Jangan Sentuh Payudara Saat Berhubungan Seks Usai Melahirkan, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Senin, 20 Juli 2020 | 22:03 WIB
Jangan Sentuh Payudara Saat Berhubungan Seks Usai Melahirkan, Kenapa?
Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock)

Suara.com - Membangun suasana intim hingga bisa kembali berhubungan seks tentu bukanlah hal mudah. Apalagi pada masa nifas, suami sama sekali tidak boleh melakukan hubungan intim.

Selain itu, usai masa nifas, gairah seksual perempuan seringkali berkurang karena ia sedang dalam masa menyusui. Menurut Dokter sekaligus Seksolog dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS ini adalah hal yang normal.

"Yang pertama, para ayah harus sadar bahwa hormon menyusui itu menekan hormon estrogen atau hormon seks. Sebenernya itu mekanisme alami, supaya si bunda itu bener-bener bisa menyusui dengan cukup untuk si bayi," ujar dr. Boyke dalam diskusi instagram LIVE @sensitif_id beberapa waktu lalu.

Dokter berusia 63 tahun ini tidak mempermasalahkan jika suami mencoba merangsang istri dengan menyentuh titik-titik sensitif. Tapi pada momen setelah melahirkan dr. Boyke memperingatkan untuk menghindari area payudara.

"Yang dibutuhkan adalah sentuhan pada titik sensitif, khususnya jangan pada daerah sekitar payudara, jangan. Karena itu akan dipakai oleh si bayi untuk menyusui," ungkapnya.

Selain diperuntukkan khusus untuk bayi, jika area payudara dipaksa untuk merangsang dan disentuh bukannya menciptakan sensasi terangsang, maka bisa jadi itu sangat menyakiti si perempuan.

"Jadi pada daerah leher pada daerah pusar, kecuali payudara. Kalau pada payudara kasihan istrinya, dia selain sakit air susu juga keluar, jadi seksnya juga tidak nikmat lagi," paparnya.

Seks adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan perlahan untuk perempuan yang baru melahirkan karena gairah seksualnya pasti akan menurun. Sentuhan juga harus dilakukan perlahan selayaknya pengantin baru, disarankan juga mencari area sensitif baru selain payudara.

"Selain sentuhan dan ciuman, jangan lupa juga mulai mencari titik-titik sensitif baru selain pengganti payudara. Kaki, bagian paha bagian dalam atau betis itu juga bisa sebagai pengganti daripada payudara," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Konsumsi Makanan Tinggi Serat Bisa Kurangi Risiko Kanker Payudara

Studi: Konsumsi Makanan Tinggi Serat Bisa Kurangi Risiko Kanker Payudara

Health | Jum'at, 17 Juli 2020 | 14:46 WIB

Kenapa Ukuran Payudara Kiri dan Kanan Ibu Menyusui Cenderung Berbeda?

Kenapa Ukuran Payudara Kiri dan Kanan Ibu Menyusui Cenderung Berbeda?

Health | Kamis, 16 Juli 2020 | 15:27 WIB

Studi: Berhubungan Seks Seminggu Sekali Turunkan Risiko Penyakit Mematikan

Studi: Berhubungan Seks Seminggu Sekali Turunkan Risiko Penyakit Mematikan

Health | Kamis, 16 Juli 2020 | 22:10 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×