Keren, Ada Ruang Simulasi Pendakian New Normal Bagi Pemandu Gunung!

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Senin, 17 Agustus 2020 | 05:05 WIB
Keren, Ada Ruang Simulasi Pendakian New Normal Bagi Pemandu Gunung!
Simulasi penerapan protokol kesehatan dalam pendakian gunung di Gunung Papandayan, Jawa Barat, Minggu (16/8/2020).

Suara.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan ruang pelatihan bagi para pemandu gunung juga komunitas pecinta alam.

Pelatihan diberikan untuk penerapan protokol kesehatan saat pendakian di masa new normal Pandemi Covid-19.

Pelatihan itu berupa simulasi penerapan protokol kesehatan dan panduan pelaksanaan CHSE (cleanliness, health, safety, and environmental sustainability) yang telah disusun Kemenparekraf.

Bersama Dinas Pariwisata Garut juga Dinas Pariwisata Jawa Barat, simulasi dilakukan di Gunung Papandayan.

"Ini penting, program ini pasca covid yang sekarang juga masih ada. Ini yang perlu di new normal melalui transformasi sosial dan budaya," kata Kadisparbud Jawa Barat Dedi Taufik dalam konferensi pers acara 'Dukungan Perlengkapan Aktivitas Wisata Pendakian Gunung Dalam Rangka Persiapan New Normal' di campground gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Minggu (16/8/2020).

Ada sekitar 70 peserta yang mengikuti kegiatan itu. Kebanyakan dari mereka termasuk anggota Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), sementara lainnya berasal dari komunitas pendaki gunung dan mahasiswa pecinta alam atau mapala.

Dedi menyampaikan, selama dua hari, para peserta akan diminta mensimulasikan langsung aturan pendakian dalam masa new normal. Mulai dari kedatangan, saat pendakian hingga kembali turun. Simulasi itu sekaligus untuk upacara 17 Agustus oleh para peserta dan penyelenggara.

"Jadi di atas kita harus lebih berhati-hati. Mudah sebenarnya dengan mrlakukan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Semua dibekali handsanitizer. Kita lebih kepada pariwisata pada quality health dan suistanable," katanya.

Sementara itu Ketua Umum APGI Vita Landra menyampaikan, simulasi pendakian new normal itu penting dilakukan sebagai sosialisasi protokol baru dalam pendakian. Sebab, menurut Vita, setiap pemandu gunung tentu harus memastikan tamu pendaki yang dibawanya dalam keadaan sehat dan pulang dengan selamat.

baca juga

"Kita mau ketika mengawali proses pendakian dengan cara yang benar. Ini mumpung banget kita dikenali duluan dan ketika kita bisa mengajak orang-orang untuk mengenal, kita yang diuntungkan. Kita duluan yang tahu protokol baru kaya gimana. Sosialisasi ini membuat kita jadi agen of change untuk pendakian new normal," tuturnya.

Vita berharap, Dinas Pariwisata di mana pun bisa melibatkan anggota APGI untuk berkontribusi memastikan pendakian dilakuakn sesuai standar pencegahan Covid-19. Ia menyampaikan bahwa selama ini hal tersebut agak sulit dilakukan lantaran terbentur jalur birokrasi.

"Kami yakin bisa tapi ada hal yang sifatnya birokratis jadi suka kebentur. Mungkin dimomen ini jalur itu bisa kebuka sehingga protokol gak hanya dititik yang ditentukan saja, tapi bisa disemua pendakian gunung " katanya.

Anggota APGI di Jawa Barat saja ada 165 pemandu gunung yang sudah bersertifikasi nasional, lanjut Vita. Artinya, sumber daya manusia sebenarnya tercukupi. Karenanya Vita meminta agar APGI juga ikut dilibatkan dalam penggalakan pendakian era new normal.

