Jelang Social Media Week, Masyarakat Diajak Tanggung Jawab Gunakan Medsos

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 16 Oktober 2019 | 15:33 WIB
Jelang Social Media Week, Masyarakat Diajak Tanggung Jawab Gunakan Medsos
Di media sosial (medsos), Anda bisa mengunggah apapun. (Shutterstock)

Suara.com - Kemajuan teknologi membuat populasi masyarakat kini hidup berdampingan dengan media sosial. Misalnya saja dalam hal membangun jati diri, branding diri, dan membuat suatu kreasi unik yang dapat mengundang masyarakat di dunia media sosial.

Tinggal menghitung hari, Social Media Week (SMW) Jakarta 2019 akan segera digelar pada 11-15 November 2019 mendatang di Senayan City, Jakarta. Tema yang diusung kali ini adalah Stories: With Great Influence Comes Great Responsibility, yang intinya mengajak masyarakat bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Rangkaian acara SMW Jakarta 2019 ini akan menjadi ajang berbagi informasi dan konferensi tentang ide, inovasi, dan wawasan terbaik seputar media sosial dan teknologi dalam perubahan bisnis, masyarakat dan budaya di seluruh dunia.

Topik-topik yang akan dibawakan diharapkan dapat bermanfaat untuk semua, baik kita user, media creator, developer, marketer, influencer, maupun brand strategist dari beragam industri kreatif dan teknologi untuk mendapatkan insight dan wawasan terkini mengenai perkembangan media sosial dan teknologi.

“Topik penting yang akan diangkat dalam perhelatan ini adalah Social & Society, The Future of Brands, dan Influence Equation yang keseluruhannya saling berkaitan dalam bagaimana kita hidup dalam era yang terintegrasi dan saling terhubung, bagaimana kita memanfaatkan teknologi untuk menjangkau audiens dan konsumen kita, serta sejauh mana sebuah pengaruh dapat membuat perubahan dalam kita berusaha,” ungkap Antonny Liem, Chairman Social Media Week Jakarta dan Chief Executive Officer PT Merah Cipta Media.

Pembukaan yang berlangsung di Brewerkz Resto & Bar Senayan City, Rabu (16/10/2019), mengungkap juga perihal media sosial yang saat ini dapat dikatakan sudah masuk di hampir semua segi kehidupan masyarakat. Bahkan cara bermasyarakat dan berbisnis pun banyak dipengaruhi oleh media sosial.

Penggunaan media sosial yang tepat dalam bermasyarakat dan berbisnis akan berdampak juga bagi orang lain, tergantung pada konten yang disampaikan kepada pengikut (follower), baik konten yang bernilai edukatif, positif, inspiratif, informatif dan bermanfaat maupun yang berdampak negatif dan menyesatkan.

Fakta banyak membuktikan banyaknya gejala memprihatinkan terkait pengunaan media sosial, mulai dari para pesohor yang depresi atau meninggal akibat komentar negatif para hater, penyebaran konten dan informasi palsu atau hoax mengandung unsur SARA, hingga penyalahgunaan media sosial yang dijadikan sarana penipuan oleh orang-orang yang kurang bertanggung jawab.

Akibatnya, ada sebagian influencer atau seleb di media sosial mulai meninggalkan platform media sosial karena dianggap menjadi salah satu pemicu kesehatan mental. Banyak pula ditemui influencer populer dalam maupun luar negeri, menutup akun pribadinya untuk sementara, benar-benar rehat, dan kembali lagi dengan konten yang lebih baik dan inspiratif.

Bahkan, saat ini salah satu platform media sosial sedang melakukan percobaan untuk menghilangkan fitur like karena dinilai sering memicu stres dan depresi.

Sebab itu, perlu menyadari bagaimana cara bersikap dan beretika di masyarakat dalam penggunaan media sosial yang sesungguhnya; bagaimana hubungan media sosial dengan influencer; apakah konten yang dibagikan oleh influencer relevan dan sesuai dengan pengikutnya.

