Ngeri, Jumlah Sampah Plastik Diprediksi Meningkat Tiga Kali Lipat pada 2024

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 24 Juli 2020 | 13:25 WIB
Ngeri, Jumlah Sampah Plastik Diprediksi Meningkat Tiga Kali Lipat pada 2024
Ilustrasi: Sampah plastik. (Shutterstock)

Suara.com - Jumlah sampah plastik yang berakhir di lautan dunia bisa hampir tiga kali lipat pada tahun 2040. Oleh karena itu butuh tindakan besar untuk mengatasi masalah tersebut, para peneliti telah memperingatkan.

Dilansir dari Metro UK, tim pakar global telah mengembangkan model untuk melacak aliran plastik di seluruh dunia dan memprediksi apa yang akan terjadi dalam beberapa dekade mendatang.

Sampah plastik di laut
Sampah plastik di laut

Penelitian menunjukkan jumlah plastik yang akhirnya mencemari laut akan meningkat dari 11 juta ton per tahun pada 2016 menjadi 29 juta ton pada tahun 2040 jika tidak ada langkah-langkah mitigasi yang dilakukan.

Karena plastik dapat tetap berada di lautan selama ratusan tahun. atau lebih, itu dapat menyebabkan penumpukan polusi yang besar yang dapat membahayakan satwa liar, mencemari rantai makanan, dan memengaruhi produktivitas perikanan dan akuakultur.

Jumlah kumulatif plastik di lautan dunia bisa mencapai 600 juta ton, kata studi itu. Bahkan jika pemerintah dan perusahaan memberlakukan komitmen saat ini untuk mengatasi masalah, dari memperkenalkan larangan dan standar produk hingga berinvestasi dalam daur ulang dan membatasi perdagangan limbah plastik, itu hanya akan mengurangi jumlah yang masuk ke lautan sebesar 7 persen.

Tetapi perubahan sistem terhadap cara penanganan plastik, menggunakan intervensi yang ada, dapat mengurangi jumlah hingga 80 persen jika dibandingkan dengan tidak melakukan apa-apa, kata laporan itu.

TIndakan itu melibatkan pengurangan yang signifikan dalam produksi plastik, menggantikan beberapa plastik dengan bahan lain, membuat lebih banyak kemasan dapat digunakan kembali atau didaur ulang, dan meningkatkan pengumpulan limbah di negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah.

Melakukan hal itu juga dapat memangkas emisi gas rumah kaca, mengurangi biaya untuk bisnis dan pemerintah, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di sektor ini, studi berpendapat.

Masalah plastik adalah karena populasi yang tumbuh menggunakan lebih banyak plastik per orang, pergeseran ke bahan bernilai rendah dan tidak dapat didaur ulang, dan peningkatan konsumsi plastik negara-negara dengan tingkat pengumpulan sampah yang rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Buang Botol Plastik! Ubah Jadi Pot Tanaman, Yuk!

Jangan Buang Botol Plastik! Ubah Jadi Pot Tanaman, Yuk!

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2020 | 20:22 WIB

Bayar Sekolah Pakai Sampah Plastik

Bayar Sekolah Pakai Sampah Plastik

Foto | Kamis, 16 Juli 2020 | 14:39 WIB

Limbah Covid-19: Sampah Masker dan Sarung Tangan Mengotori Laut

Limbah Covid-19: Sampah Masker dan Sarung Tangan Mengotori Laut

Video | Minggu, 12 Juli 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Wisata Spiritual di Jakarta: Dari Tzu Chi hingga Taman Doa, Perjalanan Menenangkan di Tengah Kota

Wisata Spiritual di Jakarta: Dari Tzu Chi hingga Taman Doa, Perjalanan Menenangkan di Tengah Kota

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 09:50 WIB

5 Krim Kolagen untuk Atasi Penuaan Usia 40 Tahun ke Atas, Bikin Kulit Kencang

5 Krim Kolagen untuk Atasi Penuaan Usia 40 Tahun ke Atas, Bikin Kulit Kencang

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 09:49 WIB

5 Parfum Mykonos untuk Pria dengan Aroma Maskulin

5 Parfum Mykonos untuk Pria dengan Aroma Maskulin

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 09:15 WIB

5 Cushion dengan Isi Paling Banyak, Lebih Awet dan Tidak Cepat Retak

5 Cushion dengan Isi Paling Banyak, Lebih Awet dan Tidak Cepat Retak

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 08:25 WIB

Siapa Sebenarnya Saleh Daulay? Pria yang Cecar Menpar Widiyanti saat Rapat DPR Soal Anggaran

Siapa Sebenarnya Saleh Daulay? Pria yang Cecar Menpar Widiyanti saat Rapat DPR Soal Anggaran

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 08:05 WIB

5 Pilihan Bedak Tabur Harga di Bawah Rp50 Ribu untuk Harian

5 Pilihan Bedak Tabur Harga di Bawah Rp50 Ribu untuk Harian

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 07:26 WIB

5 Sepatu Recovery Run Lokal Sekelas Asics Superblast 2, Mulai Rp300 Ribuan

5 Sepatu Recovery Run Lokal Sekelas Asics Superblast 2, Mulai Rp300 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 07:11 WIB

Berapa Biaya Melewati Selat Hormuz? Ini Update Negara yang Boleh Lewat

Berapa Biaya Melewati Selat Hormuz? Ini Update Negara yang Boleh Lewat

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 07:03 WIB

4 Zodiak yang Paling Bersinar 10 April 2026, Siap-siap Banjir Keberuntungan!

4 Zodiak yang Paling Bersinar 10 April 2026, Siap-siap Banjir Keberuntungan!

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 06:52 WIB

6 Shio Paling Beruntung Hari Ini 10 April 2026, Rezeki Mengalir Deras

6 Shio Paling Beruntung Hari Ini 10 April 2026, Rezeki Mengalir Deras

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 06:35 WIB