Disebut Tidak Islami, Mending Intip Resep dan Cara Buat Klepon di Rumah

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 21 Juli 2020 | 14:59 WIB
Disebut Tidak Islami, Mending Intip Resep dan Cara Buat Klepon di Rumah
Kue klepon. (Instagram/@tintinrayner)

Suara.com - Siapa tidak kenal klepon, jajanan pasar unik yang pecah di mulut saat digigit. Baru-baru ini kue yang satu ini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Ini lantaran gambar yang diunggah oleh akun @memefess, yang menyebutkan jika jajanan tradisional bertabur kelapa itu bukanlah makanan yang islami. Alhasil, Klepon menjadi salah satu trending topic di Twitter pada Selasa, (21/7/2020).

Gambar yang tersebar di sosial media tersebut tertulis "Kue klepon tidak Islami. Yuk tinggalkan jajanan yang tidak Islami dengan cara membeli jajanan Islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami..".

Gus Ma'aruf Khozin menanggapi soal klepon tidak islami. (Facebook/Ma'aruf Khozin)
Gus Ma'aruf Khozin menanggapi soal klepon tidak islami. (Facebook/Ma'aruf Khozin)

Masih belum jelas darimana dan siapa pembuat gambar tersebut. Namun, di bagian bawah tertulis nama "Abu Ikhwan Azis".

Nah, dibanding meributkan suatu hal yang tidak pasti dasarnya, lebih baik jika kita membuat jajanan ini sendiri di rumah. Caranya gampang, bahannya juga simpel dan mudah dicari.

Ini dia resep kue klepon yang dibagikan oleh Tintin Rayner melalui akun instagramnya @tintinrayner.

Bahan-bahan :

  • 250 gr tepung ketan
  • 50 gr tepung beras
  • Daun pandan, blender dengan air secukupnya
  • Gula merah, disisir secukupnya
  • Kelapa parut secukupnya, kukus kira-kira 20 menit agar tidak mudah basi

Cara membuat :

  1. Campur tepung ketan dan tepung beras dengan air pandan. Uleni hingga adonan bisa dipulung. Jangan terlalu kering agar bola-bola klepon tidak gampang bocor nantinya.
  2. Isi adonan dengan gula merah sisir, bulatkan.
  3. Panaskan air hingga mendidih, masukkan bola-bola. Jika bola-bola mengapung, tandanya sudah matang. Tiriskan.
  4. Gulingkan bola-bola di kelapa parut.
  5. Sajikan.

Kelapa parut boleh ditambah garam ataupun tidak. Namun menurut Tintin Rayner, gula merah sudah memiliki rasa asin sehingga tidak masalah jika kelapa parutnya tidak diberi garam.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klepon Sempat Disebut Jajanan Tak Islami, Akun Ini Sebut Sudah Jadi Mualaf

Klepon Sempat Disebut Jajanan Tak Islami, Akun Ini Sebut Sudah Jadi Mualaf

Jogja | Selasa, 21 Juli 2020 | 14:30 WIB

Kue Klepon Disebut Tidak Islami, Ulama Madura: Tinggal Masukkan Biji Kurma

Kue Klepon Disebut Tidak Islami, Ulama Madura: Tinggal Masukkan Biji Kurma

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 13:43 WIB

Klepon Dibilang Bukan Jajanan Islami, Warganet Protes

Klepon Dibilang Bukan Jajanan Islami, Warganet Protes

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2020 | 11:56 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×