Bosan Parah, Lelaki Ini Bikin Dinding Panjat Tebing di Rumah Saat Lockdown

Risna Halidi | Frieda Isyana Putri
Bosan Parah, Lelaki Ini Bikin Dinding Panjat Tebing di Rumah Saat Lockdown
Ilustrasi olahraga panjat tebing. (Shutterstock/Jackie Smithson)

Ia membutuhkan suatu proyek yang membuatnya tetap waras selama bekerja dari rumah.

Suara.com - Bosan Parah, Lelaki Ini Bikin Dinding Panjat Tebing di Rumah Saat Lockdown

Untuk beberapa orang, lockdown atau kuncian akibat virus corona yang cukup lama telah menjadi kesempatan untuk mencapai tujuan yang lama ingin dicapai.

Salah satunya dilakukan lelaki di Bermondsey, Inggris yang tinggal di sebuah apartemen kecil. Ia membangun panjat tebing di dalam ruangan!

"Aku sudah lama memikirkannya, tapi itu adalah salah satu dari sekian hal yang kupikir takkan pernah kulakukan," kata Max Raymond, dikutip dari Metro UK.

Lelaki berusia 36 tahun ini berkata bahwa sejak lockdown dimulai, ia membutuhkan suatu proyek yang membuatnya tetap waras selama bekerja dari rumah.

Hal ini disebabkan ia sering berolahraga seperti bersepeda, berselancar, berlari, dan memanjat tebing sebelum lockdown. Sehingga tanpa hal-hal tersebut kini ia butuh sesuatu yang aktif secara fisik untuk membuatnya tetap fokus.

Ia membangun dinding panjat tebing tersebut dari semua kayu daur ulang yang ia temukan berserakan di mana-mana. Selain itu, ia membutuhkan bor, sejumlah alat-alat lainnya yang ia beli.

Total biaya yang ia habiskan sebanyak 200 poundsterling atau setara dengan Rp 3,8 juta. Mempertimbangkan ia menghabiskan sekitar Rp 1,2 juta untuk berlangganan panjat tebing, jumlah tersebut tak masalah baginya.

Sebelum membuat, Max menonton banyak video cara membuat panjat tebing di YouTube untuk memberikannya ide kasar dari proses tersebut.

Lelaki Ini Bikin Dinding Panjat Tebing di Rumah Saat Lockdown (Max Raymond/Metro)
Lelaki Ini Bikin Dinding Panjat Tebing di Rumah Saat Lockdown (Max Raymond/Metro)

Menurutnya, video-video tersebut membantu namun semuanya menunjukkan pembuatan pada dinding yang berbeda dengan dinding di apartemennya, ia hanya bisa melakukannya di dinding tangga apartemennya.

Prosesnya meliputi mengebor lubang, memasukkan baut dan menempelkan pegangan ke dinding menggunakan 'jangkar' kimia. Setelah itu mur bisa dimasukkan untuk menguatkan dan bisa menahan berat badan penggunanya.

Max sempat mengalami cedera saat tangannya tak sengaja terkena palu. Robekan di tangannya cukup serius, namun tak begitu parah untuk harus dibawa ke rumah sakit.

"Untungnya cederanya cuma itu," katanya.

Secara umum, teman-temannya mendukung dalam proyek ini. Akan tetapi satu atau dua temannya ada yang mempertanyakan apakah proyek tersebut dapat menurunkan harga apartemennya.

"Mereka benar, hal ini membuat apartemenku jadi lebih murah. Tapi kalau pembelinya suka panjat tebing, aku yakin mereka akan menyukainya," tandas Max.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS