Jelang Hari Ibu, Donna Agnesia Bercucuran Air Mata Mengenang Ibunda

M. Reza Sulaiman | Vessy Dwirika Frizona
Jelang Hari Ibu, Donna Agnesia Bercucuran Air Mata Mengenang Ibunda
Donna Agnesia menangis saat mengenang ibunda jelang perayaan Hari Ibu. (Suara.com/Vessy Frizona)

Donna Agnesia tak kuasa menahan kesedihan ketika ditanya tentang mendiang ibundanya yang meninggal 4 tahun lalu.

Suara.com - Jelang Hari Ibu, Donna Agnesia Bercucuran Air Mata Mengenang Ibunda

Bulan Desember identik dengan Hari Ibu. Hari spesial yang dipesembahakan untuk berbagi momen kasih sayang dengan ibu yang telah mengandung, merawat, mendidik, dan membesarkan kita.

Untuk memeringati hari yang jatuh pada 22 Desember itu, banyak cara yang dilakukan setiap anak. Entah dengan memberi kado, menjak berlibur, memposting foto dan video bersama ibu di media sosial, serta masih banyak lagi cara kreatif lainnya untuk menunjukkan rasa kasih sayang kepada ibu.

Jelang perayaan Hari Ibu yang akan jatuh beberapa pekan lagi, presenter ibu kota, Donna Agnesia tak kuasa menahan kesedihan ketika ditanya tentang mendiang ibundanya. Air matanya tumpah, dadanya sesak, dan istri Darius Sinathtrya ini nyaris tidak bisa berkata-kata.

Ditemui Suara.com di salah satu arena bermain di kawasan Jakarta Selatan, Donna Agnesia mengaku masih sedih apabila ditanya soal mendiang sang ibu yang telah pergi meninggalkannya empat tahun lalu.

"Walaupun udah empat tahun lalu meninggalnya, aku masih susah pasti nangis terus kalau ditanya. Karena aku dekat banget. Bahkan sampai aku sudah menikah mama tinggalnya selalu sama aku," ucap Donna sembari menangis.

Ibu dua anak ini mengaku tak pernah membayangkan dirinya akan ditinggal sang ibu secepat ini. Bahkan ia tak tahu apakah bisa bertahan tanpa bersama mama di sisinya.

"Apa-apa selalu sama mama. Jadi aku nggak pernah kebayang gimana kalau mama nggak ada. Apakah aku bisa survive atau nggak. Sampai saat ini aku aja masih belum tahu," ucapnya.

Beruntung, Donna memiliki keluarga yang selalu mendukung dan memberi keuatan umtuk selalu tegar melewati hari-harinya tanpa ada sang ibu di sisiny. Termasuk dukungan anak dan suami.

"Untungnya ada keluarag besar juga anak dan suami yany selalu menguatkan. Jadi aku nggak banyak larut dalam kesediahan. Ya walau bagaimana pun harus diikhlaskan," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS