Kisah Misteri Candi Gedog: Tragedi Joko Pangon [Part 1]

Ririn Indriani | Suara.com

Kamis, 17 Oktober 2019 | 20:30 WIB
Kisah Misteri Candi Gedog: Tragedi Joko Pangon [Part 1]
Situs Gedog di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, tempat yang diyakini sebagai reruntuhan Candi Gedog, menyimpan kisah tragis pembunuhan seorang tokoh oleh kelicikan manusia yang diperbudak keserakahan. (Suara.com/Agus H)

Suara.com - Situs Gedog di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, tempat yang diyakini sebagai reruntuhan Candi Gedog, menyimpan kisah tragis pembunuhan seorang tokoh oleh kelicikan manusia yang diperbudak keserakahan.

v

Situs Gedog dimana satu pohon beringin tua yang diyakini berusia ratusan tahun itu juga dikenal warga sekitar sebagai Punden Joko Pangon. Tempat dimana warga melakukan upacara nyadran. Di tempat itu pula, setidaknya setahun sekali, warga Kelurahan Gedog menyelenggarakan upacara "bersih desa".

"Setiap bersih desa kita lakukan di sini, tempat dimana 'danyang' wilayah Gedog berada," ujar Subagyo (47), tokoh masyarakat Gedog kepada Suara.com.

Tidak hanya warga Gedog, warga dari kota-kota di sekitar Blitar juga sering datang ke Punden Joko Pangon itu. Mereka biasanya sedang menghadapi masalah yang berat dalam hidupnya, mulai dari masalah dalam hubungan rumah tangga hingga masalah hutang. Tapi tidak sedikit orang datang ke Punden Joko Pangon untuk meminta kelancaran dalam mencari rezeki hingga mencari nomor togel.

Menurut Subagyo, warga biasanya datang ke Punden Joko Pangon malam hari, melakukan ritual tertentu, membakar kemenyan dan meletakkan sesaji di bawah pohon beringin. Sesaji itu dipersembahkan kepada danyang yang menjaga wilayah Gedog dan sekitarnya. Danyang atau arwah leluhur yang diyakini tinggal di Punden Joko Pangon tidak lain adalah Mbah Joko Pangon, orang yang dianggap sebagai pembuka wilayah Gedog dan sekitarnya.

Situs Gedog di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, tempat yang diyakini sebagai reruntuhan Candi Gedog, menyimpan kisah tragis pembunuhan seorang tokoh oleh kelicikan manusia yang diperbudak keserakahan. (Suara.com/Agus H)
Situs Gedog di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, tempat yang diyakini sebagai reruntuhan Candi Gedog, menyimpan kisah tragis pembunuhan seorang tokoh oleh kelicikan manusia yang diperbudak keserakahan. (Suara.com/Agus H)

Kisah Joko Pangon, yang terjaga secara turun temurun dalam dongeng lisan, sebenarnya mengandung sebuah tragedi.

"Mbah Joko Pangon ini konon datang dari wilayah barat. Mungkin dari Solo, mungkin berasal dari keluarga bangsawan Mataram Islam atau setidaknya prajurit Mataram. Dia awalnya, mungkin, tinggal di Candi Gedog, yang pada waktu itu masih tegak berdiri," ujar Subagyo.

Tanpa sanak saudara, Joko Pangon kemudian diangkat anak oleh seorang janda bernama Swansan.

Sembari membantu Swansan mencari kayu bakar di hutan, Joko Pangon juga bekerja pada seorang juragan di Kelurahan Bendogerit. Tugas Joko Pangon adalah memelihara kerbau milik juragan itu. Imbalannya, anak kerbau jantan menjadi milik Joko Pangon dan yang betina milik juragan itu.

Rupanya keberuntungan berpihak pada Joko Pangon. Kerbau-kerbau juragan itu lebih banyak melahirkan anak jantan. Hal ini membuat juragan geram. Maka diubahlah kesepakatan dengan Joko Pangon, yaitu anak kerbau betina yang boleh dimilikinya dan sebaliknya.

Tapi sejak kesepakatan diubah, kerbau-kerbau sang juragan lebih banyak melahirkan anak-anak kerbau betina. Sang juragan geram. Dia perintahkan sejumlah orang untuk membunuh Joko Pangon. Caranya, tangan dan kaki Joko Pangon diikat kemudian dimasukkan ke dalam sumur tua di kompleks Candi Gedog.

Berkat bantuan anjing milik Swansan, Joko Pangon kemudian ditemukan oleh ibu angkatnya meski sudah terlambat.

"Ini memang dongeng yang mengandung kisah tragis terkait Joko Pangon yang kami anggap sebagai leluhur kami. Di sinilah, di bawah pohon beringin ini kami yakini sebagai sumur tempat jasad Mbah Joko Pangon berada," ujar Subagyo.

Hingga Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur memulai ekskavasi Situs Gedog awal Oktober ini, warga masih meyakini Situs Gedog adalah tempat bersemayamnya arwah leluhur mereka, Joko Pangon. Lantas, apalagi kisah misteri atau legenda urban lainnya seputar Situs Gedog? Tunggu artikel bagian kedua tentang kisah misteri Candi Gedog.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Ekskavasi, Warga dan Arkeolog Gelar Tumpengan di Situs Candi Gedog

Sebelum Ekskavasi, Warga dan Arkeolog Gelar Tumpengan di Situs Candi Gedog

Jatim | Senin, 07 Oktober 2019 | 17:04 WIB

Batu Berelief Perempuan Telanjang Ditemukan Sekitar Reruntuhan Candi Gedog

Batu Berelief Perempuan Telanjang Ditemukan Sekitar Reruntuhan Candi Gedog

Jatim | Jum'at, 06 September 2019 | 16:15 WIB

Petani Toiran dan Harapan Terkuaknya Misteri Candi Gedog di Blitar

Petani Toiran dan Harapan Terkuaknya Misteri Candi Gedog di Blitar

Jatim | Jum'at, 06 September 2019 | 04:55 WIB

Terkini

Bolehkah Menikahi Sepupu dari Pihak Ayah? Ini Penjelasan Hukum dalam Islam

Bolehkah Menikahi Sepupu dari Pihak Ayah? Ini Penjelasan Hukum dalam Islam

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:15 WIB

Cara Buka Blokir PIN Brimo Setelah Salah Pin 3 Kali, Lebih Cepat Tanpa Harus Ke Bank

Cara Buka Blokir PIN Brimo Setelah Salah Pin 3 Kali, Lebih Cepat Tanpa Harus Ke Bank

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:15 WIB

5 Cara Mengatur Jadwal Silaturahmi Lebaran Agar Tidak Kelelahan

5 Cara Mengatur Jadwal Silaturahmi Lebaran Agar Tidak Kelelahan

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:00 WIB

Panduan Sholat Jumat saat Idulfitri: Ketentuan Bagi Umat Muslim yang Sudah Sholat Id Tadi Pagi

Panduan Sholat Jumat saat Idulfitri: Ketentuan Bagi Umat Muslim yang Sudah Sholat Id Tadi Pagi

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:52 WIB

Niat Salat Idulfitri dengan Tata Cara Rakaat Pertama dan Kedua

Niat Salat Idulfitri dengan Tata Cara Rakaat Pertama dan Kedua

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:49 WIB

Bacaan Niat Mandi Wajib setelah Haid dan Tata Caranya sesuai Sunnah

Bacaan Niat Mandi Wajib setelah Haid dan Tata Caranya sesuai Sunnah

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:42 WIB

Asal-usul Ketupat Lebaran, Tradisi Khas Idulfitri di Indonesia

Asal-usul Ketupat Lebaran, Tradisi Khas Idulfitri di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:10 WIB

10 Cara Menyampaikan Permintaan Maaf yang Tulus saat Sungkem

10 Cara Menyampaikan Permintaan Maaf yang Tulus saat Sungkem

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:02 WIB

15 Ucapan Selamat Lebaran 2026 yang Sopan untuk Kolega dan Kenalan

15 Ucapan Selamat Lebaran 2026 yang Sopan untuk Kolega dan Kenalan

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:51 WIB

35 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Indonesia Penuh Makna, Siap Bikin Hati Bergetar

35 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Indonesia Penuh Makna, Siap Bikin Hati Bergetar

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:12 WIB