3. Ngetren saat PSBB, Begini Cara Berkebun di Rumah
![ILUSTRASI - Abdulrahman (60) saat melakukan perawatan tanaman di atap rumahnya di daerah Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (14/2). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/02/15/11128-berkebun-di-atap-rumah.jpg)
Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat sebagian masyarakat Indonesia harus tetap berkegiatan dari rumah. Untuk memenuhi kebutuhan pangan orang dapat mulai bercocok tanam di rumah.
Pegiat Indonesia Berkebun Winartania menyampaikan, tren bercocok tanam di rumah semakin meningkat selama 2 bulan awal pandemi ini.
4. Berkebun, Solusi Tingkatkan Produktivitas di Tengah Pandemi Virus Corona

Pandemi virus Corona Covid-19 membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan. Untuk itu, berkebun bisa menjadi solusi menyibukkan diri sembari meraih untung.
Ya, bisnis tanaman saat ini sedang berkembang pesat. Di Amerika Serikat, tanaman dianggap sebagai bisnis penting di California yang berada di bawah payung pertanian.
Banyak tempat-tempat pembibitan tanaman dibuka, namun tren penjualan bergeser dari tanaman hias menjadi sayuran untuk dimakan.
"Saya perhatikan ada peningkatan besar dalam penjualan sayuran. Sebelumnya pada dasarnya kami dikenal karena menjual tanaman yang tahan terhadap iklim kering, seperti semak-belukar, pohon, dan kaktus. Kini penjualan sayur-sayuran kami meningkat," kata pemilik Dry Garden, Richard Ward, dilansir VOA Indonesia.
5. Manfaat Berkebun Hidroponik Untuk Menurunkan Stres

Penyiar radio swasta di Jogjakarta, Rahmat Ramadhan memilih bercocok tanam dengan metode hidroponik untuk turunkan stres.
Menurutnya, dengan bercocok tanam selain dapat menurunkan stres, juga bisa dimanfaatkan untuk menikmati waktu untuk diri sendoro. Bahkan, Rahmat menggunakan kegiatan bercocok tanam sebagai meditasi.