Array

Bukannya Plasenta, Dokter 'Menarik' Rahim Wanita Ini hingga Meninggal

Vika Widiastuti Suara.Com
Jum'at, 18 Oktober 2019 | 11:35 WIB
Bukannya Plasenta, Dokter 'Menarik' Rahim Wanita Ini hingga Meninggal
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang wanita berusia 22 tahun bernama Alisa Tepikina dilaporkan meninggal setelah rahimnya secara tidak sengaja ditarik keluar oleh dokter saat ia melahirkan putrinya.

Mulanya wanita dari Rusia itu menjerit kesakitan ketika dokter mencoba melepaskan plasentanya, tetapi ternyata dokter justru mengeluarkan rahimnnya.

Dilansir dari Daily Mail via World of Buzz, akibat kejadian itu, korban mengalami koma dan syok karena serangan jantung.

Sementara itu, untuk mengusut kasus tersebut, telah dilakukan penyelidikan selama 6 bulan dan dokter yang bersangkutan bisa terancam hukuman penjara jika terbukti bersalah.

Untuk membela terdakwa, kepala rumah sakit mengklaim tidak ada tindakan kekerasan kepada pasien oleh dokter. Namun, para ahli medis menolak pernyataan setelah melakukan analisis mendalam.

Ilustrasi melahirkan (Pixabay/9092)
Ilustrasi melahirkan (Pixabay/9092)

Dokter kepala mengatakan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh inversi rahim yang spontan, suatu kondisi medis yang jarang terjadi, yaitu di mana rahim berubah keluar biasanya setelah melahirkan. Gejala kondisi tersebut adalah pendarahan postpartum, sakit perut, massa di Miss V, dan tekanan darah rendah.

Namun, para pakar medis menentangnya. "Dalam kasus Alisa, plasenta seharusnya telah dilepaskan secara manual oleh dokter saat pasien di bawah pengaruh bius, tetapi penarikan tali pusar yang tidak terkontrol atau tidak tepat menyebabkan pembalikan penuh rahim," terang pakar medis.

"Organ-organ wanita yang ditarik keluar, didorong kembali ketika sudah terlambat," lanjutnya.

Rahim diposisikan kembali 4 jam 15 menit kemudian ketika pendarahan masif dan syok yang ireversibel sudah berkembang, bersama dengan gagal jantung.

Baca Juga: Ibu Hamil Keseringan Pakai Ponsel, Risiko Anak Alami Masalah Perilaku Naik

Kesalahan dokter tersebut adalah memperburuk situasi dan menyebabkan hilangnya banyak darah pasien, syok yang ireversibel, gagal jantung, hingga kematian pasien.

Dokter tersebut kini terancam 3 tahun penjara. Sementara bayi korban akan dibesarkan oleh nenek dan kakeknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI