Ikan Ayu, Kimono, dan Heningnya Iyashi No Sato Nenba di Kaki Gunung Fuji

Vania Rossa

Jum'at, 27 Desember 2019 | 15:09 WIB
Ikan Ayu, Kimono, dan Heningnya Iyashi No Sato Nenba di Kaki Gunung Fuji
Iyashi No Sato Nenba di Kaki Gunung Fuji. (Suara.com/Vania Rossa)

Pesona Musim Gugur

Konon, salah satu waktu terbaik untuk berkunjung ke Iyashi No Sato Nenba adalah saat musim gugur. Saat itu, wisatawan dapat menikmati indahnya perubahan warna daun musim gugur yang disebut momijigari, yang secara harfiah berarti 'berburu daun'.

Saking cantiknya perubahan warna daun yang terjadi saat musim gugur, banyak orang Jepang dan turis yang memang berniat mengumpulkan dedaunan yang telah berubah warna ini. Salah satu yang paling disukai oleh daun maple. Selain karena bentuknya yang unik dan mengingatkan pada bendera Kanada, perubahan warna daun maple juga termasuk yang paling menakjubkan, dimulai dari hijau menjadi kemerahan hingga akhirnya kuning.

Iyashi No Sato Nenba di Kaki Gunung Fuji. (Suara.com/Vania Rossa)
Iyashi No Sato Nenba di Kaki Gunung Fuji. (Suara.com/Vania Rossa)

Ketika warnanya sudah kuning, daun-daun ini akan gugur hingga akhirnya yang tersisa di pohon hanyalah ranting-ranting tanpa daun. Nanti, ketika salju turun, ranting-ranting itu akan kembali cantik berkat hiasan butiran salju yang menempel.

Suara.com bersama rombongan Smartfren International Roaming-Japan Experience, saat itu datang di awal bulan Desember 2019, di awal musim dingin. Meski begitu, kami beruntung karena masih sempat menikmati sisa-sisa pesona musim gugur yang sangat dinantikan oleh jutaan wisatawan.

Hamparan dedaunan berwarna kuning yang berguguran di tanah menjadi background foto yang cantik. Background seperti inilah yang banyak diburu dan dinikmati oleh para wisatawan di Iyashi No Sato Nenba, selain berfoto dengan latar Gunung Fuji yang gagah.

Ikan Ayu dan Teh Botol

Menurut Andi, tour guide yang menemani Suara.com selama perjalanan di Iyashi No Sato Nenba, meski dikenal sebagai pecinta ikan, orang Jepang sangat jarang makan ikan air tawar. Mereka lebih memilih ikan laut dan hewan laut lainnya untuk konsumsi sehari-hari. Nah, ikan Ayu, adalah satu dari sedikit ikan air tawar yang disukai masyarakat Jepang. Mungkin karena ikan Ayu ini hidup di sungai-sungai yang airnya bersih dan mengalir.

Penjual Ikan Ayu di Iyashi No Sato Nenba. (Suara.com/Vania Rossa)
Penjual Ikan Ayu di Iyashi No Sato Nenba. (Suara.com/Vania Rossa)

Di Iyashi No Sato Nenba, ikan Ayu jadi salah satu kuliner setempat yang cukup laris. Ikan seukuran ikan lele kecil ini ditusuk dengan bambu, dibumbui garam, dan dibakar perlahan sampai matang hingga ke bagian dalam. Rasanya mirip ikan asap dengan paduan gurih dan asin. Nikmat, apalagi jika disantap di tengah cuaca dingin. Ikan ayu dijual dengan harga 600 Yen atau Rp 78.600.

baca juga

Selain ikan Ayu, ada juga apel Nagano yang sangat manis rasanya, buah pir yang sangat renyah dan manis, serta jus anggur yang diekstraksi dari 100 persen buah anggur ungu.

Teh Botol dan Mie Sedaap Cup di antara Kuliner Lokal di Iyashi No Sato Nenba. (Suara.com/Vania Rossa)
Teh Botol dan Mie Sedaap Cup di antara Kuliner Lokal di Iyashi No Sato Nenba. (Suara.com/Vania Rossa)

Di antara deretan kuliner lokal yang dijajakan di pedagang kaki lima, Suara.com menemukan Teh Botol Sosro dan Mie Sedaap cup ikut dijajakan di sana. Teh botol kemasan botol plastik ukuran 450 ml dijual dengan harga 650 Yen atau sekitar Rp 85.000.

Tak hanya itu, di depan meja lapak para pedagang di sana, juga bisa ditemukan beberapa tulisan berbahasa Indonesia yang menerangkan tentang kuliner yang mereka jual. Tidak ada alasan khusus kenapa ada makanan/minuman asal Indonesia, atau kertas berbahasa Indonesia di sana. Mungkin, salah satunya karena fakta banyak orang Indonesia, bahkan selebriti, yang sering datang dan jatuh cinta pada keheningan yang disajikan Iyashi No Sato Nenba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kereta Cepat Bertema Hyde L'Arc-en-Ciel di Jepang Curi Perhatian Wisatawan

Kereta Cepat Bertema Hyde L'Arc-en-Ciel di Jepang Curi Perhatian Wisatawan

Lifestyle | Kamis, 26 Desember 2019 | 10:57 WIB

Tips Backpacking ke Furusato Matsuri Tokyo

Tips Backpacking ke Furusato Matsuri Tokyo

Lifestyle | Senin, 23 Desember 2019 | 11:35 WIB

Menjajal International Roaming Smartfren di Jepang, Seberapa Lancar?

Menjajal International Roaming Smartfren di Jepang, Seberapa Lancar?

Tekno | Minggu, 08 Desember 2019 | 08:00 WIB

Terkini

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 14 September 2026 | 21:20 WIB

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:05 WIB

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Video | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

×