Protokol Kesehatan Apa yang Diterapkan Klinik Kecantikan Saat New Normal?

Risna Halidi

Rabu, 01 Juli 2020 | 16:29 WIB
Protokol Kesehatan Apa yang Diterapkan Klinik Kecantikan Saat New Normal?
Protokol kesehatan era new normal di klinik kecantikan (Dok. Youth & Beauty Clinic)

Suara.com - Tatanan hidup baru atau New Normal di masa pandemi covid-19, membuat banyak masyarakat dipaksa menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat guna terhindar dari virus corona penyebab sakit covid-19.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 juga berhasil menggoyang perekonomian dunia secara keseluruhan. Salah satunya bisnis kecantikan yang memang bersentuhan langsung dengan manusia sehingga memiliki risiko terjadinya penularan virus corona jenis baru tersebut.

Hal tersebut juga yang dirasakan oleh Youth & Beauty Clinic, sebuah klinik kecantikan yang berlokasi di Jakarta Selatan. Akibat pandemi Covid-19, klinik tersebut terpaksa tutup sementara selama dua bulan lebih.

Namun, pada awal Juli 2020 ini, klinik yang berlokasi di Kemang Square tersebut berencana mulai membuka outletnya dengan persiapan yang matang.

"Kami mengutamakan protokol kesehatan dan keamanan yang menjadi keharusan saat new normal ini," jelas dr. Gaby Syerly, M.Biomed (AAM), selaku founder dan penanggung jawab Youth & Beauty Clinic melalui siaran tertulis kepada Suara.com, Rabu (1/7/2020).

Beberapa prosedur standar kebersihan dan kesehatan dan pembatasan jumlah pasien juga dilakukan. Pelanggan akan diminta menggunakan handsanitizer saat masuk ke klinik, melakukan pengecekan suhu, dan mengisi formulir online tentang kondisi tubuh terkini menggunakan scan barcode.

Ada juga fasilitas seperti rapid test gratis dan suntik vitamin C bagi pengunjung klinik.

Selain itu, pihak klinik juga mengatur jadwal pasien dengan memberi jeda waktu, physical distancing di ruang tunggu, mensterilkan ruangan dengan sinar UV atau menyemprotkan cairan disinfektan setiap selesai pasien, mengganti cover bed setiap selesai treatment, beautician selalu menggunakan APD lengkap, dan tidak ketinggalan penyemprotan cairan disinfektan secara berkala ke seluruh ruangan.

Hal yang menarik, setiap perawatan yang mengeluarkan asap seperti laser dan menggunakan karbon, untuk sementara ditiadakan karena dianggap dapat memicu risiko penularan covid-19.

baca juga

Lalu apa sih keluhan utama pelanggan usai masa Pembatasan Sosial Berskala Besar berakhir?

Kata Gaby, banyak pasien merasakan dampak yang kurang baik dari sisi kesehatan kulit, diantaranya kulit makin terlihat kusam, timbulnya jerawat, hingga berat badan yang mengakibatkan postur tubuh terlihat tidak ideal.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut mungkin bisa terjadi dikarenakan stres karena pandemi global, makan makanan berminyak atau gorengan dan waktu tidur kurang teratur karena jam kerja dirumah menjadi tidak beraturan juga.

"Namun tentu saja, hal tersebut bisa diantisipasi dengan skincare rutin di rumah," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Ini, Bandara YIA Raih Penghargaan dari Polres Kulon Progo

Gara-gara Ini, Bandara YIA Raih Penghargaan dari Polres Kulon Progo

Jogja | Rabu, 01 Juli 2020 | 16:23 WIB

New Normal Berhasil Wujudkan Konsep Pendidikan Tanpa Sekolah?

New Normal Berhasil Wujudkan Konsep Pendidikan Tanpa Sekolah?

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 15:37 WIB

Candi Prambanan Kembali Dibuka

Candi Prambanan Kembali Dibuka

Foto | Rabu, 01 Juli 2020 | 15:24 WIB

Terkini

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:03 WIB

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 18:53 WIB

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:51 WIB

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:50 WIB

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Malang | Selasa, 15 September 2026 | 18:48 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 18:46 WIB

×