Selain itu juga terdapat bantuan peralatan pendakian bagi para pemandu gunung melalui APGI dalam rangkaian acara tersebut. Bantuan berupa sepatu pendakian, jas hujan, carrier, dan topi rimba kepada 380 anggota APGI, komunitas pendakian dari Mapala sekitar destinasi pendakian gunung di Jawa Barat.

Produk bantuan peralatan itu seluruhnya merek dalam negeri karena sekaligus bertujuan membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan memberdayakan pelaku UMKM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Arah Besuk Kobokan

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Arah Besuk Kobokan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 08:33 WIB

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur hingga 5 Kilometer

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur hingga 5 Kilometer

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 06:00 WIB

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:35 WIB

Kisah Inspiratif Pemuda Tangsi Jaya: Tinggalkan Kota Demi Jadi Petani Kopi di Desa

Kisah Inspiratif Pemuda Tangsi Jaya: Tinggalkan Kota Demi Jadi Petani Kopi di Desa

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:36 WIB

Kisah Warga Gunung Halu: Nikmati Listrik PLTMH Murah Rp25 Ribu untuk Usaha Bengkel Las

Kisah Warga Gunung Halu: Nikmati Listrik PLTMH Murah Rp25 Ribu untuk Usaha Bengkel Las

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:44 WIB

Taj Yasin Siapkan Rorak untuk Pulihkan Ekologi Gunung Muria

Taj Yasin Siapkan Rorak untuk Pulihkan Ekologi Gunung Muria

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:23 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Menjaga Habitat Macan Tutul Jawa, Mengapa Restorasi Hutan Tak Cukup dengan Menanam Pohon?

Menjaga Habitat Macan Tutul Jawa, Mengapa Restorasi Hutan Tak Cukup dengan Menanam Pohon?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 12:04 WIB

Sengketa Lahan Gunung Sindur Memanas: Proses Mediasi di Pengadilan Negeri Cibinong Berpotensi Gagal

Sengketa Lahan Gunung Sindur Memanas: Proses Mediasi di Pengadilan Negeri Cibinong Berpotensi Gagal

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:58 WIB

Hutan Keramat Tabet, Cara Warga Lereng Slamet Menjaga Diri dari Ancaman Longsor

Hutan Keramat Tabet, Cara Warga Lereng Slamet Menjaga Diri dari Ancaman Longsor

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

Krama Alus Bukan Bahasa Museum: Mengapa Orang Jawa Harus Membiasakannya?

Krama Alus Bukan Bahasa Museum: Mengapa Orang Jawa Harus Membiasakannya?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

Sentil Advokat yang Asal Bela Klien, Harris Arthur: Hukum Ditegakkan, Bukan Dicari Pembenaran!

Sentil Advokat yang Asal Bela Klien, Harris Arthur: Hukum Ditegakkan, Bukan Dicari Pembenaran!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:43 WIB

Kelelawar Masuk Rumah Pertanda Apa? Ini Kepercayaan yang Berkembang dan Menurut Islam

Kelelawar Masuk Rumah Pertanda Apa? Ini Kepercayaan yang Berkembang dan Menurut Islam

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:38 WIB

11 Night Cream untuk Mencerahkan Wajah dan Menyamarkan Flek Hitam

11 Night Cream untuk Mencerahkan Wajah dan Menyamarkan Flek Hitam

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:32 WIB

Merawat Ingatan tentang Tanah Melayu dalam Kenangan-Kenanganku di Malaya

Merawat Ingatan tentang Tanah Melayu dalam Kenangan-Kenanganku di Malaya

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:30 WIB

Menang Sembilan Gol, MilkLife Kickers Tutup Singa Cup 2026 di Posisi Runner-up

Menang Sembilan Gol, MilkLife Kickers Tutup Singa Cup 2026 di Posisi Runner-up

Surakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 17:26 WIB

Taktik Politik Kebisingan: Saat Skandal Sengaja Ditumpuk agar Publik Lupa

Taktik Politik Kebisingan: Saat Skandal Sengaja Ditumpuk agar Publik Lupa

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:20 WIB

×