Ingin Bikin Pakan Kucing Sendiri? Ketahui Plus-Minusnya!

Risna Halidi

Minggu, 05 Juli 2020 | 17:11 WIB
Ingin Bikin Pakan Kucing Sendiri? Ketahui Plus-Minusnya!
Pekerja memberi makan kucing di Kopi Cat Cafe by Groovy Kemang, Jakarta, Senin (1/6)/ ILUSTRASI [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Hewan peliharaan seperti kucing juga membutuhkan nutrisi agar bisa tumbuh optimal.

Kini, pakan kucing juga telah tersedia dalam berbagai pilihan mulai dari membuat sendiri di rumah, hingga membeli makanan kalengan atau makanan kering kemasan praktis lainnya.

Dikutip dari Antara, dokter hewan Novi Wulandari memaparkan fakta di balik makanan rumahan, makanan mentah dan makanan buatan pabrik untuk si anak bulu.

Misalnya, kata Novi, pemilik hewan yang ingin memastikan apakah makanan yang mereka buat sesuai dengan kebutuhan kucing bisa memastikan sendiri berdasarkan organisasi seperti Association of American Feed Control Officials (AAFCO), European Pet Food Industry Federation (FEDIAF) dan World Small Animal Veterinary Association (WSAVA).

Di sisi lain, sempat juga ramai masyarakat yang lebih memiliki memberikan makanan mentah kepada anak kucing mereka. "Ini ngetren tahun 2014 sampai 2017, tapi sangat tidak disarankan," kata Novi dalam webinar Peduli Kucing Sekitar Kita, Minggu (5/7/2020).

Novi menjelaskan, ada risiko kontaminasi parasit dan rawannya kekurangan nutrisi tertentu akibat diberi makanan mentah.

Makanan kucing yang lebih sehat dan aman bisa dibuat sendiri di rumah, namun butuh usaha lebih bila ingin kandungan nutrisinya sesuai dengan rekomendasi.

Kata Novi, kucing butuh pakan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral serta antioksidan.

Kebutuhan nutrisi yang tidak seimbang dapat mempengaruhi kesehatan kucing. Ini berujung kepada usia harapan hidup yang tak sepanjang kucing dengan nutrisi optimal. Kucing yang sehat bisa berusia hingga 17 tahun.

baca juga

Makanan kucing kalengan atau yang sudah dikemas mengandung nutrisi yang relatif lebih lengkap. Namun, pemilik kucing harus teliti dalam membaca keterangan pada label kemasan.

"Enggak semua makanan pabrik sama," kata dia.

Meski demikian, makanan buatan pabrik biasanya harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas setempat, ujar Novi.

Bila makanan kalengan atau kemasan sudah terjamin kualitasnya, kucing tak perlu lagi mendapat asupan vitamin tambahan, karena semua sudah terkandung dalam makanan.

Perihal pilihan makanan kering atau basah, mana saja boleh. Bila ingin lebih praktis, sah-sah saja jika Anda memilih makanan kering saja. Tetapi, pastikan asupan air minum si meong tetap terjaga agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gemes Nggak Ada Lawan, Kucing Ini Anteng Diajak Traveling Naik Pesawat

Gemes Nggak Ada Lawan, Kucing Ini Anteng Diajak Traveling Naik Pesawat

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2020 | 16:00 WIB

Waduh, Ternyata Lelaki Penyuka Kucing Kurang Diminati Perempuan

Waduh, Ternyata Lelaki Penyuka Kucing Kurang Diminati Perempuan

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2020 | 12:38 WIB

Berburu Cacing Sutra di Banjir Kanal Timur

Berburu Cacing Sutra di Banjir Kanal Timur

Foto | Selasa, 30 Juni 2020 | 11:48 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×