Stigma Buruk Kondom, Kerap Diasosiasikan dengan Seks Bebas

Vania Rossa, Frieda Isyana Putri

Kamis, 18 Juni 2020 | 14:11 WIB
Stigma Buruk Kondom, Kerap Diasosiasikan dengan Seks Bebas
Ilustrasi kondom. (Shutterstock)

Suara.com - Stigma Buruk Kondom, Kerap Diasosiasikan dengan Seks Bebas

Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi khusus pria yang digunakan untuk mencegah kehamilan dan mengurangi risiko terkena penyakit menular seksual. Namun di mata masyarakat Indonesia, kondom mendapatkan stigma buruk dan cenderung dijauhi.

Kondom dinilai sebagai suatu alat untuk melakukan hal-hal yang tidak semestinya dan jauh dari fungsi sesungguhnya.

"Kondom menjadi sangat dimusuhi, karena orang melihat kondom seolah-olah menjadi barang kelas dua yang hanya dipakai untuk nakal," kata Dr. Widya Setyanto, Pakar Sosiologi Masyarakat Perkotaan dalam Webinar 'Saatnya Menjadi Lelaki Andalan: Peduli, Setara, dan Bertanggung Jawab', baru-baru ini.

Padahal menurut Widya, kondom sangat berguna terutama di masa pandemi ini. Sebab kondom meminimalkan kemungkinan para lelaki harus ke dokter untuk memeriksakan diri apabila ada risiko yang terjadi.

"Daripada kita pusing mikirin IUD yang sudah kedaluwarsa, kemudian pil yang nggak bisa didapat karena orang malas ke apotek, ke dokter dan segala macam, kondom bisa dipakai dalam hal ini," lanjutnya.

Ia ingin sekali persepsi tentang kondom diubah bagi para lelaki dan perempuan, bahwa pemakaian kondom baik di masa pandemi dan seterusnya, karena bisa memastikan bahwa dirinya dan pasangan terlindungi.

"Pakailah kondom ketika kamu sayang diri kamu dan orang terdekat kamu," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, ditambahkan oleh Dr. Adi Sasongko, pakar HIV Indonesia, bahwa stigma buruk kondom ini menimbulkan suatu paradoks.

baca juga

Kondom diasosiasikan sebagai alat untuk 'jajan' seks, namun survei pada pelanggan PSK yang dilakukan Adi dan kawan-kawan membuktikan justru yang memakai kondom hanya 20-30 persen saja.

"Kondom sebagai alat pencegahan harus dipakai untuk semua kegiatan seks berisiko. Kalau konsisten pakai kondom, angkanya bisa menjadi lebih kecil," tuturnya.

Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa perlu ada strategi komunikasi yang dibenahi untuk mempromosikan kondom. Seperti tidak lagi mengasosiasikan kondom dengan seks bebas dan mengarahkan pada fungsi sebenarnya dari kondom agar lebih mudah diterima masyarakat.

Menurut Adi, hal lain yang bisa diangkat juga menyoroti soal kondom sebagai alat kontrasepsi sehingga perlu segmen sasaran yang lebih tajam, misalnya pada pasangan muda.

"Kondom itu paling aman, paling tidak berisiko, minim risiko. Jika dilakukan terus menerus dan pendidikan kespro remaja juga sudah mendorong, maka saya optimis stigma kondom itu bisa berkurang," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alat Kontrasepsi Bikin Gemuk, Mitos Atau Fakta?

Alat Kontrasepsi Bikin Gemuk, Mitos Atau Fakta?

Health | Rabu, 17 Juni 2020 | 06:20 WIB

Pandemi, Pabrik di Thailand Siapkan 1,9 Miliar Kondom, Ini Alasannya

Pandemi, Pabrik di Thailand Siapkan 1,9 Miliar Kondom, Ini Alasannya

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2020 | 08:57 WIB

Gegara Lockdown Penjualan Kondom Melorot

Gegara Lockdown Penjualan Kondom Melorot

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2020 | 05:33 WIB

Terkini

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:57 WIB

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:44 WIB

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:42 WIB

DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu

DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT

Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:32 WIB

Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang

Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?

Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:15 WIB

×