Olahraga Memang Bagus, Tapi Jangan Sampai Kecanduan

Rabu, 18 Desember 2019 | 14:24 WIB
Olahraga Memang Bagus, Tapi Jangan Sampai Kecanduan
Ilustrasi perempuan olahraga tenis. (Shutterstock)

Suara.com - Olahraga memang bagus untuk kesehatan. Namun kegiatan fisik ini tentu tidak boleh dilakukan terlalu sering, karena justru dapat memperburuk kesehatan.

Valerie Stephan, sangat menyukai lari atau joging di pagi hari. Ia memulai olahraga ini 10 tahun yang lalu dengan tujuan untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Namun, semakin lama ia justru memprioritaskan olahraga di atas segalanya.

"Aku menyadari bahwa olahraga mengendalikanku, bukan aku yang mengendalikan olahraga. Kontrol itu dengan cepat menjadi obsesi," tuturnya kepada BBC.

Ternyata, obsesinya ini berdampak buruk pada pekerjaan dan segala aspek kehidupannya. "Seiring waktu, olahraga menjadi tidak sehat," sambungnya.

Menurut konsultan psikolog dr. Chetna Kang, dari The Priory Hospital di London utara, kecanduan olahraga berada di bawah kecanduan perilaku, yang mana perilaku seseorang menjadi obsesif, kompulsif, atau menyebabkan disfungsi dalam kehidupan seseorang.

"Sebenarnya, sulit untuk menentukan dengan tepat apa itu kecanduan olahraga," kata seorang konsultan anak dan psikiater remaja berspesialisasi dalam gangguan makan, dr. Caz Nahman.

Ilustrasi perempuan olahraga. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan olahraga. (Shutterstock)

"Olahraga umumnya bermanfaat bagi kesehatan mental, itu cara yang bagus untuk mengelola depresi ringan atau kecemasan berat. Tetapi berolahraga berlebihan dapat berdampak negatif," tutur dr. Nahman.

Gejala dari olahraga berlebihan termasuk cedera, seperti patah tulang karena tendinitis dan sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Wanita berisiko terhadap Female Athlete Triad (FAT), gejalanya yakni hilangnya periode menstruasi, osteoporosis, dan gangguan makan. Sedangkan pada pria, olahraga berlebihan terbukti menurunkan libido.

Baca Juga: Inilah Hal yang Mengganggu Melanie Putria saat Olahraga Lari

Menarik diri dari adrenalin dan endorfin yang dilepaskan saat berolahraga dapat menjadi sangat sulit.

Bagi Valerie, usaha untuk mengurangi jumlah olahraga berdampak kuat pada kesejahteraannya, sering membuat gelisah. Namun, ia sedang masa pemulihan dengan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

"Ini semua tentang melepaskan, tidak terobsesi, belajar untuk tidak mengendalikan segalanya, (dengan) mengatakan, 'kau tidak perlu menjadi sempurna'."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI