Harkitnas Pertama Digelar di Gedung Agung, Napak Tilasnya dari Masa ke Masa

Silfa Humairah Utami

Rabu, 20 Mei 2020 | 13:47 WIB
Harkitnas Pertama Digelar di Gedung Agung, Napak Tilasnya dari Masa ke Masa
Gedung Agung Yogyakarta. (Shutterstock)

Suara.com - Harkitnas Pertama Digelar di Gedung Agung, Napak Tilasnya dari Masa ke Masa.

Hari Kebangkitan Nasional pertama digelar pada 20 Mei 1948 di, Yogyakarta. Dirayakan di era pemerintahan Presiden Soekarno di Gedung Agung.

Presiden Soekarno menggelar peringatan resmi di Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung dengan diisi pidato di hadapan khalayak umum.

Istana Yogyakarta yang dikenal dengan nama Gedung Agung (bahasa Jawa:Gedhong Ageng) terletak di pusat keramaian kota, tepatnya di ujung selatan Jalan Ahmad Yani dahulu dikenal dengan Jalan Margomulyo. Kawasan istana terletak di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Gedung Agung terletak di Jalan Ahmad Yani,Yogyakarta, ini terletak berhadapan dengan benteng Vredenburg memiliki sejarah panjang sebelum hingga sesudah Indonesia merdeka.

Nah, bicara soal Gedung Agung yuk simak napak tilas dari masa ke masa gedung bersejarah ini dirangkum dari Wikipedia.

Gedung Agung Yogyakarta. (Shutterstock)
Gedung Agung Yogyakarta. (Shutterstock)

Kediaman Pejabat Belanda

Pertama kali adalah serorang Residen Anthonie Hendriks Smissaert, sebagai seorang pejabat Belanda ia bertempat tinggal di tempat tersebut. Lepas Belanda, Jepang datang.

Pada masa Nippon, Gedung Agung lantas diperuntukkan sebagai rumah tinggal Tyookan Kantai pada masa penjajahan Jepang.

baca juga

Kantor Komite Nasional Indonesia (KNI) Provinsi DIY

Menjelang masa kemerdekaan, Gedung Agung kemudian dialih fungsikan sebagai kantor Komite Nasional Indonesia (KNI) Provinsi DIY. Hingga akhirnya dipergunakan sebagi Istana Kepresidenan pasca kemerdekaan Republik Indonesia.

Gedung Agung Dibuka untuk Umum

Di gerbang utama, pengunjung akan disambut oleh raksasa penjaga pintu "Dwarapala" setinggi 2 meter yang berasal dari sebuah Candi Kalasan.

Masuk area Gedung Agung, pengunjung tidak diperkenankan untuk mengambil gambar. Sebab di dalamnya terdapat ruang-ruang untuk berbagai macam acara kenegaraan. Sebut saja ruang Garuda, Ruang Diponegoro, serta Ruang kesenian.

Di dalam komplek Istana ini terdapat 62 arca Budha, Siwa, dan lain-lain yang tersebar di berbagai sudut Gedung Agung. Seperti monumen "Dagoba" dari batu andesit, terletak di serambi depan Istana, serta patung setinggi 3,5 meter berasal dari Desa Cupuwatu daerah Prambanan sebagai pralambang kerukunan beragama yang diwujudkan dalam bentuk Lingga dan Stupa.

Setelah melalui berkali-kali pemugaran akibat gempa bumi, akhirnya Gedung Agung memiliki bentuk seperti yang dapat kita jumpai sekarang ini. Pengunjung pun tidak dipungut biaya untuk masuk alias gratis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Mulai Ramai Beraktivitas Jelang Lebaran, Begini Kondisi Udara Jogja

Warga Mulai Ramai Beraktivitas Jelang Lebaran, Begini Kondisi Udara Jogja

Jogja | Rabu, 20 Mei 2020 | 12:35 WIB

Napak Tilas Sejarah Harkitnas di Museum Kebangkitan Nasional

Napak Tilas Sejarah Harkitnas di Museum Kebangkitan Nasional

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2020 | 12:50 WIB

Patung Didi Kempot, Tanda Cinta Penggemar Sang Maestro

Patung Didi Kempot, Tanda Cinta Penggemar Sang Maestro

Foto | Rabu, 20 Mei 2020 | 08:42 WIB

Terkini

Banyak Dibahas Pakar Kesehatan, Kurangi Bahaya Merokok Lewat Pendekatan Ini!

Banyak Dibahas Pakar Kesehatan, Kurangi Bahaya Merokok Lewat Pendekatan Ini!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

×