Banyak Dibahas Pakar Kesehatan, Kurangi Bahaya Merokok Lewat Pendekatan Ini!

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:30 WIB
Banyak Dibahas Pakar Kesehatan, Kurangi Bahaya Merokok Lewat Pendekatan Ini!
Ilustrasi pentingnya mengurangi rokok. (Pexels/Gökhan Yetimova)

Suara.com - Merokok yang berdampak bagi kesehatan sudah menjadi kebiasaan dari jutaan perokok di Indonesia. Banyak dari mereka yang sulit berhenti merokok, namun ingin mengurangi bahayanya. Bagi mereka, yang dibutuhkan adalah edukasi, pendampingan, serta opsi alternatif. Salah satu pendekatan yang kian banyak dibahas dan didukung berbagai pakar dalam dunia kesehatan adalah tobacco harm reduction (THR) atau pengurangan bahaya tembakau. Pendekatan ini mendorong perokok dewasa untuk mengurangi dampak kesehatan melalui peralihan ke produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan, vape, dan kantong nikotin.

Praktisi Kesehatan dr. Jeffrey Ariesta Putra, Sp.B. menyoroti kesenjangan antara jumlah perokok dan akses terhadap bantuan untuk berhenti merokok. Berdasarkan data 2021 yang dipaparkannya, Indonesia memiliki sedikitnya 70 juta perokok dan 63 persen di antaranya menyatakan keinginan untuk berhenti. Namun, hanya 38 persen perokok yang mendapatkan edukasi atau bantuan untuk menghentikan kebiasaan merokoknya saat mereka datang ke rumah sakit.

“Ada diskrepansi data, jumlah perokok tinggi, mereka datang ke rumah sakit, tetapi sayangnya tidak ditangani atau bahkan tidak teridentifikasi. Gap ini membuat saya bertanya apa yang bisa kita lakukan sebagai tenaga kesehatan. Padahal, edukasi pasien itu penting,” jelas Jeffrey dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA III) 2026 di Jakarta belum lama ini, dikutip Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, tenaga kesehatan dapat memanfaatkan kesempatan ketika pasien menjalani pemeriksaan atau persiapan operasi untuk memberikan edukasi. Pendampingan dapat dilakukan melalui pendekatan 5A, yakni ask (menanyakan kebiasaan merokok), advise (memberikan saran untuk berhenti), assess (menilai kesiapan pasien), assist (membantu proses berhenti), dan arrange (mengatur tindak lanjut).

Menurutnya, THR atau pengurangan bahaya tembakau dapat diintegrasikan ke dalam pendekatan ini sebagai alternatif apabila pasien belum dapat berhenti merokok.

“Agar edukasi berjalan konsisten, kolaborasi lintas profesi itu penting. Kita ingin membentuk sebuah tim yang bisa bekerja sama menjalankan SOP agar pada akhirnya pasien diharapkan dapat mengurangi bahaya merokok,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad), Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D., memaparkan penelitian selama 90 hari terhadap personel marinir yang memiliki kebiasaan merokok.

Dalam kurun waktu tersebut, Amaliya dan tim membandingkan kelompok yang beralih sepenuhnya dari rokok ke produk tembakau alternatif dengan kelompok yang tetap merokok. Penelitian ini mengamati sejumlah indikator, termasuk aliran darah gusi, kondisi gusi, kemampuan mengenali rasa, dan kadar karbon monoksida dalam embusan napas.

“Hasilnya, setelah beralih selama tiga bulan dari rokok ke produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan dan vape atau e-cigarette, peredaran darah di gusinya menjadi lancar. Yang asalnya pembuluh darahnya menyempit, menjadi membaik,” katanya.

baca juga

Menurutnya, kondisi gusi mereka yang beralih ke produk alternatif justru mendekati kondisi gusi orang-orang yang tidak merokok.

Amaliya menjelaskan, perbaikan aliran darah ini merupakan salah satu hasil yang ditemukan melalui penelitian ini. Di samping itu, kelompok personel marinir yang beralih juga menunjukkan perubahan pada kemampuan mengenali rasa dan kadar karbon monoksida dalam embusan napas yang turun dari 14 pada awal penelitian menjadi 5,22 setelah tiga bulan. Sementara itu, kelompok yang tetap merokok memiliki kadar karbon monoksida sekitar 16 pada akhir pengamatan.

“Hasil ini menunjukkan bahwa kadar karbon monoksida pada kelompok yang beralih menurun hingga mendekati tingkat pada orang yang tidak merokok,” tuturnya.

Temuan ini sangat penting karena menurutnya, konsumen dewasa perlu memperoleh edukasi berbasis bukti mengenai perbedaan risiko antara terus merokok dan beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif.

Meski demikian, Amaliya menegaskan hasil pengamatan selama tiga bulan tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan dampak kesehatan jangka panjang.

Memahami perbedaan nikotin dan pembakaran tembakau

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konferensi Pers GJLS: Berapi-Api, Bawa Armada Damkar Asli & Wahana Bus Interaktif ke Epicentrum XXI

Konferensi Pers GJLS: Berapi-Api, Bawa Armada Damkar Asli & Wahana Bus Interaktif ke Epicentrum XXI

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:14 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Inilah Realitasnya

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Inilah Realitasnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Kinaryosih Ungkap Penyesalan Mak Eli Dalam "Putri Jangan Gentayangan Lagi"

Kinaryosih Ungkap Penyesalan Mak Eli Dalam "Putri Jangan Gentayangan Lagi"

Entertainment | Senin, 28 September 2026 | 15:59 WIB

Film "Istimewa" Segera Tayang, Mathias Muchus Sampaikan Pesan Menyentuh dan Berbagi Kisah Syuting

Film "Istimewa" Segera Tayang, Mathias Muchus Sampaikan Pesan Menyentuh dan Berbagi Kisah Syuting

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 17:18 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Membuat BPJS Kesehatan Gratis?

Bagaimana Cara Membuat BPJS Kesehatan Gratis?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Gerindra Buka Suara Usai MA Batalkan Suket SMA Gibran: Selesaikan Secara Konstitusional

Gerindra Buka Suara Usai MA Batalkan Suket SMA Gibran: Selesaikan Secara Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin

Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

OKX Catat Cadangan Kripto US$29,4 Miliar di Laporan ke-48

OKX Catat Cadangan Kripto US$29,4 Miliar di Laporan ke-48

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta

Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Raffi Ahmad Lepas Tangan dari Deklarasi Mahasiswa Bayaran di Bundaran HI, Ini Pengakuannya

Raffi Ahmad Lepas Tangan dari Deklarasi Mahasiswa Bayaran di Bundaran HI, Ini Pengakuannya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah

Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:02 WIB

HP Android Lemot? Ini Cara Mengatasinya Tanpa Perlu Menghapus Semua Data

HP Android Lemot? Ini Cara Mengatasinya Tanpa Perlu Menghapus Semua Data

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:55 WIB

×