Kisah Anggriani, Perawat yang Sukses Bikin Konten Video Edukasi Covid-19

Senin, 06 April 2020 | 10:18 WIB
Kisah Anggriani, Perawat yang Sukses Bikin Konten Video Edukasi Covid-19
Anggriani, perawat asal Medan sekaligus influencer. (Likee)

Suara.com - Menjadi seorang perawat awalnya bukanlah cita-cita Anggriani (29), perempuan asal Medan. Namun pada dasarnya ia menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat.

Setelah menjalani profesi sebagai perawat dan berstatus pegawai negeri sipil (PNS), ternyata profesinya lebih dekat dengan masyarakat dibanding dokter atau profesi lainnya. Dan dari sanalah perempuan yang akrab disapa Anggi ini mulai mencintai profesinya.

"Aku emang suka ketemu orang dan punya passion untuk memberikan pelayanan. Banyak hal yang aku coba mulai jadi dokter, pendeta, sampe guru, hingga akhirnya saat ini aku aktif sebagai perawat. Aku nggak pernah berpikir akan jadi perawat sebelumnya. Setelah menjalaninya, aku bersyukur karena aku bisa lebih dekat dan berhadapan langsung melayani pasien," ujar Anggi dalam rilis Likee beberapa waktu lalu.

Anggi sendiri sudah bekerja selama 8 tahun sebagai perawat. Saat ini, kebetulan rumah sakit tempat ia bekerja merupakan salah satu rumah sakit rujukan virus corona atau Covid-19 Indonesia. Ia jujur mengakui kalau sempat dibuat takut dan khawatir di tengah pandemi ini, apalagi profesinya yang secara otomatis berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

Membaca kisahnya, Suara.com kemudian tertarik mendalami dan mendengar lebih lanjut tentang kisahnya dan kawan-kawan sesama tenaga medis yang berjuang melawan pandemi dari lokasinya langsung.

Sempat mengalami sakit psikosomatis 

Beberapa waktu lalu, usai ada 2 kasus positif yang diumumkan di Indonesia, sebuah kejadian tak disangka juga diungkap Anggi di rumah sakit tempatnya bekerja. Ada seorang dokter sakit gejala Covid-19 usai melakukan perjalanan ke Yarussalem, dan melakukan transit perjalanan dengan pesawat di berbagai negara.

“Awalnya ada dokter rumah sakit kami yang memiliki keluhan kurang enak badan. Kami memberikan perawatan seperti biasa. Lima hari kemudian, pak dokter dijemput ambulans karena keluhan sesak nafas. Setelah ditelusuri, ternyata pak dokter baru saja melakukan perjalanan ke beberapa negara. Berhubung kami belum memiliki alat pendeteksi, hasil tes harus dikirimkan ke Jakarta yang hasilnya keluar sekitar 3 sampai 5 hari. Entah gejala psikosomatis, aku jadi demam dan batuk," cerita Anggi.

Berpikir dipicu gejala psikosomatis, gejala yang muncul saat stres sehingga memengaruhi kondisi fisik, Anggi mengaku kondisi tubuhnya kian memburuk. Demi berjaga-jaga dan mengamankan kondisi yang lainnya, terutama pasien, Anggi diliburkan agar dapat beristirahat di rumah karena gejala batuk dan demam selama 14 hari.

Baca Juga: Perawat di Filipina Ciptakan APD Bertema Teletubbies hingga Star Wars

Saat tahap pemulihan diri, Anggi mendapat kabar bahwa sang dokter meninggal dunia, beberapa jam sebelum hasil tes keluar yang menyatakan sang dokter positif Covid-19.

“Mendengar kabar duka tentang pak dokter, aku dan rekan lainnya terkejut. Kami semua sedih dan menangis bersama. Semenjak itu, karena aku yang tinggal sendiri, aku lebih berhati-hati saat merawat diriku sendiri di masa karantina," ungkapnya.

"Aku banyak mencari referensi dan melakukan segala anjuran untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain untuk kesembuhanku, aku berpikir jika aku semakin cepat membaik, maka aku bisa semakin cepat membantu para pasien," sambungnya.

Harap-harap cemas bertugas di ruang isolasi

Anggraini perawat asal Medan gunakan (dok: Likee)
Anggiani, Perawat yang Sukses Bikin Konten Video Edukasi Covid-19. (Likee)

Anak pertama dari 3 bersaudara itu memang bertugas di ruang operasi dan belum ditugaskan merawat pasien Covid-19. Tapi beberapa waktu lalu, rumah sakit tempatnya bekerja memastikan semua perawat akan mendapat giliran merawat pasien penyakit penular tersebut.

Sebanyak total 12 orang pasien positif Covid-19 menjalani perawatan di rumah sakit tempat ia bekerja. Seluruh pasien tersebut akan dirawat oleh 4 orang perawat yang bekerja secara bergiliran dalam satu shift.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI