Anaknya Suka Berisik saat WFH, Ibu Ini Curhat Kecewa Dipecat Bosnya

Rima Sekarani Imamun Nissa
Anaknya Suka Berisik saat WFH, Ibu Ini Curhat Kecewa Dipecat Bosnya
Ilustrasi resign, berhenti bekerja. (Shutterstock)

Dia dipecat karena dianggap tidak becus membuat anaknya tetap tenang saat kerja di rumah.

Suara.com - Banyak masalah ekstra yang mesti dihadapi saat work from home (WFH) atau kerja dari rumah, terlebih bagi para ibu yang sudah memiliki anak. Mirisnya, seorang ibu bernama Dris Wallace malah dipecat begitu saja karena anak-anak dianggap terlalu berisik saat WFH.

Melansir Daily Star, Dris adalah seorang blogger dan account executive yang mulai bekerja dari rumah pada pertengahan Maret lalu karena pandemi Covid-19. Dia membantu bosnya mengurus klien mereka sambil menjaga putrinya yang berusia empat tahun, Dani, dan juga Dylan, sang putra yang baru berusia setahun.

Perempuan asal California, AS, ini bertugas menerima sejumlah panggilan bisnis pada siang hari. Dia bekerja tanpa lelah demi memenuhi tenggat waktu tapi bosnya malah mempermasalahkan anak-anak Dris yang berisik selama sang bos menelepon.

Dris sudah berusaha mencari solusi. Dia juga merasa pekerjaannya masih bisa ditangani dengan baik karena tidak ada klien yang komplain. Namun, dirinya kaget saat mengetahui dia akhirnya dipecat.

Baca Juga: Universitas Ini Larang Karyawan Mengasuh Anak saat WFH

Ibu dua anak dipecat karena bos tak suka anak-anaknya berisik saat WFH. (Instagram/@moderncalimom)
Ibu dua anak dipecat karena bos tak suka anak-anaknya berisik saat WFH. (Instagram/@moderncalimom)

Dris membagikan ceritanya melakui unggahan Instagram. Dia menyertakan foto bersama kedua anaknya. Si sulung tampak membawa papan bertuliskan, "Ibuku dipecat karena bosnya tidak suka mendengar suaraku di belakang."

Lewat akun @moderncalimom, dia mengungkapkan, "28 hari lalu saya merasa cukup mendapatkan diskriminasi bahwa bos saya memberi tahu saya bahwa dia tidak baik-baik saja dengan mendengarkan anak-anak saya di belakang saat telepon."

Sang bos meminta Dris mencari cara agar anak-anaknya bisa lebih tenang selama dirinya WFH. Dia pun mencoba berkonsultasi dengan bagian HRD dan menceritakan apa yang terjadi selama tiga bulan terakhir. Namun, tak disangka tujuh hari setelah itu, dia malah dipecat.

Dris jelas kecewa. Saat mulai menerapkan WFH, perusahaannya berjanji akan memahami kondisi karyawan dan mereka bisa bekerja sesuai jadwal orang. Namun, kenyataaannya sangat bertolak belakang.

Ilustrasi bekerja/karier/kerja/karyawan. (Pexels/Energepic)
Ilustrasi bekerja. (Pexels/Energepic)

"Saya merasa hancur. Saya telah menyerahkan waktu berjam-jam, menangis, berkeringat, menunda memberi anak saya camilan ketika dia menginginkannya karena bos saya membutuhkan saya untuk melakukan sesuatu dengan segera. Dan apa yang saya dapatkan sebagai balasannya? DIPECAT," ungkapnya.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Burnout Syndrome, Saat WFH Bikin Stres Tak Terkendali

Dris kini berusaha memperjuangkan haknya dan para ibu yang bernasib sama dengannya di masa sulit ini. Dia berharap tidak ada lagi ibu bekerja yang mengalami diskriminasi seperti dirinya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS