Viral Daun Pisang Dijual Ratusan Ribu, Warganet: "Gak Ada yang Nanem?"

Risna Halidi, Dinda Rachmawati

Rabu, 19 Agustus 2020 | 14:59 WIB
Viral Daun Pisang Dijual Ratusan Ribu, Warganet: "Gak Ada yang Nanem?"
Ilustrasi daun pisang (Pixabay/Sanjayan)

Suara.com - Di Indonesia, daun pisang mungkin sangat mudah untuk ditemui. Bahkan jika dijual, harganya terbilang sangat murah karena tak sampai Rp5 ribu. 

Tentu saja ini cukup menguntungkan, mengingat Indonesia memiliki banyak kuliner khas yang disajikan dengan balutan daun pisang sebagai bungkusnya. 

Tapi, siapa sangka jika daun pisang ternyata dijual dengan harga yang cukup fantastis di beberapa negara. Hal tersebut pun menjadi sorotan di Twitter setelah akun @fermendkis membeberkan harga daun pisang yang dijual di Jepang

Dalam cuitannya, ia mengunggah foto beberapa daun pisang yang dijual di situs jual beli online Amazon. Dari gambar tangkapan layar ini terlihat ada deretan daun pisang yang dijual sesuai jumlah lembarannya yakni satu lembar, tiga lembar dan lima lembar.

Masing-masing daun pisang dijual dengan harga berbeda, yakni satu lembar daun pisang dibanderol dengan harga 1.980-2.280 Yen atau sekitar Rp278 ribu-Rp321 ribuan. 

Sedangkan untuk tiga lembar daun pisang dijual dengan harga 3.700 Yen atau sekitar Rp521 ribuan dan lima lembar daun pisang dijual dengan harga 5.700 Yen atau sekitar Rp803 ribuan.

Melihat harga yang fantastis, tentu saja banyak netizen yang jadi gagal fokus. Mereka pun meninggalkab komentar lucu dan beragam dalam cuitan yang telah mendapat lebih 1200an likes tersebut. 

"Jualan daun pisang aja apa ya gua ke Jepang," tulis @elwa.

"Di dpn rumahku banyak daun pisang. Apa perlu aku ekspor kesana? Aku kasih harga 450k aja deh," cuit @kun_773.

baca juga

"Ak penasaran. Knp bisa dihargain 500rb pdhal cuma daun pisang. Apa di jepang ga ada yg nanem pohon pisang??," tanya @PesonaKadal.

Adapula warganet yang menambahkan harga daun pisang di Australia, yang dijual dengan harga 6,90 AU$ atau sekitar Rp 74 ribu. 

Bukan cuma itu, banyak pula yang menambahkan beberapa hasil bumi lain yang dijual dengan harga tak masuk akal di luar negeri, padahal di Indonesia cukuplah murah. 

Ada sebuah nangka yang dibanderol dengan harga 19.200 Yen atau Rp2,7 jutaan. Sementara di Korea Selatan, bibit buah pepaya harganya mencapai 203 ribu Won atau sekitar Rp 2,5 jutaan.

Serta pepaya muda yang masih hijau dijual dengan harga 680 Yen dan belum termasuk pajak. Sehingga jika ditotal, harganya mencapai Rp100 ribuan per buah. 

Waduh, beruntungnya kita tinggal di Indonesia ya?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral di Medsos, Kronologi Kalung Emas Balita di Bandung Dijambret Pemotor

Viral di Medsos, Kronologi Kalung Emas Balita di Bandung Dijambret Pemotor

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2020 | 14:20 WIB

Diam-Diam Memotret Pria Berseragam, Ulah Wanita Mirip Stalker Panen Kecaman

Diam-Diam Memotret Pria Berseragam, Ulah Wanita Mirip Stalker Panen Kecaman

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2020 | 13:46 WIB

Ada Penyanyi di 'Daftar Profesi Haram', Respons Fiersa Besari Jadi Sorotan

Ada Penyanyi di 'Daftar Profesi Haram', Respons Fiersa Besari Jadi Sorotan

News | Rabu, 19 Agustus 2020 | 13:42 WIB

Terkini

BUMN Hanya Tersisa 250 Perusahaan, Nasib Karyawan Gimana

BUMN Hanya Tersisa 250 Perusahaan, Nasib Karyawan Gimana

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:08 WIB

25 Siswa dan Guru SDN Ciherang 01 Dramaga dilarikan ke Puskesmas

25 Siswa dan Guru SDN Ciherang 01 Dramaga dilarikan ke Puskesmas

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Dukung Penyerapan Blue Carbon dan Berdayakan Masyarakat, BTN Tanam 10.000 Mangrove di Kuta Bali

Dukung Penyerapan Blue Carbon dan Berdayakan Masyarakat, BTN Tanam 10.000 Mangrove di Kuta Bali

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Bebas Ribet! 8 Tren Rambut Keriting Pria untuk Wajah Kotak yang Gampang Ditata

Bebas Ribet! 8 Tren Rambut Keriting Pria untuk Wajah Kotak yang Gampang Ditata

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Viral Kisah Ketua RT Cuci Darah Usai 10 Tahun Minum Air Galon Isi Ulang, Ahli Soroti Bahaya BPA

Viral Kisah Ketua RT Cuci Darah Usai 10 Tahun Minum Air Galon Isi Ulang, Ahli Soroti Bahaya BPA

Jabar | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:59 WIB

Eks Pelatih PSM dan Persipura Bocorkan ke Singapura Taktik Tekuk Timnas Indonesia

Eks Pelatih PSM dan Persipura Bocorkan ke Singapura Taktik Tekuk Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Reka Dokumen Demi Bikin Gaduh, 9 Pelaku Jasa Konten Provokatif Diringkus Polda Metro

Reka Dokumen Demi Bikin Gaduh, 9 Pelaku Jasa Konten Provokatif Diringkus Polda Metro

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Impresi Singkat Suzuki Fronx SGX Varian Tertinggi di GIIAS 2026

Impresi Singkat Suzuki Fronx SGX Varian Tertinggi di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Starting XI Singapura vs Timnas Indonesia: Nadeo dan Jordi Amat Cadangan

Starting XI Singapura vs Timnas Indonesia: Nadeo dan Jordi Amat Cadangan

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:48 WIB

BPJS Kesehatan Resmikan Taman Budaya Gotong Royong di Sabang, Wujud Kolaborasi dari 0 KM Indonesia

BPJS Kesehatan Resmikan Taman Budaya Gotong Royong di Sabang, Wujud Kolaborasi dari 0 KM Indonesia

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:46 WIB

×