Akses Terbatas, Aplikasi Ini Mudahkan Disabilitas Bergerak di Ruang Publik

Ade Indra Kusuma | Vessy Dwirika Frizona
Akses Terbatas, Aplikasi Ini Mudahkan Disabilitas Bergerak di Ruang Publik
Zivanna Letisha, Ira Noviarti selaku Personal Care Director, PT Unilever Indonesia Tbk., Ucok Baba, Daniel Mananta, drg. Kartini Rustandi, perwakilan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia selaku Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga. [Dok Aplikasi Gerak]

Sederet fitur yang ada di aplikasi gerak ini sangat membantu disabilitas

Suara.com - Akses Terbatas, Aplikasi Ini Mudahkan Disabilitas Bergerak di Ruang Publik.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa jumlah masyarakat Indonesia yang kurang melakukan aktivitas fisik kini semakin banyak. Padahal, kurangnya aktivitas fisik dapat mempertinggi risiko beragam Penyakit Tidak Menular dan membuat produktivitas kita sehari-hari semakin menurun. 

Namun tak bisa dipungkiri, salah satu kelompok masyarakat yang masih memiliki keterbatasan untuk bebas bergerak adalah para penyandang disabilitas, karena terbatasnya akses dan fasilitas yang dapat mempermudah mobilitas mereka sehari-hari.

Padahal, mereka memiliki semangat yang sama dengan masyarakat non-disabilitas untuk menunjukkan potensi dan berkontribusi kepada masyarakat luas.

drg. Kartini Rustandi, perwakilan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia selaku Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga mengatakan, di Indonesia, pada tahun 2018 tercatat ada sekitar 30 juta penyandang disabilitas, dan tak bisa dipungkiri bahwa akses dan fasilitas penunjang mobilitas yang dapat membantu mereka bergerak dengan leluasa masih sangat terbatas. 

Untuk mempermudah ruang gerak para penyandang disabilitas, kini hadir aplikasi gerak yang dapat membantu penyandang disabilitas bergerak di area publik.

"Aplikasi Gerak 2.0, sebuah aplikasi mobile yang memungkinkan seluruh lapisan masyarakat untuk menikmati mobilitas dan keleluasaan bergerak melalui fitur-fitur yang semakin disempurnakan dari generasi sebelumnya," kata Ira Noviarti selaku Personal Care Director, PT Unilever Indonesia Tbk., dalam acara bertema Gerak Tak Terbatas beberapa watu lalu.

Sederet fitur yang sangat membantu disabilitas

Ilustrasi aplikasi Google Maps pada sebuah ponsel pintar. [Shutterstock]
Ilustrasi aplikasi Google Maps pada sebuah ponsel pintar. [Shutterstock]

Dalam aplikasi ini, terdapat beberapa menu yang bisa digunakan untuk menunjang mobilitas penyandang disabilitas, diantaranya ‘Gerak Explore’: alat bantuan navigasi yang mengkoneksikan penggunanya dengan lokasi yang ingin mereka tuju berdasarkan Google Map, dilengkapi dengan fitur voice activated untuk memudahkan penyandang disabilitas. 

"Ada pula menu ‘Gerak Count’ untuk menghitung dan menghimpun setiap langkah yang dilakukan oleh masyarakat yang menggunakan aplikasi ini. Rexona memiliki target untuk mengumpulkan 2 miliar langkah yang nantinya akan dikonversikan menjadi donasi berupa kursi roda untuk membantu mobilitas para penyandang disabilitas yang kurang mampu. Artinya sembari aktif bergerak, masyarakat juga bisa aktif berdonasi," tukasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS