:13 WIB

40 Ribu Penumpang Terlayani, Penerbangan Samarinda Tetap Stabil di Tengah Karhutla

40 Ribu Penumpang Terlayani, Penerbangan Samarinda Tetap Stabil di Tengah Karhutla

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Bikin Emosi! Kalteng Dilanda Karhutla, Akun Resmi Pemerintah: Selamat Ulang Tahun Nyonya Agustiar

Bikin Emosi! Kalteng Dilanda Karhutla, Akun Resmi Pemerintah: Selamat Ulang Tahun Nyonya Agustiar

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:05 WIB

×