Akademisi Sebut Pandemi Covid-19 Bisa Jadi Momentum Bangkitnya Smart Nation

Risna Halidi

Minggu, 28 Juni 2020 | 18:37 WIB
Akademisi Sebut Pandemi Covid-19 Bisa Jadi Momentum Bangkitnya Smart Nation
Lulus di tengah pandemi Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Bukan hanya tentang penyakit, pandemi Covid-19 juga dapat menjadi gambaran mengenai bagaimana sebuah bangsa bisa berkembang menjadi sebuah smart nation. Hal tersebut bisa terlihat melalui sistem pendidikan tanpa sekolah, kesehatan tanpa rumah sakit, dan perbankan tanpa bank yang mulai menjadi hal biasa dalam kehidupan sehari-hari.

John Vong, Visiting Research Professor, Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L) Indonesia menjelaskan, konsep smart nation membutuhkan smart people (orang pintar) yang bergantung pada smart education (pendidikan pintar).

"Pelatihan tidak hanya mengacu pada pendidikan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan teknologi dan sains, namun juga mengacu pada ilmu-ilmu yang harus segera diaplikasikan," kata John melalui siaran tertulis kepada Suara.com beberapa waktu lalu.

John menambahkan harus ada pelatihan terhadap guru untuk memastikan bahwa mereka mengerti cara memberikan pelatihan yang tepat kepada murid.

Murid-murid juga harus dilatih untuk bekerja dalam industri baru seperti telemedicine, transportasi online, atau teknologi finansial. Sehingga diharapkan hasilnya dapat membawa bangsa menjadi sebuah smart nation.

Teknologi dan sains juga harus diajarkan bersamaan dengan ilmu-ilmu sosial demi tercapainya sebuah pengembangan tenaga kerja secara holistik.

Sebagai contoh, kata John, menghadiri kelas pemantapan bahasa dapat membantu angkatan kerja muda untuk bekerja dalam lingkungan multikultural dan dapat memberikan mereka berbagai kesempatan baru.

Dalam smart nation, dibutuhkan pula smart health. Kata John, tidak akan suatu bangsa dapat disebut smart atau “pintar” jika warganya kerap terserang penyakit.

Apalagi cuti maupun dispensasi akibat sakit akan mengurangi produktivitas. "Produktivitas yang rendah tidak akan mampu merealisasikan konsep smart nation di suatu negara," kata John.

baca juga

Bangsa yang “pintar” juga harus memiliki smart mobility atau “mobilitas pintar” yang sejatinya meliputi jalan, rel, dan bandar udara. Melihat perkembangan pesat Grab, Uber, dan Gojek sebagai perusahaan-perusahaan terkait smart mobility, infrastruktur dasar menjadi teramat penting.

Kebangkitan smart technology atau “teknologi pintar”, smart education atau “pendidikan pintar”, dan smart transportation atau “transportasi pintar” pada akhirnya akan berinteraksi dengan pilar lainnya, yakni smart finance atau “keuangan pintar”.

Sebuah smart nation memerlukan orang-orang yang tahu cara memahami, menggunakan, dan mengaplikasikan perbankan pribadi. Banyak universitas tidak memiliki mata kuliah terkait personal finance atau “keuangan pribadi”.

"Hal itu sangat disayangkan mengingat keuangan tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan di perusahan finansial, namun juga berguna untuk pengaturan keuangan pribadi," jelasnya.

Secara terpisah, Erakusari D. Ristanti, Postgraduate Researcher, UNAIR Indonesia menjelaskan dibutuhkan dukungan usaha yang sistematis dan terkoordinasi secara komprehensif dalam mengatur pilar-pilar dasar suatu bangsa, yakni pendidikan, kesehatan, transportasi, keuangan, industri, investasi, dan IPTEK.

Agen pemerintahan dan entitas swasta juga harus menyusun ulang prioritas pengembangan institusi mereka.

"Peraturan, birokrasi, dan prosedur administratif harus bekerja secara berkesinambungan.Ketika hal-hal tersebut berjalan secara paralel, maka konsep smart nation berpeluang lebih besar untuk terealisasi," jelasnya, dalam keterangan resmi hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 10 Juta, Disebut Bak Buah Simalakama

Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 10 Juta, Disebut Bak Buah Simalakama

News | Minggu, 28 Juni 2020 | 16:16 WIB

Pakar Jelaskan Bedanya Berpikir Positif dengan Meremehkan Pandemi Covid-19

Pakar Jelaskan Bedanya Berpikir Positif dengan Meremehkan Pandemi Covid-19

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2020 | 14:59 WIB

Masa Pandemi Jadi Waktu yang Tepat Untuk Beli Investasi, Ini Alasannya

Masa Pandemi Jadi Waktu yang Tepat Untuk Beli Investasi, Ini Alasannya

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2020 | 13:53 WIB

Terkini

Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?

Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:30 WIB

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

×