Seperti Bu Tejo Dalam Film Tilik, Kenapa Perempuan Banyak Bicara?

Jum'at, 21 Agustus 2020 | 12:20 WIB
Seperti Bu Tejo Dalam Film Tilik, Kenapa Perempuan Banyak Bicara?
Bu Tejo di film pendek Tilik - (YouTube/Ravacana Films)

Suara.com - Film pendek Tilik besutan sineas Yogyakarta menjadi viral di media sosial. Film yang menunjukkan the power of emak-emak ini mampu menghadirkan karakter asli masyarakat Indonesia, khususnya dalam menyerap dan menyebarkan informasi, meski belum dipastikan kebenarannya.

Per 21 Agustus 2020, film yang diproduksi Ravacana Films ini sudah ditonton lebih dari 2,4 juta orang dan menuai respon positif. Hal ini tak lepas dari banyaknya orang yang sebal dengan karakter Bu Tejo yang begitu hidup di dalam film tersebut, di mana ia digambarkan banyak berbicara dan mempengaruhi para ibu sambil bergosip di dalam truk yang hendak menjenguk Bu Lurah.

Karakter Bu Tejo memang menarik karena banyak omong. Banyak yang berpendapat bahwa Bu Tejo adalah cerminan mayoritas ibu-ibu di Indonesia yang banyak bicara dan suka bergosip.

Tapi terlepas dari itu, mengapa ya perempuan lebih banyak berbicara dibanding laki-laki?

Pendapat ini tidak lepas dari penelitian yang menunjukkan jika perempuan berbicara 20.000 kata per hari dibandingkan lelaki yang hanya bicara 7.000 kata sehari, demikian seperti diwartakan Cheats Sheet, Jumat (21/8/2020).

Hormon otak perempuan dan lelaki berbeda

Seolah mengiyakan Dr. Louanan Brizendine, seorang psikiater menulis buku berjudul The Female Brain yang menjelaskan jika perempuan mencurahkan lebih banyak sel otak untuk berbicara.

"Perempuan memiliki delapan jalur super cepat untuk memproses emosi, sedangkan lelaki memiliki jalur pedesaan yang kecil," ujar Brizendin.

Setelah penelitian sebelumnya diterbitkan, muncul juga penelitian lain bahwa sebenarnya baik perempuan dan lelaki berbicara dengan jumlah yang sama, rata-rata 16.000 kata sehari, tapi ada perbedaan yang masih terlihat jelas.

Baca Juga: Lagi Viral! Inilah Kumpulan Fakta Menarik Film Pendek Tilik

Misalnya anak perempuan cenderung berbicara lebih cepat dan melontarkan kata dan kalimat yang lebih kompleks dibandingkan anak lelaki pada masa anak-anak. Melihat ini, Brizendine memprediksi ini terjadi karena sejak awal adanya perbedaan hormon di otak.

Hormon itu adalah testosteron yang lebih banyak di otak lelaki dibanding otak perempuan, yang membuat lelaki tidak lebih cerewet.

Hanya Stereotip semata

Tapi pendapat hormon otak ini ternyata hanyalah stereotip, karena pernyataan ini tidak didasari penelitian. Profesor linguistik dari University of Pennsylvania, Mark Liberman, tenyata menyelidiki penelitian yang dilakukan Brizendine, dan ia menemukan tidak ada kutipan akademis di dalamnya.

Akhirnya Brizendinepun mencabut pernyataannya saat Liberman menerbitkan penelitiannya dalam sebuah artikel di surat kabar. Tapi sayangnya, stereotip ini sudah sangat mengakar di masyarakat dan bertahan di ingatan banyak orang yang menganggap perempuan lebih banyak berbicara dibandingkan laki-laki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI