Selama Lockdown, Pangeran William Jadi Relawan di Lembaga Kesehatan Mental

Ririn Indriani, Lilis Varwati

Minggu, 07 Juni 2020 | 13:30 WIB
Selama Lockdown, Pangeran William Jadi Relawan di Lembaga Kesehatan Mental
Pangeran William [shutterstock]

Suara.com - Pangeran William mengungkapkan secara sukarela menjadi relawan pada saluran bantuan krisis selama masa penguncian alias lockdown di Inggris.

Duke of Cambridge menjadi sukarelawan di Shout 85258, lembaga yang menawarkan dukungan melalui pesan teks pribadi kepada orang-orang yang mengalami krisis.

Pangeran William mengatakan ikut menjawab pesan setelah dilatih oleh badan amal kesehatan mental tersebut.

Bulan lalu dia memberi tahu sesama sukarelawan dalam sebuah panggilan video, "Saya akan berbagi sedikit rahasia dengan kalian, saya sebenarnya ada di platform sukarela," kata suami Kate Middleton itu.

Mereka yang mengirim SMS sepanjang waktu tidak tahu bahwa mereka sedang berbicara dengan anggota Keluarga Kerajaan. Seperti 2.000 sukarelawan Shout, William menggunakan nama samaran pada platform.

Istana Kensington mengumumkan keterlibatan pangeran untuk menandai Volunteers Week, yang berakhir pada Minggu.

Ratu Elizabeth II memuji pekerjaan para sukarelawan dalam sebuah pesan khusus.

"Ketika Volunteers Week berakhir, melalui tindakan kemurahan hati dan kebaikan mereka, telah mencapai banyak hal untuk kebaikan yang lebih besar. Saya telah mengikuti bagaimana pria dan wanita dari seluruh dunia, termasuk keluarga saya sendiri, telah membantu dan mengakui peran vital relawan," kata Ratu dilansir dari BBC.

"Saya mengirimkan harapan terbaik saya kepada semua orang yang memberikan diri mereka secara bebas dan tanpa pamrih untuk melayani orang lain," tambahnya.

baca juga

Cambridges dan Duke dan Duchess of Sussex membantu meluncurkan Shout 85258 tahun lalu.

Mereka memberikan sokongan dana sebanyak £ 3 juta, setara dengan Rp 53 miliar, dalam layanan melalui Royal Foundation mereka.

Hingga saat ini telah lebih dari 300.000 percakapan teks telah dilakukan pada layanan ini. Sekitar 65 persen dari mereka yang mengirim SMS berusia di bawah 25, kata badan amal itu.

Pelatihan sebagai sukarelawan krisis di Shout menempatkan William di garis depan layanan bagi kaum muda dalam kesulitan.

Beberapa SMS berisikan cerita depresi atau serangan panik. Sebagian besar mengatakan mereka merasa ingin bunuh diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pangeran William dan Kate Laporkan Sebuah Media Inggris, Apa Sebab?

Pangeran William dan Kate Laporkan Sebuah Media Inggris, Apa Sebab?

Lifestyle | Minggu, 31 Mei 2020 | 17:31 WIB

Mulai Senin, Inggris Bolehkan Kelompok Rentan Covid-19 Keluar Rumah

Mulai Senin, Inggris Bolehkan Kelompok Rentan Covid-19 Keluar Rumah

Health | Minggu, 31 Mei 2020 | 14:45 WIB

Pangeran William Khawatir Pandemi Berdampak Panjang Pada Kesehatan Mental

Pangeran William Khawatir Pandemi Berdampak Panjang Pada Kesehatan Mental

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:48 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×