Abaikan Saja, 5 Standar Kecantikan Toxic yang Sering Bikin Insecure

Rima Sekarani Imamun Nissa

Senin, 21 September 2020 | 06:27 WIB
Abaikan Saja, 5 Standar Kecantikan Toxic yang Sering Bikin Insecure
Ilustrasi makeup untuk pemilik kulit gelap. (Pixabay/futurials)

Suara.com - Banyak orang yang berusaha keras untuk memenuhi standar kecantikan tertentu. Namun, sebenarnya ada beberapa hal yang sudah tidak relevan lagi.

Semua orang punya keunikan masing-masing. Kamu tidak harus memiliki kulit cerah dan ramput panjang lurus untuk mendapatkan predikat cantik.

Merangkum Yukepo.com, berikut beberapa standar kecantikan yang seharusnya dibaikan saja.

Rambut keriting alami tidak cantik

Ilustrasi rambut keriting seperti mie instan. (Shutterstock)
Ilustrasi rambut keriting. (Shutterstock)

Orang-orang di sekitarmu atau bahkan dirimu sendiri mungkin memilih meluruskan rambut karena ingin dibilang cantik. Banyak orang merasa kurang percaya diri jika tampil dengan rambut keriting alami. Padahal, tak masalah kamu memiliki rambut jenis apapun asalkan dirawat dengan baik.

Harus punya kulit cerah

Bagi banyak orang, kulit cerah adalah segalanya. Itulah mengapa banyak produsen kosmetik dan perawatan kulit yang menawarkan produk pencerah kulit. Bahkan, ada juga orang yang tertarik menggunakan produk pemutih dengan kandungan berbahaya karena ingin dipuji cantik.

Kulit gelap juga cantik. Rawat kulitmu dengan baik, misalnya dengan rajin membersihkan wajah dan melakukan eksfoliasi secara berkala.

Bertubuh ramping dan tinggi semampai

baca juga

Belakangan, kampanye body positivity semakin gencar demi mengedukasi masyarakat bahwa cantik itu tidak harus ramping dan tinggi. Orang-orang bisa terlihat memesona dengan bentuk apapun.

Mencintai diri sendiri bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat dan olahraga teratur agar tubuh tetap bugar. Bentuk tubuh apapun tidak masalah, asalkan sehat.

Kulit harus mulus tanpa noda setitik pun

Standar kecantikan ini juga sebaiknya diabaikan saja. Seperti bentuk tubuh, jenis kulit juga sangat beragam.

Orang-orang bisa memiliki kulit berminyak dan rawan berjerawat, ada juga yang punya kulit kering, kemerahan, cenderung bersisik, dan sebagainya.

Memang ada banyak cara untuk merawat kulit. Meski begitu, siapapun tidak berhak menghakimi orang lain gara-gara kondisi kulit mereka.

Ilustrasi kulit berminyak. (Shutterstock)
Ilustrasi kulit berminyak. (Shutterstock)

Perempuan harus ramah dan lemah lembut

Demi gelar cantik dan anggun, konon perempuan harus bisa bersikap lemah lembut. Nyatanya, semua orang berhak menjadi dirinya sendiri dan itu tidak ada hubungannya dengan kecantikan.

Tak peduli garang atau ramah, seseorang mesti dinilai berdasarkan caranya memperlakukan orang lain.

Itulah beberapa standar kecantikan yang bisa dibilang sudah relevan lagi. Jangan minder lagi, ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Skincare Bikin Ketergantungan? Begini Kata Dokter

Pakai Skincare Bikin Ketergantungan? Begini Kata Dokter

Lifestyle | Kamis, 10 September 2020 | 05:38 WIB

6 Makanan Ini Jadi Rahasia Kulit Sehat dan Cantik ala Orang Korea Lho!

6 Makanan Ini Jadi Rahasia Kulit Sehat dan Cantik ala Orang Korea Lho!

Jabar | Senin, 07 September 2020 | 16:53 WIB

Selain Odol, Ini 4 Bahan yang Tidak Boleh Dijadikan Skincare Buatan Sendiri

Selain Odol, Ini 4 Bahan yang Tidak Boleh Dijadikan Skincare Buatan Sendiri

Health | Jum'at, 04 September 2020 | 11:59 WIB

Terkini

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:50 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 09:35 WIB

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:26 WIB

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:15 WIB

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:00 WIB

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:50 WIB

×