Mencecap Coto Makassar, Menu Andalan di Hari Raya yang Bikin Lidah Menari

Chandra Iswinarno

Jum'at, 31 Juli 2020 | 15:54 WIB
Mencecap Coto Makassar, Menu Andalan di Hari Raya yang Bikin Lidah Menari
Coto Khas Makassar. [Suara.com/Aidil]

Suara.com - Perayaan Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu hari yang paling ditunggu-tunggu umat muslim. Sebab pada momentum tersebut, biasanya para kerabat yang berjauhan akan saling berkunjung untuk bersilaturahmi.

Selain dapat mempererat tali silaturahmi, kerabat yang berkunjung juga sudah pasti akan disugukan berbagai aneka makanan. Untuk di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, ada hidangan khas Makassar yang paling diburu saat hari lebaran tiba, yakni Coto Makassar.

Hidangan tersebut sudah melegenda di kalangan masyarakat Suku Bugis Makassar dan menjadi menu wajib di setiap hari lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha.

Coto Makassar merupakan hidangan dari daging sapi yang sudah direbus kemudian diiris-iris. Potongan-potongan daging sapi tersebut kemudian dihidangkan bersama kuah yang sudah diracik secara khusus dengan memakai bumbu rempah-rempah pilihan.

Biasanya, menu andalan Suku Bugis Makassar yang sudah terkenal di berbagai penjuru wilayah ini, dihidangkan ke dalam sebuah mangkuk. Sebagai pelengkap, di atas hidangan khas Makassar atau Kota Daeng ini ditaburi bawang goreng dan daun bawang yang sudah dipotong kecil-kecil.

Untuk menambah cita rasa, para penggila kuliner khas Makassar ini dapat menambahkan perasan air jeruk nipis sesuai dengan selera agar rasanya lebih menggila di lidah. Hidangan Coto Makassar ini, lebih cocok disantap dengan ketupat maupun lontong.

Salah satu warga bernama Rosdiana (50) mengatakan untuk setiap momentum hari Lebaran, ia memang sering mengadakan open house di kediamannya. Menu andalan yang disediakan untuk para tamu di momentum lebaran tersebut ialah Coto Makassar.

"Saya sendiri yang buat ini (Coto Makassar), memang open house di sini setiap lebaran. Iya ini (Coto Makassar) menu andalan setiap lebaran," kata Rosdiana kepada Suara.com saat ditemui di rumahnya, Jalan Kerung-kerung Kota Makassar, Jumat (31/7/2020).

Rosdiana menuturkan, agar daging sapi hidangan Coto Makassar tersebut terasa empuk dalam setiap gigitan, daging harus direbus dalam waktu satu jam.

baca juga

"Daging dimasak pakai air beras ditambah daun salam 10 lembar. Terus diiris-iris kalau sudah matang," ujar dia.

Sementara tingkat kesulitan dalam pembuatan Coto Makassar ini, kata dia, terletak pada pembuatan kuahnya. Hal itu karena banyak bumbu rempah-remah yang digunakan untuk menghasilkan kuah yang nikmat di lidah.

"Tidak gampang. Yang sulit itu bumbunya, karena banyak. Mulai dari sereh, lengkuas, jahe, bawang putih, jintan, merica, ketumbar, santan, telur, mentega dan susu," kata dia.

Dia menambahkan, semua rempah tersebut kemudian diolah menjadi satu dan direbus dalam air.

"Sereh, lengkuas, jahe, dan bawang putih itu diblender semua, setelah itu ditumis lagi sampai kering. Kalau ketumbar, jitan, digoreng tanpa pakai minyak sampai aromanya harum, terus diaduk semua bumbunya ke dalam air. Ini resep Coto Babul Janna," katanya.

Kontributor : Muhammad Aidil

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mencicipi Kue Lapis Legit Selai Nanas, Makanan Khas Iduladha dari Palembang

Mencicipi Kue Lapis Legit Selai Nanas, Makanan Khas Iduladha dari Palembang

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2020 | 20:21 WIB

Nasi Tempong, Makanan Khas Banyuwangi yang Pedasnya Bikin Tertampar

Nasi Tempong, Makanan Khas Banyuwangi yang Pedasnya Bikin Tertampar

Jatim | Senin, 06 Juli 2020 | 14:54 WIB

Anti Mainstream, Makanan Khas Lebaran Ini Disimpan di Tempat tak Terduga

Anti Mainstream, Makanan Khas Lebaran Ini Disimpan di Tempat tak Terduga

Tekno | Selasa, 02 Juni 2020 | 06:36 WIB

Terkini

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

×