Pakar: Informasi Covid-19 Lebih Menakutkan daripada Penyakitnya

Vania Rossa

Sabtu, 09 Mei 2020 | 18:30 WIB
Pakar: Informasi Covid-19 Lebih Menakutkan daripada Penyakitnya
Profesor Doktor Alo Liliweri, pakar komunikasi dari Universitas Nusa Cendana, Kupang. (Antara)

Suara.com - Di tengah pandemi Covid-19 ini, ada begitu banyak informasi seputar penyakit yang disebabkan oleh virus corona ini berseliweran di media. Tak sedikit informasi Covid-19 ini menakutkan masyarakat, lantaran menyajikan hal-hal yang bersifat negatif.

Tak heran kalau disebutkan informasi Covid-19 yang beredar saat ini lebih menakutkan masyarakat daripada penyakit itu sendiri, demikian dikatakan pakar komunikasi dari Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Profesor Doktor Alo Liliweri.

"Saat ini saya melihat bermunculan orang yang lebih takut informasi mengenai Covid-19 daripada virus itu sendiri," katanya, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (9/5/2020).

Ia mengatakan, informasi tentang pandemi Covid-19 saat ini terlalu banyak masuk ke setiap kepala orang, dan bisa dengan mudah diakses dari media, baik online maupun berbagai jejaring media sosial lainnya.

Hal itu, lanjut dia, yang membuat orang pada titik kebingungan untuk memastikan mana yang benar dan palsu.

"Secara teori, dalam keadaan kebingungan seperti sekarang, orang mulai mencari media alternatif yang bisa lebih dipercaya karena dari berbagai informasi yang masuk membuat orang sulit membedakan mana yang benar, mana yang salah atau palsu," katanya.

Dosen Pascasarjana Undana Kupang itu, mengatakan dalam kondisi seperti ini media arus utama maupun media daring perlu menghadirkan produk pemberitaan yang menyejukkan terkait dengan pandemi Covid-19.

Menurut dia, hal itu penting karena media arus utama maupun media daring bisa mengontrol dirinya dibandingkan dengan jejaring media sosial, seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan lainnya.

Oleh karena itu, katanya, konten pemberitaan perlu diarahkan agar orang bisa merasa senang, bukan senang karena virusnya, tetapi bisa membayangkan masa depan karena merasa tidak binasa karena virus.

baca juga

"Ini penting karena saat ini melalui media sosial, orang-orang sudah tahu berapa orang yang kesulitan makan, yang dipecat dari pekerjaan, yang mengganggur, dan lainnya," katanya.

Alo Liliweri mengharapkan dalam kondisi seperti ini, media massa mampu hadir memberikan harapan positif tentang seperti apa kehidupan setelah pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sabtu 10 Mei 2020, Pasien Covid-19 Sembuh 2.607 Orang, Meninggal 959 Orang

Sabtu 10 Mei 2020, Pasien Covid-19 Sembuh 2.607 Orang, Meninggal 959 Orang

News | Sabtu, 09 Mei 2020 | 16:58 WIB

Bertambah 500 Orang, Kasus Positif Covid-19 Tersebar di 370 Kabupaten/Kota

Bertambah 500 Orang, Kasus Positif Covid-19 Tersebar di 370 Kabupaten/Kota

News | Sabtu, 09 Mei 2020 | 16:30 WIB

Lawan Covid-19, Politisi hingga Atlet Beralih Profesi Jadi Tenaga Medis!

Lawan Covid-19, Politisi hingga Atlet Beralih Profesi Jadi Tenaga Medis!

Health | Sabtu, 09 Mei 2020 | 16:05 WIB

Terkini

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:27 WIB

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:26 WIB

Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP

Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Amuk Api di Cikini Menteng: Lima Rumah Hangus, Ratusan Petugas Berjibaku Tembus Gang Sempit

Amuk Api di Cikini Menteng: Lima Rumah Hangus, Ratusan Petugas Berjibaku Tembus Gang Sempit

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:21 WIB

GJLS: Berapi-Api Laris Manis di Jakarta Film Week 2026, Monty Tiwa Terharu

GJLS: Berapi-Api Laris Manis di Jakarta Film Week 2026, Monty Tiwa Terharu

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Wantimpres Kumpul di Setneg, Bahas Sejumlah Isu untuk Prabowo

Wantimpres Kumpul di Setneg, Bahas Sejumlah Isu untuk Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:20 WIB

×