“Melalui SMW Jakarta 2019, masyarakat luas diharapkan lebih meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam menyebarkan suatu konten dengan cara mendidik, mengarahkan, dan menumbuhkan serta perlu berbagi dan bertindak. Karena hal ini bukan hanya merupakan tanggung jawab dari platform, para pengguna juga berperan dalam membalikkan tren meningkatnya penyebaran informasi dan hal negatif,” kata Antonny.

Oddie Randa, Managing Director Gushcloud Indonesia, berpendapat bahwa media sosial memiliki peran penting dalam pembentukan budaya masyarakat era digital. “Pemerataan pengaruh yang dibawa oleh media sosial memberi kesempatan bagi siapa saja untuk memiliki akses ke audiens yang lebih luas. Semua orang memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menjadi terkenal, dan memiliki akses yang lebih mudah untuk memperoleh fanbase atau lingkaran pengaruh mereka masing-masing.” (Aflaha Rizal)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-Hati Curhat di Media Sosial, Bisa Picu Kesehatan Mental

Hati-Hati Curhat di Media Sosial, Bisa Picu Kesehatan Mental

Lifestyle | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 19:10 WIB

Media Sosial Ternyata Bukan Penyebab Terjadinya Gangguan Mental Remaja

Media Sosial Ternyata Bukan Penyebab Terjadinya Gangguan Mental Remaja

Health | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 19:55 WIB

Polri Nilai Buzzer dengan Konten Positif Tidak Melanggar Hukum

Polri Nilai Buzzer dengan Konten Positif Tidak Melanggar Hukum

News | Selasa, 08 Oktober 2019 | 20:43 WIB

Terkini

Masakan Jadi Sedap, Ini 5 Tips Mengolah Daging Kambing agar Tidak Bau Prengus

Masakan Jadi Sedap, Ini 5 Tips Mengolah Daging Kambing agar Tidak Bau Prengus

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:27 WIB

Apa Efek Banyak Makan Daging Kurban? Ini Risiko yang Bisa Dihindari

Apa Efek Banyak Makan Daging Kurban? Ini Risiko yang Bisa Dihindari

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:20 WIB

5 Cara Menyimpan Daging Kurban Tanpa Kulkas, Tetap Awet dan Aman Dikonsumsi

5 Cara Menyimpan Daging Kurban Tanpa Kulkas, Tetap Awet dan Aman Dikonsumsi

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:55 WIB

Hitung-hitungan Anggaran Sapi Kurban Prabowo Rp100 M dari APBN, Per Ekor Tembus Rp91 Juta?

Hitung-hitungan Anggaran Sapi Kurban Prabowo Rp100 M dari APBN, Per Ekor Tembus Rp91 Juta?

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:55 WIB

Di Tengah Laju Pembangunan Bali, Inisiatif 1.000 Pohon Ini Jadi Alternatif Jaga Ruang bagi Alam

Di Tengah Laju Pembangunan Bali, Inisiatif 1.000 Pohon Ini Jadi Alternatif Jaga Ruang bagi Alam

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:15 WIB

Apa itu By Name By Address? Sistem Masjid Istiqlal untuk Bagi Daging Kurban

Apa itu By Name By Address? Sistem Masjid Istiqlal untuk Bagi Daging Kurban

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:10 WIB

Kesenjangan Keterampilan Masih Tinggi, Perguruan Tinggi Perkuat Pembelajaran Berbasis AI

Kesenjangan Keterampilan Masih Tinggi, Perguruan Tinggi Perkuat Pembelajaran Berbasis AI

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:58 WIB

Arti Mimpi Beli Makanan atau Jajan, Benarkah Jadi Pertanda Rezeki?

Arti Mimpi Beli Makanan atau Jajan, Benarkah Jadi Pertanda Rezeki?

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:35 WIB

Kekayaan Irfan Hakim yang Punya Bisnis Kurban, Laris Diborong Seskab Teddy hingga Raffi Ahmad

Kekayaan Irfan Hakim yang Punya Bisnis Kurban, Laris Diborong Seskab Teddy hingga Raffi Ahmad

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:17 WIB

Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar, Sahkah Menurut Hukum Islam?

Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar, Sahkah Menurut Hukum Islam?

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:08 WIB