Ini Operasi Pembersihan Laut Terbesar, Angkut 100 Ton Sampah Plastik

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Ini Operasi Pembersihan Laut Terbesar, Angkut 100 Ton Sampah Plastik
Pengangkutan sampah plastik. [Oceanvoyagesinstitute.org]

Operasi pembersihan lautan baru-baru ini telah mengangkut sekitar 103 ton sampah plastik dan jaring ikan.

Suara.com - Operasi pembersihan lautan baru-baru ini telah mengangkut sekitar 103 ton sampah plastik dan jaring ikan, dari Great Pacific Garbage Patch yang terletak di antara pantai California dan Hawaii.

Pembersihan tersebut dilakukan selama 48 hari oleh Ocean Voyages Institute yang mengatakan bahwa ini adalah pembersihan laut terbuka terbesar dalam sejarah.

Selain mengangkut sejumlah besar sampah konsumen, objek-objek lain yang termasuk dalam pembersihan itu juga mencakup peralatan penangkapan ikan komersial dan jaring harimau yang dibuang sembarangan ke laut. Sayangnya, sampah plastik ini telah merenggut beberapa korban saat ditemukan sejumlah kerangka kura-kura terbungkus tali.

"Kami melampaui target kami dalam menjaring 100 ton plastik dan di masa-masa yang penuh tantangan ini, kami terus membantu memulihkan kesehatan lautan kita," ucap Mary Crowley, pendiri dan direktur eksekutif Ocean Voyages Institute, seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (7/7/2020).

Great Pacific Garbage Patch dapat ditemukan antara Hawaii dan California di salah satu daerah paling terpencil di Samudera Pasifik. Diperkirakan itu berisi sekitar 80.000 ton sampah plastik, yang sebagian besar berasal dari penangkapan ikan komersial dan operasi maritim. Tambak sampah ini dibentuk oleh arus laut yang berputar, yang menyapu plastik menjadi satu area.

Diprediksi hingga 12,7 juta ton plastik memasuki lautan Bumi setiap tahun, dengan jumlah total 150 juta ton yang saat ini beredar di lingkungan laut.

Ilustrasi sampah plastik menumpuk (shutterstock)
Ilustrasi sampah plastik menumpuk. (shutterstock)

Mulai dari flekmikroskopis mikroplastik hingga jaring raksasa, semua sampah yang tidak terurai ini menjadi ancaman nyata bagi keanekaragaman hayati laut. Dalam salah satu contoh yang sangat mengejutkan, para ilmuwan di Filipina menemukan seekor paus sekarat yang menelan lebih dari 40 kilogram sampah plastik, termasuk karung es, tas belanjaan, dan tas perkebunan.

Di sisi lain, yang mengkhawatirkan dalam sebuah laporan ilmiah baru-baru ini telah mendokumentasikan setidaknya empat paus sperma, tiga paus paruh, dua paus balin, dan lima cetacea lain berenang di dalam Great Pacific Garbage Patch, di mana pembersihan sampah baru-baru ini terjadi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS