Hari Batik Nasional: Tak Apa Diklaim, Batik Indonesia Tetap yang Terbaik

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 02 Oktober 2020 | 07:05 WIB
Hari Batik Nasional: Tak Apa Diklaim, Batik Indonesia Tetap yang Terbaik
Ilustrasi Batik(Pixabay/masbet)

Suara.com - Setiap 2 Oktober Indonesia merayakan Hari Batik Nasional. Perayaan itu ditetapkan setelah batik resmi dianggap sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada 2009 lalu.

Meski sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dari Indonesia, hampir setiap tahun kita mendengar jika batik diklaim oleh negara lain dan berhasil membuat warga Indonesia geram hingga kebakaran jenggot.

Uniknya Dr Tumbu Ramelan dari Yayasan Batik Indonesia (YBI) menanggapi fenomena tersebut dengan cara tidak biasa. Menurutnya di negara lain, batik ada dan dikenal dengan corak dan motif tersendiri.

"Di Afrika ada batik, Turki ada batik, China ada batik, gak masalah, masing-masing memiliki batik," ujar Dr Tumbu saat webinar Google, Kamis (1/10/2020)

Mantan Ketua YBI itu bercerita pengalamannya saat menghadiri acara batik dunia. Dalam acara tersebut, banyak negara mengklaim memiliki batik dengan ciri khas tersediri termasuk Indonesia.

Tapi sayangnya, kata Tumbu, tidak ada satupun negara yang bisa membuktikan awal mula adanya batik. "Sekarang kita setuju dan tidak setuju, biarlah masing-masing boleh mengklaim, karena tidak ada yang bisa buktikan, Malaysia punya, Turki punya," ungkap Dr Tumbu.

Tumbu menambahkan, diakui oleh UNESCO batik Indonesia lebih unggul karena selalu memiliki cerita dibalik selembar kain batik.

"Tapi tetap prosesnya seperti membatik itu sendiri, kita tidak perlu khawatir batik kita lebih unggul darimanapun," kata Dr. Tumbu.

Sedangkan Esti Utami, Kepala Unit Pengelola Museum Seni sendiri tidak paham mengapa masih banyak negara yang mengklaim batik, tapi ia mencurigai ada peran promosi di dalamnya.

baca juga

"Kalau dilihat dari itu promosi, meskipun promosi sangat gencar, sudah menjalankan pameran exhibition di kementerian pendidikan dan perdagangan, kementerian luar negeri. Apa mungkin harus ada ditingkatkan lagi?," ungkap Esti tak yakin.

Alih-alih mempermasalahkan, Komarudin Kudiya, Asosiasi Pengusaha dan Pengrajin Batik Indonesia melihat fenomena klaim ini sebagai ajang kembali memperkuat kembali kecintaan masyarakat terhadap batik.

"Ini sebagai upaya memperkuat. Saat pandemi berakhir, segera melakukan sosialisasi batik di kafe, perguruan tinggi dan komunitas, agar orang bisa mengenali batik secara kognisinya" tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Batik Nasional saat Pandemi, Ini Loh Motif Batik untuk Kesehan

Hari Batik Nasional saat Pandemi, Ini Loh Motif Batik untuk Kesehan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2020 | 18:45 WIB

Jelang Hari Batik Nasional 2020

Jelang Hari Batik Nasional 2020

Foto | Kamis, 01 Oktober 2020 | 17:02 WIB

Masker dan Daster Motif Batik Jadi Produk Paling Laris Selama Pandemi

Masker dan Daster Motif Batik Jadi Produk Paling Laris Selama Pandemi

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2020 | 16:28 WIB

Terkini

3 Pemain Timnas Indonesia Masuk Pantauan John Herdman Usai Bungkam Singapura, Kenapa?

3 Pemain Timnas Indonesia Masuk Pantauan John Herdman Usai Bungkam Singapura, Kenapa?

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 09:10 WIB

Ini 8 Keunggulan Mesin 4N15 dari Mitsubishi Pajero Sport

Ini 8 Keunggulan Mesin 4N15 dari Mitsubishi Pajero Sport

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 09:10 WIB

Guruh Soekarnoputra Akan Dikebumikan di Samping Makam Fatmawati

Guruh Soekarnoputra Akan Dikebumikan di Samping Makam Fatmawati

News | Sabtu, 26 September 2026 | 09:06 WIB

Ilusi Mampu Mencicil: Saat Kemudahan Paylater Menguji Kontrol Diri

Ilusi Mampu Mencicil: Saat Kemudahan Paylater Menguji Kontrol Diri

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 09:00 WIB

Face Oil vs Serum, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Kamu?

Face Oil vs Serum, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Kamu?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 08:50 WIB

Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2

Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 08:50 WIB

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Seminggu

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Seminggu

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:43 WIB

Berprestasi, Pegadaian Borong Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

Berprestasi, Pegadaian Borong Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 08:39 WIB

Polemik Pembentukan Korps Kadet untuk Pelajar, Akademisi: Rawan Kepentingan Elektoral

Polemik Pembentukan Korps Kadet untuk Pelajar, Akademisi: Rawan Kepentingan Elektoral

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:38 WIB

Sinopsis Dead-End Job: Lee Jae-wook Terjebak Pekerjaan Mengerikan

Sinopsis Dead-End Job: Lee Jae-wook Terjebak Pekerjaan Mengerikan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 08:30 WIB

×