Kain Tenun Sengkang Jadi Tren, Ini Keunikan Kain Khas Sulawesi

Galih Priatmojo, Amertiya Saraswati

Kamis, 16 April 2020 | 20:10 WIB
Kain Tenun Sengkang Jadi Tren, Ini Keunikan Kain Khas Sulawesi
Kain tenun sengkang (youtube.com/Friday 1259)

Suara.com - Kain Tenun Sengkang Jadi Tren, Ini Keunikan Kain Khas Sulawesi.

Di Indonesia, kain tenun telah menjadi salah satu bentuk tradisi yang diburu banyak orang.

Tak hanya indah, kain tenun juga biasanya memiliki harga mahal karena proses pembuatannya yang rumit.

Salah satu jenis kain tenun yang tengah menjadi trending di jagat maya baru-baru ini adalah kain tenun sengkang.

Nama kain tenun sengkang ini muncul dalam program TVRI Belajar dari Rumah. Di sana, anak-anak SD kelas 4-6 diajak mengenal kaun tenun unik yang berbahan sutra tersebut.

Dirangkum Suara.com dari tayangan 'Belajar dari Rumah', kain tenun sengkang berasal dari Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Kain ini merupakan kain tenun yang dibuat dengan benang sutra, dan merupakan tradisi turun-temurun sejak ratusan tahun silam bagi masyarakat Wajo.

Kain tenun sengkang (youtube.com/Friday 1259)
Kain tenun sengkang (youtube.com/Friday 1259)

Menurut budayawan Sudirman Sabang dalam tayangan Belajar dari Rumah, istilah sutra dan sengkang dapat ditemukan dalam salah satu naskah kuno.

Dari sana pula, diketahui jika kain tenun sutra ini digunakan dalam perkawinan zaman dulu serta memiliki makna simbolik.

baca juga

Penggunaan kain tenun sengkang untuk menghadiri hajatan atau dalam pernikahan juga masih ada hingga sekarang. Selain itu, kain ini juga banyak digunakan saat Hari Raya Lebaran.

Namun, kini kain tenun sengkang juga sudah dijual kepada masyarakat umum maupun wisatawan.

Ini berbeda dengan dulu, di mana kain tenun sengkang dibuat secara terbatas untuk keperluan pribadi dan bukan merupakan barang dagangan.

Kain tenun sengkang (youtube.com/Friday 1259)
Kain tenun sengkang (youtube.com/Friday 1259)

Kain tenun sengkang juga berperan dalam tradisi masyarakat Bugis karena dipakai untuk mendidik anak perempuan zaman dulu.

Bahkan, ada anggapan jika orang Bugis yang tidak pintar menenun maka bisa dianggap belum sempurna.

Melanjutkan tradisi masa lalu, kain tenun sengkang pun masih dibuat dengan alat tenun tradisional hingga kini. Namun, ada pula beberapa yang mulai menggunakan mesin.

Kain tenun sengkang sendiri punya kekhasan dalam warnanya yang terang dan mencolok. Sementara, tiap warna pun memiliki makna berbeda dan hanya boleh dipakai kalangan tertentu.

Warna ini juga dipakai untuk membedakan apakah pemakai kain tenun sengkang merupakan perempuan dan laki-laki lajang atau sudah menikah.

Sementara, kekhasan lain dari kain tenun sengkang dapat dilihat pada tumpal, yang biasanya berbentuk garis-garis vertikal serta motif kembang dan harus memiliki hitungan ganjil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Bocah Bobol Tabungan, Rela Tak Beli Sepeda demi APD Tenaga Medis

Viral Bocah Bobol Tabungan, Rela Tak Beli Sepeda demi APD Tenaga Medis

News | Minggu, 12 April 2020 | 14:57 WIB

Aksi Keren Spiderman Parepare Bagikan Sabun Gratis untuk Cegah Corona

Aksi Keren Spiderman Parepare Bagikan Sabun Gratis untuk Cegah Corona

Video | Rabu, 08 April 2020 | 10:00 WIB

Desa Wisata Lihat Pembuatan Kain Tenun Lombok, Ini 5 Daya Tariknya

Desa Wisata Lihat Pembuatan Kain Tenun Lombok, Ini 5 Daya Tariknya

Lifestyle | Senin, 29 Juli 2019 | 19:00 WIB

Terkini

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 06:00 WIB

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

×