Travel Mistis: Kisah Maria van de Velve, Si Cantik Penghuni Pulau Onrust

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 11 Oktober 2019 | 05:40 WIB
Travel Mistis: Kisah Maria van de Velve, Si Cantik Penghuni Pulau Onrust
Kompleks pemakaman Belanda di Pulau Onrust, menyimpan sejuta kisah mistis tentang Maria van de Velve. (Suara.com/Dini Afrianti)

Kisah Maria van de Velve Kepincut Petugas Sekuriti

Hamir, selaku pemilik warung yang sudah menetap dan tinggal di Onrust sejak 1973 menceritakan kisah yang baru saja terjadi pada 2018 lalu.

Singkatnya Museum Bahari selaku pihak pengelola merasa khawatir Hamir bekerja seorang diri sebagai penjaga alias sekuriti. Lalu dikirimlah seorang pria muda yang cukup tampan bernama Hendra untuk membantunya.

Saat Hendra belum kenal wajah Hamir, ia pun berkeliling mencari Hamir yang kerap bersih-bersih pulau dengan menyapu.

Saat berkeliling, Hendra bertanya apakah di pulau ini tinggal seorang perempuan cantik, karena ia melihat seorang perempuan yang tengah duduk.

"Keliling tuh di kuburan Belanda, pas pulang-pulang, masuk ke warung, 'Pak Hamir emang ada wanita cantik di pulau ini, di mana saya tadi di sebelah kuburan Belanda duduk, cuma saya nggak lihat mukanya, pakaiannya doang badan bersih'," ungkap Hamir menirukan cerita Hendra.

Hamir, penjaga sekaligus pemilik warung di kompleks pemakaman Belanda di Pulau Onrust, bercerita tentang Maria van de Velve. (Suara.com/Dini Afrianti)
Hamir, penjaga sekaligus pemilik warung di kompleks pemakaman Belanda di Pulau Onrust, bercerita tentang Maria van de Velve. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Tak lama berselang usai bercerita Hendra kerasukan, lalu mengatakan pada Hamir bahwa Maria van de Velve berniat membawa Hendra ke 'alamnya', karena wajahnya yang tampan seperti kekasihnya. Niatan itu langsung dilarang Hamir.

"Malahan dia (hantu) mau diambil, masalahnya orangnya ganteng, 'saya mau ambil ini mirip pacar saya'. 'Jangan itu punya anak punya bini (istri) masa laki orang mau diambil'," jawab Hamir saat itu.

Lalu, Hamir pun meminta kepada yang merasuki Hendra untuk tidak menganggunya lagi, tapi apa daya gangguan terus-terusan dialami Hendra melalui kerasukan, bahkan membuat tubuh Hendra yang lemah kerap jatuh sakit.

baca juga

"Nggak usah diganggu dah, tapi tetap aja di ganggu terus menerus," celetuk Hamir.

Dalam gangguan berupa kesurupan, Hendra bercerita kepada Hamir bahwa dirinya kerap diajak berkeliling dan berniat dibawa ke alamnya.

Hampir seminggu penuh Hendra terus menerus kerasukan. Akhirnya, karena tidak kuasa dan sakit terus terjadi, Hendra memilih berhenti dari pekerjaannya.

"Akhirnya karena kecapekan berhenti kerja dari sini. Ada kali semingguan, entar masuk entar keluar, kalau kesurupan paling sering di pulau ini, tapi istilahnya gangguan besar-besaran itu, enggak," ungkap Hendra.

Lantas, kisah merinding apalagi yang diungkapkan Hendra selama bertugas di Pulau Onrust? Simak di halaman berikutnya.

Gangguan kepada Mereka yang Usil

Peribahasa di mana bumi dipijak di situ langit dijujung, yang artinya di manapun kamu berada harus tetap memegang tata krama dan sopan santun, wajib diterapkan di Pulau Ontus. Meski tempat ini terlihat kosong, tidak ada salahnya meminta izin sekadar permisi.

Seperti lagi-lagi kisah yang diungkap Hamir, di mana satu waktu Pulau Onrust kedatangan pengunjung lebih dari 30 orang dan mayoritas perempuan.

Saat berkeliling pulau para perempuan ini tertawa kencang, sembari memasang musik melalui speaker dengan suara keras dan berjoget. Tak lama kemudian, serempak 6 perempuan kerasukan secara bersamaan.

"Joget keliling ketawa ngakak-ngikik, kesurupan sekali cewek 6 semua dikenain. Katanya, 'masuk di wilayah saya nggak permisi'," ungkap Hamir.

