Pandemi Covid-19 Jadi Bukti Bahwa Dana Darurat Itu Penting

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 21 Mei 2020 | 18:55 WIB
Pandemi Covid-19 Jadi Bukti Bahwa Dana Darurat Itu Penting
Ilustrasi menabung uang (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 Jadi Bukti Bahwa Dana Darurat Itu Penting

Situasi wabah penyakit berkepanjangaan seperti saat ini sering juga disebut sebagai masa-masa krisis. Bukan hanya menganggu kesehatan fisik, pandemi juga mengganggu kemampuan finansial.

Menurut data Kementerian Tenaga Kerja per 1 Mei 2020, pegawai yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 3 juta orang. Jika pemasukan uang tak menentu dalam situasi krisis saat ini, dana darurat lah yang bisa menyelamatkan.

Dana darurat bisa disimpan dalam tabungan atau disimpan dalam bentuk tunai. Namun, Konsultan finansial Prita Ghozie menjelaskan bahwa tidak semua uang tunai bisa dikatakan sebagai dana darurat.

"Karena tabungan kita pun yang memang kita mau pakai buat beberapa bulan juga bisa dalam bentuk cash," katanya dalam acara Women Fest yang disiarkan langsung melalui akun Instagram Cosmopolitanfm, Kamis (21/5/2020).

Menurut Prita, antara dana darurat dan uang untuk kebutuhan bulanan harus dipisah. Dana darurat harus disimpan tersendiri dan hanya digunakan ketika keadaan tak terduga. Seperti, situasi krisis akibat wabah saat ini, tertimpa musibah, sakit atau juga kecelakaan.

"Jadi bukan cash yang akan kita pakai misalnya dalam dua bulan lagi mesti bayar STNK atau biaya sekolah. Ini benar-benar cash yang tersimpan terpisah, diam dan gak dipegang. Benar-benar hanya dipakai hanya saat darurat," tuturnya.

Prita mengakui bahwa pandemi Covid-19 memang membuat banyak orang jadi sadar akan pengaturan finansial. Namun menurutnya, hal itu harus tetap dipertahankan meski pandemi telah berakhir.

Cara yang bisa dilakukan pertama adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sederhana.

baca juga

"Sekarang jadi banyak banget orang percaya dengan quote yang selalu aku gaungkan yaitu biaya hidup murah, biaya pamer itu mahal," katanya.

Cara kedua, jumlah dana darurat yang paling aman menurut Prita, harus sebanyak 12 kali lebih besar dari kebutuhan hidup per bulan. Hal itu harus sudah mulai dipersiapkan.

Kemudian terakhir, yaitu mengubah persepsi dalam membeli barang.

"Jadi kurang-kurangin deh. Kalau memang uangnya belum cukup terus nambah-nambah cicilan nantinya jadi banyak, penghasilan makin berkurang. Lebih baik kita tunda dulu kalau belum mampu belinya," ucap Prita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angkasa Pura I Cari Mitra untuk Isi Toko di Bandara Ngurah Rai

Angkasa Pura I Cari Mitra untuk Isi Toko di Bandara Ngurah Rai

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2020 | 15:49 WIB

Okan Patuhi Protokol Kesehatan Selama Pandemi Covid-19

Okan Patuhi Protokol Kesehatan Selama Pandemi Covid-19

Video | Kamis, 21 Mei 2020 | 16:20 WIB

Cemas dan Gelisah Selama Pandemi Covid-19, Ini Tips Tidur Nyenyak dari Ahli

Cemas dan Gelisah Selama Pandemi Covid-19, Ini Tips Tidur Nyenyak dari Ahli

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 17:30 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×