Kisah di Museum Santet, Misteri Jelangkung untuk Diagnosa Penyakit [Part 2]

Ade Indra Kusuma

Jum'at, 11 Oktober 2019 | 19:30 WIB
Kisah di Museum Santet, Misteri Jelangkung untuk Diagnosa Penyakit [Part 2]
Barang barang bersejarah di Museum Santat atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]

Suara.com - Kisah di Museum Santet, Misteri Jelangkung untuk Diagnosa Penyakit [Part 2]

Selain koleksi barang-barang dan benda kesehatan bersejarah, berbagai koleksi tentang sejarah kesehatan zaman dulu juga terdapat di Museum Santet atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma.

Suara.com saat berkunjung ke museum yang terletak di Jalan Jalan Indrapura No17, Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Kota SBY, Jawa Timur ini melihat berbagai macam barang menyerupai alat santet untuk membantu pengobatan ataupun penyembuhan.

Barang bersejarah di Museum Santat atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]
Barang bersejarah di Museum Santet atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]

Benda yang mencolok diantaranya berupa celana anti perkosaan model gembok yang berasal dari PKBI Surabaya. Sementara celana kedua dengan nama celana anti perkosaan model kunci rahasia atau kode yang berasal dari Bandung.

"Celana pertama, digunakan oleh seorang perempuan sebagai celana pendek yang dilengkapi pengaman berupa gembok. Sementara celana kedua digunakan sebagai celana dalam, dipakai oleh seorang wanita dengan tujuan agar terhindar dari tindakan asusila khususnya perkosaan. Diilhami oleh koleksi celana emas di Museum Solo," jelas Kepala Museum Kesehatan Dr Adhyatma, Susetyo Eni Rahmawati, Kamis (10/10/2019).

Kemudian, alat berikutnya berupa pasungan yang berasal dari Bojonegoro. Alat ini digunakan pada kaki orang yang menderita gangguan kejiwaan. Dilakukan pemasungan karena perekonomian keluarga yang tak mampu atau tidak bisa disembuhkan secara medis.

Jelangkung dan benda santet Nini Towok, klik NEXT

Kontributor : Arry Saputra

Eni menyebut, ada koleksi yang dianggap mistis yaitu berupa benda santet. Misal seperti Nini Towok itu menjadi ketertarikan sendiri bagi pengunjung dan jaelangkung.

baca juga
Barang barang bersejarah di Museum Santat atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]
Barang barang bersejarah di Museum Santet atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]

Eni menjelaskan, Jelangkung yang ada di museum ini diperoleh dari Surabaya pada tahun 1999. Barang tersebut berupa permainan untuk mendatangkan roh yang dapat dipakai untuk mencari informasi tentang diagnosa penyakit dan jenis pengobatannya.

"Boneka ini dipegang oleh dua anak yang masih suci dan dipandu oleh seorang pawang. Jawaban dari semua pertanyaan dituliskan pada sehelai kertas dengan batu tulis," jelasnya.

Sementara untuk Nini Towok diperoleh dari Surabaya pada tahun 1999. Permainan ini bersifat Magis dilakukan dengan maksud sebagai usaha menjaga keselamatan Desa menolak balak dan hal-hal lain semacamnya.

"Itu dilakukan melalui jalan spiritual. Oleh karena itu pelakunya bukan anak muda melainkan orang yang sudah tua. Tapi bisa juga dipakai sebagai mainan tradisional anak-anak," imbuhnya.

Satu lagi yang ada di museum ini yaitu berupa foto Nyi Roro Kidul. Penampakan orbs, penampakan telapak tangan di museum islam istambul Turki dan penampakan di Pantai Parangtritis. Menurut Eni hal itu juga membuat museum ini terkesan mistis.

Barang bersejarah di Museum Santat atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]
Barang bersejarah di Museum Santet atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]

"Mungkin itu yang membuat museum ini mistis. Tapi itu memang menunjukkan yang berhubungan dengan jiwa raga, itu ada yang nggak masuk akal tapi itu ada. Mau di buktikan secara empiris itu susah. Kalau nyi Roro kidul itu mungkin aksesoris," ujarnya.

Eni pun berpesan kepada masyarakat atau siapapun yang telah mengetahui cerita tentang museum santet atau Museum Kesehatan ini untuk tidak takut akan hal-hal yang memang berbau mistis.

Pasalnya museum ini bisa untuk edukasi, riset, dan juga rekreasi, kami juga menyediakan kesempatan kepada akademisi atau masyarakat luas untuk melakukan penelitian

"Sebetulnya, kami bukan museum santet seperti apa yang disampaikan masyarakat. Museum ini museum kesehatan. Silahkan datang ke kami tidak seram, mengandung mistis. Jadi di museum kami tidak semata-mata untuk koleksi santet yang dikenal masyarakat selama ini," tuturnya.

Kontributor : Arry Saputra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kumpulan Kisah Pemobil di Jalan Tol Ini Bikin Susah Tidur, Berani?

Kumpulan Kisah Pemobil di Jalan Tol Ini Bikin Susah Tidur, Berani?

Otomotif | Jum'at, 20 September 2019 | 18:50 WIB

Viral KKN di Desa Penari, Potensi Wisata Mistis di Banyuwangi?

Viral KKN di Desa Penari, Potensi Wisata Mistis di Banyuwangi?

Lifestyle | Jum'at, 06 September 2019 | 18:33 WIB

Bikin Meriding, Penginapan Aribnb Berhantu Ini Ajak Turis Uji Nyali

Bikin Meriding, Penginapan Aribnb Berhantu Ini Ajak Turis Uji Nyali

Lifestyle | Selasa, 03 September 2019 | 12:07 WIB

Terkini

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

×