Momen Haru Pasangan Dokter 'Menikah' di Tengah Pandemi Covid-19

Bimo Aria Fundrika
Momen Haru Pasangan Dokter 'Menikah' di Tengah Pandemi Covid-19
Pasangan dokter 'menikah' di rumah sakit. (dok: Twitter/@gattago)

Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat sejumlah rencana pernikahan tertunda bahkan bata

Suara.com - Momen Haru Pasangan Dokter 'Menikah' di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat sejumlah rencana pernikahan tertunda bahkan batal. Kondisi ini juga berdampak pada sepasang dokter yang sebelumnya telah merencanakan pernikahan.

Sebelumnya, Dr. Shelun Tsai, seorang OBGYN di Rumah Sakit Universitas Duke, dan Dr. Michael Sun, seorang dokter dalam program psikiatri Duke, telah merencanakan untuk menikah di Carolina Utara setelah mereka bertunangan pada 2016. Tetapi pasangan itu memutuskan untuk menunda di tengah wabah virus.

Hal itu membuat kolega mereka di Rumah Sakit Universitas Duke memutuskan untuk mengadakan upacara peringatan untuk pasangan itu. Teman mereka di rumah sakit membuat semacam kerudung dan gaun Shelun dan menggelar sebuah prosesi 'pernikahan'.

Baca Juga: Selain Paru-Paru, Pasien Covid-19 Alami Kerusakan Jantung, Ginjal, dan Hati

Pasangan dokter 'menikah' di rumah sakit. (dok: Twitter/@gattago)
Pasangan dokter 'menikah' di rumah sakit. (dok: Twitter/@gattago)

Sayangnya, itu bukan pernikahan yang mengikat secara hukum, artinya Shelun dan Michael masih harus mengambil cuti yang sangat dibutuhkan nanti. Tapi jelas hal itu merupakan momen berkesan yang akan diingat keduanya.

Beberapa teman dan keluarga bahkan mendengarkan melalui Zoom untuk menonton upacara. Sayangnya, Michael sendiri juga sangat sibuk untuk menghadiri pernikahan darurat itu. Sehingga ia terhubung melalui aplikasi video call.

"Ketika pernikahan sesama penghuni rumah Anda telah dibatalkan oleh COVID-19, Anda mengenakan APD terbaik untuk upacara rumah sakit @dukeobgyn," demikian tulis Luke Gatta, MD lewat akun @gattago 11 April 2020 .

"Mereka tahu saya menunda pernikahan saya, tetapi orang-orang tidak menyadari bahwa itu adalah hari itu sampai saya berada di sana [di tempat kerja] dan saya mengatakan itu seharusnya tanggal 11 April," kata Shelun seperti dilansir dari Metro UK.

Shelun mengungkapkan bahwa mulanya hal itu dilakukan dengan sederhana dengan para temannya membuat gaun pengantin dan juga kerudung. Lalu mereka juga membawa semacam bunga dan berjalan di lorong rumah sakit.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Lakukan 5 Hal Ini untuk Jaga Kesehatan Mental Anak

‘Mereka benar-benar mulai pada pukul 8 pagi dan di sela-sela perawatan pasien, mereka akan menyelesaikan beberapa hal dan kemudian mengadakan upacara pada pukul 3 sore," ujar Shelun.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS