Terobsesi Menjadi Cantik? Jangan-Jangan Kamu Punya Konsep Diri Negatif

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 25 Februari 2020 | 14:03 WIB
Terobsesi Menjadi Cantik? Jangan-Jangan Kamu Punya Konsep Diri Negatif
Ilustrasi perempuan bercermin, terobsesi menjadi cantik. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Masih ingat kasus kulit perempuan rusak karena losion pemutih abal-abal yang diungkap oleh dokter kulit? Meski sampai saat ini tidak jelas apa merek losion abal-abal tersebut, tapi yang jelas fenomena ini sering terjadi karena banyak orang mendambakan menjadi cantik dengan cara instan.

Tapi, tahukah kamu kalau ternyata terobsesi menjadi cantik itu akibat dari konsep diri kita yang negatif? Hal ini diungkap psikolog Catharina Sri Indah Gunarti, M.Psi, yang menyebut punya tolak ukur cantik disebabkan karena konsep diri seseorang yang negatif.

"Kalau yang negatif seseorang itu jadi kaya bikin syarat. 'Saya akan menjadi cantik kalau saya melakukan apa saja'. Kalau tadi dibilang kulitnya menjadi lebih cerah, harus kurus, berat badan harus berapa, harus kaya model yang langsing banget, kulit saya itu di muka harus bersih tanpa jerawat," ujar Rina beberapa waktu lalu di Jakarta.

Saat semakin banyak syarat menjadi cantik, kata Rina, semakin negatif juga konsep diri orang tersebut, karena merasa banyak memiliki kekurangan yang harus ditutupi, alih-alih ia menerima dirinya apa adanya.

"Jadi itu syarat-syarat yang orang bikin untuk menutupi kekurangannya. Intinya karena konsep dirinya negatif," jelas Rina.

Sementara itu, bagi mereka yang sudah memiliki konsep diri yang positif, mereka akan mudah menerima dirinya yang apa adanya. Tidak hanya menerima penampilan fisik, berdasarkan pemikiran, emosi, dan strata sosial mereka tetap akan bersyukur.

"Kalau positif adalah di mana diri kita itu bisa menerima diri kita yang apa adanya. Dari penampilan fisik. Biasanya yang paling berpengaruh penampilan fisik, karena dilihat orang lain. Ditambah emosinya, spiritualitasnya, kelas sosialnya," terang psikolog dari Pion Clinic itu.

Dari konsep diri yang negatif ataupun positif ini, lalu akan sangat berpengaruh pada seberapa pintar dan mampu orang untuk menahan tidak membeli barang abal-abal, dan menjadi korban produk palsu yang merusak kesehatan kulit.

"Kalau mau dilihat dari situ, kenapa kok sekarang banyak banget tahun 2020, tapi sekarang makin banyak yang jual misalnya di ecommerce, nggak jelas brand apa. Kadang yang dijual yang di plastik itu nggak ada nama brandnya apa, tapi orang itu rela untuk beli," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Olahraga Memang Bagus, Tapi Jangan Sampai Kecanduan

Olahraga Memang Bagus, Tapi Jangan Sampai Kecanduan

Health | Rabu, 18 Desember 2019 | 14:24 WIB

Sudah Dilarang Dokter, Katie Price Nekat Operasi Plastik Lagi

Sudah Dilarang Dokter, Katie Price Nekat Operasi Plastik Lagi

Lifestyle | Minggu, 26 Mei 2019 | 06:25 WIB

Obsesi Hidup Menjadi Barbie, Perempuan Rusia Ini Tidak Punya Teman

Obsesi Hidup Menjadi Barbie, Perempuan Rusia Ini Tidak Punya Teman

Lifestyle | Kamis, 11 April 2019 | 13:30 WIB

Terkini

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

×