Duh, Survei Ungkap Banyak Orang Langgar Lockdown Demi Hubungan Seks

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 15 Mei 2020 | 21:10 WIB
Duh, Survei Ungkap Banyak Orang Langgar Lockdown Demi Hubungan Seks
Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock)

Suara.com - Duh, Survei Ungkap Banyak Orang Langgar Lockdown Demi Hubungan Seks

Pembatasan fisik atau dalam istilah lain dikenal lockdown untuk mencegah penularan virus corona memang berat. Semua orang dipaksa untuk membatasi aktivitas luar ruangan.

Tetapi bagi sebagian orang, ada godaan yang terlalu kuat untuk ditolak meski tengah dalam kondisi lockdown. Hal itu ialah seks.

Sebuah survei terhadap 2.000 orang dari IllicitEncounters.com menemukan bahwa satu dari lima orang mengatakan telah melanggar lockdown untuk berhubungan seks.

Ilustrasi hubungan seks. (Shutterstock)

IllicitEncounters.com adalah situs web untuk orang-orang yang ingin berselingkuh, sehingga temuan ini tidak mewakili populasi lainnya. Tetapi, setidaknya di dalam grup ini, lockdown tampaknya tidak menghentikan banyak orang untuk memakainya.

Seperti dilansir dari Metro UK, survei itu menemukan bahwa kelompok terbesar yang melanggar pembatsan (48 persen) adalah pasangan yang memiliki hubungan sebelum lockdown tetapi tidak tinggal bersama. Sementara 22 persen adalah orang-orang yang berselingkuh dengan pasangannya sebelum lockdown dan telah melakukan perselingkuhan

Kemudian, 8 persen yang melanggar lockdown adalah orang yang telah memulai perselingkuhan baru selama krisis dan telah bertemu dengan pasangan baru untuk seks.

Dari mereka yang disurvei, lebih dari setengah dari mereka yang melanggar aturan (61 persen ) telah menyelinap ke rumah pasangan mereka untuk berhubungan seks - atau tempat-tempat lain termasuk mobil, taman dan pantai. Sepertiga (32%) rela pergi tengah malam dan pergi ke rumah pasangan mereka khusus untuk seks.

Meski demikian, kurang dari setengah responden (48 persen ) mengatakan mereka merasa bersalah melanggar pembatasan. Dua pertiga (64 persen) mengatakan mereka akan terus melanggar aturan dan melakukan hubungan seks selama penutupan penuh berlangsung.

baca juga

"Tidak mengherankan bahwa satu dari lima orang [dari survei] telah melanggar lockdown untuk seks. Sangat mudah untuk menyerah pada nafsu birahi, terutama larut malam ketika Anda telah berkomunikasi dengan pasangan yang Anda lihat sebelum lockdown," kata Pakar seks dan hubungan IllicitEncounters.com, Jessica Leoni.

Tapi, satu hal yang perlu diingat, bahwa jika Anda melanggar lockdown, karena alasan apa pun, Anda menempatkan keselamatan diri Anda dan orang yang Anda cintai

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orgasme Tidak Selalu Penanda Seks yang Memuaskan, Benarkah?

Orgasme Tidak Selalu Penanda Seks yang Memuaskan, Benarkah?

Lifestyle | Senin, 11 Mei 2020 | 21:05 WIB

Ini yang Boleh dan Dilarang Dilakukan saat Berhubungan Seks Selama PSBB

Ini yang Boleh dan Dilarang Dilakukan saat Berhubungan Seks Selama PSBB

News | Selasa, 14 April 2020 | 17:06 WIB

Perhatikan Tipe Hubungan untuk Seks Aman saat Pandemi Covid-19

Perhatikan Tipe Hubungan untuk Seks Aman saat Pandemi Covid-19

Health | Rabu, 08 April 2020 | 21:00 WIB

Terkini

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

×