Mengenal Anchorage Alaska, Kota Hijrah yang Punya Siang Hari Cuma 3 Jam

Ade Indra Kusuma

Selasa, 29 Oktober 2019 | 11:30 WIB
Mengenal Anchorage Alaska, Kota Hijrah yang Punya Siang Hari Cuma 3 Jam
Mengenal Anchorage Alaska, Kota Hijrah yang Punya Siang Hari Cuma 3 Jam [Ilustrasi muslim luar negeri foto by shutterstock]

Suara.com - Mengenal Anchorage Alaska, Kota Hijrah yang Punya Siang Hari Cuma 3 Jam.

Komunitas muslim di Anchorage, Alaska, AS kian berkembang. Banyak migran muslim dari berbagai penjuru dunia  hijrah dan menemukan kedamaian di sana.  Apa tantangan hidup muslim di kota terbesar di Alaska?

Anchorage, kira-kira berjarak 10 ribu kilometer dari Mekah, Arab Saudi. Namun, kota ini semakin menarik perhatian karena pertumbuhan muslim di sana.

Banyak migran muslim hijrah ke sana dan menemukan kedamaian di wilayah yang dulunya milik Rusia dan dibeli Amerika itu. Berbagai komunitas muslim terbentuk, dan kini di kota itu, warga muslim bisa menemukan toko kelontong barang-baranag kebutuhan sehari-hari yang halal, restoran halal dan bahkan masjid.

Kota Anchorage, Alaska [Shutterstock]
Kota Anchorage, Alaska [Shutterstock]

Mengutip VOAIndonesia, jumlah warga muslim di Anchorage saat ini memang belum begitu besar. Jika pada tahun 2014, tercatat ada 3000 warga pemeluk Islam, pada akhir tahun 2018 jumlahnya sudah hampir mencapai 4000 orang.

Sam Obeidi, Wakil Direktur Pusat Komunitas Islam Anchorage, mengatakan. komunitas muslim di Anchorage, merupakan salah satu komunitas yang paling fleksibel di AS. Menurutnya, ini karena keberagaman etnis dalam komunitas itu.

Di banyak kota lain di AS, kebanyakan masjid terkait dengan satu kelompok etnis, namun tidak demikian halnya di Anchorage. Karena kecilnya komunitas muslim, kegiatan sholat Jumat, contohnya, diikuti warga dengan berbagai latar belakang etnis.

“Di sini ada orang-orang Arab, orang-orang Gambia, Pakistan, India, Myanmar

Albania, Somalia, Sudan, Mesir, Palestina, Irak, Bangladesh, Myanmar, Rusia, Malaysia, dan bahkan Indonesia," kata Obeidi.

baca juga

Islamic Community Center Anchorage Alaska -demikian masjid itu dinamakan- terletak di sebuah kawasan bisnis, dan bertetangga dengan gereja Presbiterian Korea, sejumlah bengkel mobil, dan restoran. Tidak heran, ketika berada di masjid itu, terdengar beragam bahasa. Kondisi ini sama persis seperti halnya sekolah-sekolah di Anchorage, di mana lebih dari 100 bahasa terdengar sehari-hari.

Menurut Obeidi, Anchorage menarik perhatian banyak muslim, terutama karena pertimbangan ekonomi. Ekonomi Alaska konon tidak terpengaruh resesi. Selain itu, karena program penempatan pengungsi yang digelar pemerintah. Lebih dari setengah populasi Anchorage adalah orang Eropa, sementara sisanya adalah Asia, Afrika, hispanik dan penduduk asli Alaska.

Zakia Chowdhury, warga Anchorage asal Bangladesh mengaku senang hidup sebagai muslim di sana.

“Apapun yang kami lakukan di sana, kami lakukan juga di sini. Kami makan sahur, kami juga berbuka puasa. Kami berpuasa seharian, dan kami melewatkan waktu bersama komunitas, seperti yang kami juga lakukan di kampung halaman. Satu-satunya yang tidak kami temukan di sini adalah suasan seperti di Bangladesh, di mana banyak muslim di lingkungan sekitar kami," kata Chowdurry.

Obeidi tidak menyarankan warga muslim hijrah begitu saja ke Anchorage. Ia mengingatkan, biaya hidup di Anchorage itu luar biasa tinggi. Ia menyarankan, mereka yang ingin hijrah ke Anchorage sebaiknya menemukan pekerjaan terlebih dahulu dan memiliki kerabat yang bisa membantu mereka menjalani hidup hingga mencapai kemapanan.

Menurut Obeidi. karena letaknya yang jauh, dan terbatasnya sarana transportasi, biaya hidup masyarakat Alaska, khususnya untuk bahan-bahan kebutuhan pokok itu menjadi yang tertinggi di Amerika. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Amerika telah berusaha menurunkan harga barang, khususnya di Anchorage dan Fairbanks.

Namun, yang menguntungkan, menurut Obeidi, Alaska adalah negara bagian dengan pajak individu paling ringan di Amerika. Alaska adalah satu dari 6 negara bagian tanpa pajak penjualan barang, dan satu dari 7 negara bagian yang tidak menarik pajak pendapatan perorangan.

Lanskap masjid senja hari yang membawa damai [Shutterstock]
Ilustrasi Lanskap masjid senja hari yang membawa damai [Shutterstock]

Yang juga perlu dipertimbangkan adalah iklim di Alaska. Musim dingin di sana sangat panjang, serta panjang siang dan malam hari sangat berbeda dari negara-negara bagain lain di AS. Walhasil, itu mempengaruhi kegiatan beribadah muslim, khususnya saat bulan Ramadan.

“Pada musim panas, lamanya siang hari di sini bisa mencapai 21 jam. Pada bulan Desember, siang hari bisa jadi tiga jam saja. Kami diberitahu para ulama untuk mengikuti zona standar. Kami mengikuti waktu Mekkah, tempat paling suci bagi kami. Kami berpuasa mulai dari pukul 4 pagi hingga menjelang pukul 7 malam. Kami berbuka puasa, dan melalukan ibadah rutin. Kami sholat lima waktu, sama seperti yang dilakukan orang lain," kata Ataur Chowdhury, salah seorang warga muslim. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanita Ini Ungkap Alasannya Pakai Hijab meski Bukan Seorang Muslim

Wanita Ini Ungkap Alasannya Pakai Hijab meski Bukan Seorang Muslim

Lifestyle | Senin, 28 Oktober 2019 | 19:45 WIB

Sharissa by Wendy Hadir dengan Koleksi Gaya Retro Klasik

Sharissa by Wendy Hadir dengan Koleksi Gaya Retro Klasik

Lifestyle | Senin, 28 Oktober 2019 | 12:42 WIB

10 Langkah Miranda Menandai 10 Tahun Brand RiaMiranda

10 Langkah Miranda Menandai 10 Tahun Brand RiaMiranda

Lifestyle | Kamis, 24 Oktober 2019 | 16:04 WIB

Terkini

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Jogja | Kamis, 24 September 2026 | 17:48 WIB

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:47 WIB

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:45 WIB

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:44 WIB

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:43 WIB

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:40 WIB

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:36 WIB

Terkuak di Sidang Korupsi Kuota Haji! Ini Arti 'Jurus Tendangan Tanpa Bayangan' Eks Dirjen Kemenag

Terkuak di Sidang Korupsi Kuota Haji! Ini Arti 'Jurus Tendangan Tanpa Bayangan' Eks Dirjen Kemenag

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:33 WIB

Anime From Old Country Bumpkin to Master Swordsman Resmi Berlanjut ke Season 3

Anime From Old Country Bumpkin to Master Swordsman Resmi Berlanjut ke Season 3

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:30 WIB

Hadapi Kekeringan, PDAM Makassar Usul Pembangunan Bendung Karet di Sungai Tallo

Hadapi Kekeringan, PDAM Makassar Usul Pembangunan Bendung Karet di Sungai Tallo

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 17:28 WIB

×