Array

Afrika Selatan Cabut Lockdown, Restoran dan Kedai Boleh Beroperasi

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Minggu, 16 Agustus 2020 | 21:26 WIB
Afrika Selatan Cabut Lockdown, Restoran dan Kedai Boleh Beroperasi
Pandemi Covid-19 di Afrika. (shutterstock)

Suara.com - Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pada Sabtu (15/8) mengumumkan pencabutan peraturan lockdown alias karantina wilayah.

Dilansir ANTARA, pemerintah mencabut aturan pembatasan pada sektor ekonomi dan mengizinkan restoran dan kedai kembali beroperasi karena seluruh petunjuk memperlihatkan negara itu telah melewati masa kritis COVID-19.

Presiden Ramaphosa, dalam sambutannya yang disiarkan lewat saluran televisi, mengatakan pemerintah juga akan mencabut larangan konsumsi minuman keras dan rokok. Ia menambahkan restoran, kedai, dan tempat usaha yang kembali diizinkan beroperasi harus mematuhi protokol kesehatan.

Dalam kesempatan yang sama, Ramaphosa mengumumkan pembatasan perjalanan antarprovinsi juga dicabut.

"Seluruh petunjuk memperlihatkan Afrika Selatan telah mencapai puncak (COVID-19) dan bergerak melampaui titik lengkung kurva," kata Ramaphosa. Ia menambahkan pemerintah memutuskan untuk menurunkan aturan pembatasan ke tingkat yang lebih rendah atau "level dua" mulai tengah malam, Senin.

"Penurunan pembatasan ke level dua berarti kita dapat mencabut hampir seluruh pembatasan demi mengaktifkan kembali perekonomian dan seluruh sektor industri," kata dia.

Afrika Selatan sempat menjadi salah satu negara yang memberlakukan karantina ketat meskipun saat itu hanya ada ratusan kasus positif COVID-19. Namun, angka pasien naik drastis sehingga Afrika Selatan menempati urutan kelima untuk negara dengan kasus COVID-19 terbanyak dunia.

Pemerintah sejauh ini melaporkan 579.000 orang positif COVID-19 dan 11.500 di antaranya meninggal dunia.

Krisis akibat COVID-19 menyebabkan perekonomian terpuruk, padahal Afrika Selatan tengah menghadapi resesi yang menyebabkan jutaan warga masuk dalam jurang kemiskinan ekstrem.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Memuncak, Afrika Selatan Longgarkan Pembatasan Pekan Depan

Walaupun demikian, Ramaphosa mengatakan angka kasus positif telah turun jadi rata-rata hanya 5.000 pasien per hari dari sebelumnya 12.000 orang per hari.

Tidak hanya itu, ia menyebut ada kenaikan jumlah pasien sembuh yang "secara signifikan mengurangi tekanan terhadap layanan kesehatan". Namun, ia mengingatkan kasus positif COVID-19 di Afrika Selatan dapat kembali naik jika masyarakat tidak waspada.

Pembatasan perjalanan internasional masih berlaku, kata dia.

Pencabutan larangan penjualan dan pembelian minuman keras diyakini dapat mengurangi tekanan pada industri pariwisata dan minuman. Pasalnya saat larangan itu berlaku, banyak pabrik bangkrut dan ribuan karyawan kehilangan pekerjaan.

"Pelonggaran pembatasan ini memberi peluang besar bagi kita sejak pandemi berdampak pada perekonomian kita yang tengah terpuruk," kata Ramaphosa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI