Pameran Tunggal, Melati Suryodarmo Gelar Seni Performans 12 Jam Nonstop

Vania Rossa | Lilis Varwati
Pameran Tunggal, Melati Suryodarmo Gelar Seni Performans 12 Jam Nonstop
Pameran Melati Suryodarmo di Museum MACAN.(Suara.com/Lilis Varwati)

Ada 13 karya yang ditampilkan dalam pameran tersebut, berdurasi antara 15 menit hingga 12 jam.

Suara.com - Seniman kontemporer Melati Suryodarmo membuat terobosan baru dalam konsep pameran karya seni. Untuk pertama kalinya, Melati akan menggelar pameran seni performans di dalam museum dengan menampilkan tiga belas karya.

Tak tanggung-tanggung, pameran tunggal itu akan digelar selama tiga bulan berturut-turut di Museum MACAN, Jakarta, mulai 28 Febuari hingga 31 Mei 2020 mendatang.

Melati Suryodarmo. (Suara.com/Lilis Varwati)
Melati Suryodarmo. (Suara.com/Lilis Varwati)

Melati mengungkapkan, seluruh yang dipamerkan merupakan kumpulan karya dirinya selama lebih dari 20 tahun menjadi seniman kontemporer.

"Ada 13 karya, beberapa karya istilahnya performance yang disediakan untuk disajikan oleh performance lain. Tidak untuk akting, tapi untuk mengalami, dirasakan langsung," kata Melati dalam konferensi pers di Museum MACAN, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Pameran Melati Suryodarmo di Museum MACAN. (Suara.com/Lilis Varwati)
Pameran Melati Suryodarmo di Museum MACAN. (Suara.com/Lilis Varwati)

Pameran tersebut diberi tajuk 'Why Let the Chicken Run?' yang juga merupakan karya Melati paling terkenal dan pertama kali ditampilkan pada 2001.

'Why Let the Chicken Run?' menggambarkan sang seniman yang mengejar seekor ayam jantan hitam di area galeri sebagai simbol proses manusia dalam mengejar hal-hal yang diinginkan dalam hidup.

Pameran Melati Suryodarmo di Museum MACAN. (Suara.com/Lilis Varwati)
Pameran Melati Suryodarmo di Museum MACAN. (Suara.com/Lilis Varwati)

Dari seluruh karya yang ditampilkan, 12 performans di antaranya berdurasi antara 15 menit hingga 12 jam. Salah satu karya berdurasi 12 jam merupakan 'I'm a Ghost in My Own House' yang akan ditampilkan pada Sabtu, 29 Febuari 2020 sejak pukul 09.00-21.00 WIB.

Performans itu bercerita tentang Melati yang akan menghancurkan dan menggiling ratusan kilogram arang di atas meja. Karya ini menyampaikan gagasan Melati mengenai energi kehidupan yang dapat disamakan dengan siklus hidup.

Pameran Melati Suryodarmo di Museum MACAN. (Suara.com/Lilis Varwati)
Pameran Melati Suryodarmo di Museum MACAN. (Suara.com/Lilis Varwati)

"Apa harus 12 jam nonton? Tidak. Karena konsep waktu durasi panjang itu adalah proses. Jadi memberi ruang pada sebuah proses. Bagi saya penting sekali hadir bersama pikiran dalam karya seni performans untuk menekankan bahwa ada proses perubahan, ada perbedaan yang muncul, ada energi yang tergerak," paparnya.

Menurut Melati, seni performans memang bersifat radikal. Artinya sebagai puncak dari nilai seni seketika saat itu ditampilkan. Sehingga akan lebih tersampaikan jika disaksikan langsung.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS