Ngeri! Ternyata Ini Proses Keji di Balik Pembuatan Bulu Mata Palsu

Rima Sekarani Imamun Nissa, Amertiya Saraswati

Kamis, 25 Juni 2020 | 12:19 WIB
Ngeri! Ternyata Ini Proses Keji di Balik Pembuatan Bulu Mata Palsu
Ilustrasi pasang bulu mata palsu. (Pixabay/Bru-nO)

Suara.com - Salah satu cara mudah untuk mendapatkan tampilan bulu mata yang lentik dan bervolume adalah dengan menggunakan bulu mata palsu.

Kualitas bulu mata palsu sendiri tergolong beragam. Agar bisa tampil natural, seseorang biasanya akan memilih bulu mata palsu yang bertekstur halus alih-alih yang terbuat dari plastik sintetis.

Meski begitu, hati-hati jika Anda memilih menggunakan bulu mata palsu yang terlihat natural. Pasalnya, bulu mata palsu dengan kualitas baik kemungkinan besar dibuat dari bulu cerpelai.

Melansir laman World of Buzz, beberapa merek yang menggunakan cerpelai sebagai bahan dasar bulu mata palsu biasanya mengklaim bahwa produk mereka "100% bebas dari penyiksaan binatang".

Selain itu, mereka juga menyebutkan bahwa bulu cerpelai tersebut dikumpulkan dengan cara yang aman.

Bulu Mata Palsu dari Cerpelai (youtube.com/PETA)
Bulu Mata Palsu dari Cerpelai (youtube.com/PETA)

Sayangnya, hal ini dibantah oleh organisasi PETA atau People for the Ethical Treatment of Animals. Menurut mereka, proses pembuatan bulu mata palsu dari cerpelai pasti melibatkan penyiksaan pada binatang.

Alasannya, cerpelai dikenal sebagai binatang yang teritorial dan dapat menjadi agresif saat merasa terancam.

Untuk mengatasi hal itu, cerpelai pun harus disimpan dalam kandang yang berada di peternakan khusus.

Selain itu, cerpelai cenderung takut pada manusia. Berbeda dengan hewan peliharaan yang bulunya bisa disisir, cerpelai akan marah jika ada yang mendekati bulu mereka.

baca juga

Akibatnya, para peternak bulu cerpelai pun akan terpaksa menggunakan kekerasan demi memperoleh bahan bulu mata palsu.

Ilustrasi bulu mata palsu. (Shutterstock)
Ilustrasi bulu mata palsu. (Shutterstock)

Investigasi lain mengungkapkan jika cerpelai mungkin saja dibunuh secara sadis demi diambil bulunya.

Salah satu caranya adalah dengan menyetrum cerpelai hingga leher mereka patah dan kulit mereka terkelupas.

Selain untuk membuat bulu mata palsu, bulu cerpelai diketahui juga diambil untuk membuat jaket.

Hal inilah yang membuat para aktivis binatang khawatir jika cerpelai punah di masa depan. Pasalnya, spesies cerpelai Eropa sendiri diketahui hanya tersisa 30.000 di alam liar dan sudah bersatus terancam punah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berang-berang Otter Laut di India Terancam Punah

Berang-berang Otter Laut di India Terancam Punah

Video | Senin, 01 Juni 2020 | 06:00 WIB

Tragis! Konflik dengan Manusia, Ini 4 Hewan Asli Indonesia yang Telah Punah

Tragis! Konflik dengan Manusia, Ini 4 Hewan Asli Indonesia yang Telah Punah

News | Rabu, 27 Mei 2020 | 16:22 WIB

Setelah Kucing dan Anjing, Cerpelai Kini Diketahui Bisa Tularkan Corona

Setelah Kucing dan Anjing, Cerpelai Kini Diketahui Bisa Tularkan Corona

Health | Selasa, 26 Mei 2020 | 14:28 WIB

Terkini

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:26 WIB

Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka

Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:25 WIB

2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?

2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Suzuki XL Terbaru Mulai Diserahkan Kepada Konsumen Jabodetabek

Suzuki XL Terbaru Mulai Diserahkan Kepada Konsumen Jabodetabek

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:19 WIB

Apakah Serum Penumbuh Rambut Aman Digunakan Setiap Hari?

Apakah Serum Penumbuh Rambut Aman Digunakan Setiap Hari?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:15 WIB

×