Kabar Gembira untuk Si Plontos, 70 Persen Rambut Rontok Bisa Tumbuh Kembali

Risna Halidi Suara.Com
Selasa, 18 Februari 2020 | 16:25 WIB
Kabar Gembira untuk Si Plontos, 70 Persen Rambut Rontok Bisa Tumbuh Kembali
Ilustrasi rambut rontok. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Rambut rontok secara perlahan-lahan dapat menyebabkan kebotakan. Padahal rambut adalah mahkota kepala baik bagi laki-laki maupun perempuan. Berbagai metode memperbaiki kondisi tersebut pun coba dilakukan.

Mulai dari menggunakan shampo khusus antirontok sampai menggunakan tonik rambut dan metode estetika lainnya.

Menurut dr. Frans Hery Widjaja, 70 sampai 80 persen kasus kebotakan sebenarnya bersifat reversible atau bisa tumbuh kembali. "Hanya sebagian kecil yang ireversibble atau alopesia sikatrik (permanen)" kata dokter dari Klinik Wijaya Platinum Lebak Bulus.

Rambut rontok berlebih menjadi penyebab kebotakan pada laki-laki dan perempuan (Suara/Risna Halidi)
Rambut rontok berlebih menjadi penyebab kebotakan pada laki-laki dan perempuan (Suara/Risna Halidi)

Kebotakan permanen ini biasanya dikenal dengan nama Alopecia areata, jenis kerontokan rambut yang disebabkan oleh serangan sistem imunitas tubuh sendiri atau kondisi autoimun. Kondisi ini umumnya terjadi pada kulit kepala dan bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut seperti alis, kumis, dan bulu mata.

Sementara itu, penyebab kerontokan yang menyebabkan kebotakan juga sangat beragam. Salah satunya adalah faktor keturunan atau genetik serta faktor gaya hidup seperti merokok, penggunaan bahan kimia tertentu, hingga paparan sinar matahari berlebih.

Salah satu metode memperbaiki masalah tersebut adalah dengan Smartskin Hair Growth, treatment yang berfokus pada kesehatan rambut baik pada laki-laki maupun perempuan. Metode ini diklaim lebih aman dan lebih efektif 80 persen daripada tindakan penanganan rambut rontok lainnya.

"Ini dibuat dengan racikan coctail bahan khusus yang sudah teruji berdasarkan evidance based yang mumpuni. Dimasukkan dalam alat khusus microneedling (jarum super kecil) sehingga tidak nyeri," kata dr. Frans kepada Suara.com beberapa waktu lalu.

Pasien yang menggunakan metode ini biasanya akan mendapat beberapa kali injeksi di bagian kulit kepala yang mengalami kebotakan dan memerlukan waktu sekitar 60 sampai 90 menit sekali tindakan.

"Lama waktu sudah termasuk anastesi, treatment ini akan memberikan nutrisi langsung pada folikel rambut, merangsang peredaran darah dan yang utama merangsang supaya folikel rambut bisa tumbuh sehat kembali," tambahnya.

Baca Juga: Jika Sudah Ditemukan, BPOM Akan Percepat Izin Edar Vaksin Corona Covid-19

Lebih lanjut ia mengatakan, tidak ada pantangan berat saat menjalani treatment estetika kepala tersebut. Hanya saja, pasien diminta untuk menghindari zat kimia seperti pomade atau pewarna rambut selama masa perawatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI