Dianggap Buang-Buang Makanan, 13.600 Akun Konten Mukbang Ditutup Paksa

Rima Sekarani Imamun Nissa, Arendya Nariswari

Jum'at, 04 September 2020 | 14:00 WIB
Dianggap Buang-Buang Makanan, 13.600 Akun Konten Mukbang Ditutup Paksa
Ilustrasi makan burger demi bikin konten mukbang. (Pixabay/Michael Wave)

Suara.com - Belakangan, China mengalami permasalahan serius terkait limbah makanan yang ada di negara mereka. Oleh karenanya, belasan ribu akun mukbang yang dianggap membuang makanan akhirnya ditutup oleh organisasi pengawas internet China.

Jumlah limbah makanan di China rupanya membuat Presiden Xi Jinping prihatin dan mengambil tindakan tegas. Beberapa kebijakan yang diambilnya termasuk mengurai limbah makanan dengan menggunakan sejumlah metode.

Terbaru, pemerintah setempat juga rupanya memberikan batasan terhadap tren makan besar alias mukbang yang menjadi salah satu konten populer di China.

Dikutip Suara.com dari laman South China Morning Post (SCMP), Jumat (4/9/2020), pemerintah China menggandeng organisasi bernama Cyberspace Administration of China untuk mengawasi konten kulineran di internet.

Ilustrasi makan bersama di sebuah restoran. (Pixabay/Free Photos)
Ilustrasi mukbang(Pixabay/Free Photos)

Dari pemeriksaan berkala, akhirnya sebanyak belasan ribu akun terpaksa diblokir atau ditutup dari internet. Tentu saja, alasan pemerintah bukan lain karena akun-akun tersebut dianggap melanggar kebijakan.

Pemerintah setempat menganggap bahwa video mukbang ini membuat orang-orang termotivasi untuk membeli banyak makanan tanpa menyantapnya sampai habis melainkan hanya digunakan sebagai bahan konten.

Bagi Anda yang belum familiar, mukbang sebenarnya merupakan budaya makan dalam jumlah cukup banyak dari Korea Selatan.

Konten mukbang ini populer pada tahun 2010 dan tren tersebut seiring berjalannya waktu semakin diminati banyak orang dari berbagai belahan dunia, termasuk China.

Di China sendiri, konten mukbang sangat sering diunggah melalui situs bernama Douyin dan juga Kuaishou. Sejumlah situs berbagi video di China telah memberikan peringatan dalam kata pencarian mukbang, kompetisi makan dan juga mukbang.

baca juga

Peringatan ini mengajak orang-orang untuk menyantap makanan dengan porsi normal. Selain itu, tersirat pesan yang menghimbau warga masyarakat China untuk menghargai dan tidak membuang-buang makanan.

Beberapa orang mendukung gerakan tersebut tapi tidak sedikit pula yang menolak kebijakan pemerintah China itu.

Menurut mereka yang menolak, seharusnya pemerintah tidak memiliki hal untuk mengatur porsi makan seseorang di negara mereka.

Ternyata bukan kali pertama China mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan limbah makanan. Tahun 2013 silam, sempat muncul kampanye 'Clean Plate' yang dikeluarkan oleh pemerintah Beijing.

Kebijakan 'Clean Plate' ini tentu saja memiliki tujuan agar warga masyarakat bertindak bijak dan mengurangi limbah makanan dari berbagai acara seperti festival atau pesta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenis Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil Trimester Pertama

Jenis Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil Trimester Pertama

Health | Jum'at, 04 September 2020 | 10:49 WIB

6 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

6 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2020 | 07:17 WIB

Jijik, Pria Ini Taburkan Rambut Kemaluan Di Atas Makanan Usai Tak Mau Bayar

Jijik, Pria Ini Taburkan Rambut Kemaluan Di Atas Makanan Usai Tak Mau Bayar

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2020 | 06:25 WIB

Terkini

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga

Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:54 WIB

Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP

Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:49 WIB

×