Kompleks pemakaman Belanda di Pulau Onrust, menyimpan sejuta kisah mistis tentang Maria van de Velve. (Suara.com/Dini Afrianti)
Kompleks pemakaman Belanda di Pulau Onrust, menyimpan sejuta kisah mistis tentang Maria van de Velve. (Suara.com/Dini Afrianti)

Beranjak dari kejadian itulah ia berpesan kepada pengunjung yang pelesiran ke Pulau Onrust untuk menghargai destinasi ini dengan menjaga perilaku. Jangan bersikap di luar batas atau tidak sopan.

"Ya namanya dunia lain, jaga perilaku. Istilahnya numpang permisi dan nggak menganggu sebagai bentuk menghormati tempat ini. Pernah ada pengunjung kesurupan. Yang kesurupan bilang begini 'Ada orang masuk ke rumah, tapi nggak permisi, pasti kamu kesel kan?' ya dia juga sama dengan saya, di rumah saya nggak permisi, gabrak gabruk, ya saya ganggu," bebernya panjang lebar.

Selain cerita soal pengunjung yang kesurupan, karena setel musik kencang, joget-joget sembari tertawa, ada kisah lain yang diungkap Hamir. Seperti apa? Lanjut ya di halaman berikutnya.

Misteri Baju Warna Merah

Kepada Suara.com Hidayat, petugas kebersihan Pulau Onrust menuturkan bahwa meski tidak dikeramatkan dan tidak wajib dipatuhi, disarankan tidak memakai baju merah saat mendatangi Pulau Onrust.

Mengapa? Karena sosok Maria van de Velve, sambung dia, konon akan menampakkan diri bila ada yang mengenakan baju merah. Maria van de Velve juga disebut-sebut wafat tengah mengenakan baju merah.

Kisah baju merah dan merah muda ini diungkap Hidayat yang hampir 4 tahun tinggal dan tidur di Pulau Onrust. Pernah satu waktu, ia mendapat pertanyaan dari pengunjung pulau yang berfoto di makam lalu mendapati jumlah orang yang berlebih.

Perempuan berbaju merah di pinggir pantai. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan berbaju merah. (Shutterstock)

"Kata pengunjung yang cerita sama saya, karena itu pengunjung sedang ramai-ramainya ada salah satu pengunjung lagi berfoto di dalam makam, saya ingat sekali dia foto berempat, tapi hasil fotonya ada lima orang," cerita Hidayat.

Nah, salah satunya tidak dikenal, lalu foto tersebut ditunjukkan pengunjung ke Hidayat. 'Pak kenal sama orang ini?, tadi ada orang ini nggak', saya bilang aja ada. Namanya pengunjung saya bilang ada, soalnya kalau saya bilang nggak ada nanti pengunjungnya pada ketakutan. Tapi kami paham", ungkapnya.

Menurut rumor setempat, setiap ada  yang mengenakan baju merah muda atau merah, salah satu pengunjung akan melihat sosok Maria van de Velve. Meski begitu, Hidayat mengaku tidak pernah melihat dan merasakan langsung penampakkan atau gangguan-gangguan lainnya.

"Namanya juga ramai-ramainya di dalam makam, pasti salah satu pengunjung ada yang ngelihat," tutupnya.

Bagaimana, Anda tertarik mengunjungi Pulau Onrust?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Driver Taksol ini Ogah Narik di Atas Jam 11 Malam, Penyebabnya Ngeri

Driver Taksol ini Ogah Narik di Atas Jam 11 Malam, Penyebabnya Ngeri

Otomotif | Rabu, 02 Oktober 2019 | 19:50 WIB

Jadi Trending Topic di Twitter, Ini 5 Fakta Menara Saidah

Jadi Trending Topic di Twitter, Ini 5 Fakta Menara Saidah

News | Selasa, 01 Oktober 2019 | 05:08 WIB

Lewat Jalan Sepi, Pemotor Terus-Terusan Diganggu Makhluk Halus

Lewat Jalan Sepi, Pemotor Terus-Terusan Diganggu Makhluk Halus

Otomotif | Senin, 04 Februari 2019 | 07:54 WIB

Terkini

Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu

Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:57 WIB

3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi

3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:53 WIB

Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?

Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:47 WIB

Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum

Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:46 WIB

Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok

Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:46 WIB

Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup

Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup

Entertainment | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:41 WIB

Diskon Spesial! Makan Siang Hemat di Hachi Garden Khusus Pengguna BRImo

Diskon Spesial! Makan Siang Hemat di Hachi Garden Khusus Pengguna BRImo

Bri | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:37 WIB

5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian

5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:35 WIB

Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?: Teman Anak-Anak yang Kehilangan Ayah

Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?: Teman Anak-Anak yang Kehilangan Ayah

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30 WIB

Membangkitkan Raksasa yang Tertidur: Misi Besar Lampung Kembalikan Kejayaan Udang Dipasena

Membangkitkan Raksasa yang Tertidur: Misi Besar Lampung Kembalikan Kejayaan Udang Dipasena

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:22 WIB

×