alexametrics

Kecanduan Filler, Gadis Ini Abaikan Peringatan Dokter demi Bibir Termonyong

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
Kecanduan Filler, Gadis Ini Abaikan Peringatan Dokter demi Bibir Termonyong
Andrea Emilove Ivanova. (Instagram/@andrea.andrea345)

Meski dokter telah mengingatkan, dirinya tetap melakukan suntik filler ke-21.

Suara.com - Tidak sedikit wanita yang memilih untuk menggunakan suntik filler demi mendapatkan bibir impian. Meski begitu, suntik filler tetap harus dilakukan dengan hati-hati.

Beberapa waktu lalu, seorang wanita asal Bulgaria mencuri perhatian karena terobsesi punya bibir terbesar di dunia. Wanita bernama Andrea Emilova Ivanova itu bahkan sudah suntik filler berkali-kali.

Melansir Dailystar, Andrea sudah melakukan 21 kali suntik filler demi mencapai tujuannya. Bibir wanita 22 tahun ini sudah berukuran 4 kali lipat lebih besar.

Meski begitu, Andrea ternyata belum puas. Padahal, dokter sudah memperingatkan bahwa menyuntikkan hyaluronic acid berkali-kali dapat berisiko.

Baca Juga: Dagu Rency Milano Bernanah, Efek Samping Suntik Filler?

"Dua minggu lalu aku melakukan suntikan ke-21 karena ingin mempertahankan volume di bibir dan membuatnya lebih besar."

"Hyaluronic acid akan dihancurkan oleh tubuh dalam beberapa bulan, dan bibirku bertambah kecil, jadi aku harus menyuntiknya secara teratur."

Andrea Ivanova (instagram.com/andrea.andrea345)
Andrea Ivanova (instagram.com/andrea.andrea345)

Senyawa hyaluronic acid memang dibuat secara alami di dalam tubuh. Namun, dokter khawatir karena ukuran bibir Andrea sekarang sudah hampir menyentuh hidung.

Dokter Andrea bahkan menawarkan untuk menghilangkan semua hyaluronic acid yang ada dan membentuk bibir baru yang lebih kecil.

"Tapi, aku menolak dan memberitahunya bahwa aku akan terus memperbesar ukuran bibirku," tegas Andrea.

Baca Juga: Perawatan Filler Gagal, Pramugari Ini Sebut Bibirnya Mirip Bokong Monyet

"Dokter berpikir jika terlalu banyak hyaluronic acid di bibirku bisa berbahaya, tapi sampai sekarang aku tidak mengalami efek samping atau komplikasi," tambahnya.

Komentar