Djukardi 'Bongkeng' Adriana, Perjalanan 50 Tahun Mendaki Gunung di Dunia

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 05 Oktober 2020 | 09:23 WIB
Djukardi 'Bongkeng' Adriana, Perjalanan 50 Tahun Mendaki Gunung di Dunia
Djukardi 'Bongkeng' Adriana. (Suara.com/Lilis Varwati)

Namun bagi Abah Bongkeng, menjadi mahasiswa seni rupa sebenarnya masih bisa dipadukan dengan kegiatan pendakian gunung.

"Itu kan untuk mencari ide-ide dari alam. Artinya pendaki gunung sebenarnya seniman," kata Abah Bongkeng yang telah mendaki Gunung tertinggi di Indonesia Cartenz sebanyak lima kali itu.

Selama 50 tahun menggeluti pendakian, ia tak pernah merasa salah memilih. Keyakinannya untuk hidup dari berkegiatan di gunung dipertanggungjawabkan kepada orangtuanya.

Abah Bongkeng menegaskan kepada dirinya sendiri bahwa ia harus bisa hidup dan menghidupi dari kegiatan yang digemarinya itu. Ia membuktikan hal tersebut ketika akhirnya berani menikahi kekasihnya saat usia 27 tahun.

"Saya bisa hidup seperti ini. Menghidupi keluarga, mengkuliahkan anak-anak sampai selesai. Walaupun hidup apa adanya saya terima. Saya tidak terlalu ambisi buat jadi orang, apalagi jadi pejabat, itu saya jauh ke sana. Karena untuk sampai jadi kaya mereka, berat tantangannya sangat tinggi," tuturnya.

Gunung di Indonesia jadi Favorit
Puluhan gunung telah disambanginya, bukan hanya di Nusantara, tapi mencapai mancanegara. Karenanya, ia selalu kesulitan saat ditanya gunung yang paling berkesan baginya.

Sebab, Abah Bongkeng meyakini setiap pendakian akan selalu memiliki kesan dan cerita masing-masing.

"Semua spesial. Setiap datang pasti berbeda kondisi dan suasana. Kesan lain terus. Khususnya gunung Indonesia semua favorit. Karena tidak akan cukup satu kali untuk pergi ke satu gunung. Jadi rindu lagi ke sana yang akhirnya kesannya lain. Saya belum mendapat kesan. Kecuali kalau saya sudah stop, mungkin titik terakhir saya akan di situ," tuturnya.

Djukardi 'Bongkeng' Adriana. (Instagram/@djukardiadriana.alpindonesia)
Djukardi 'Bongkeng' Adriana. (Instagram/@djukardiadriana.alpindonesia)

Gunung-gunung di Indonesia jadi favorit bagi Abah Bongkeng lantaran memiliki ciri khas yang tak dimiliki negara lain. Jika saat mendaki di luar negeri, khususnya pegunungan salju, baginya pendakian terasa monoton. Berbeda dengan di Indonesia.

"Monoton. Harus melewati medan salju, di mana-mana putih, salju. Namun itu mental sangat dikuras karena jenuh. Kalau mendaki di kita (Indonesia), jutaan rasa atau pandangan mata bisa dirasakan. Melihat tumbuhan, pohon, suara binatang itu sangat indah Indonesia itu," ucap Abah.

Sebelum ada pandemi Covid-19, ia mengaku selalu mendaki gunung setiap bulan. Kegiatan itu tak pernah membuatnya bosan barang satu kali pun. Abah Bongkeng mengaku justru merasa penat saat terlalu lama berdiam diri di kota.

"Yang pasti bosan kalau ada di sini, di kota, di kantor. Pokoknya kalau seminggu atau sepuluh hari ada di sini, ada aja yang terasa. Nanti pusing, itu bahaya saya. Makanya kalau di sini sudah pusing, lari ke gunung, sembuh," katanya sambil tertawa.

Rindu Gunung yang Bersih
Lima dekade terus aktif dalam kegiatan alam terbuka, Abah Bongkeng merasakan betul perkembangan yang terjadi. Mulai dari bantuan teknologi yang memudahkan proses pendakian, hingga makin ramainya pendaki yang datang ke gunung.

Satu sisi, ia senang lantaran cita-citanya dahulu agar pendakian gunung juga turut digemari orang lain telah tercapai. Sisi lain, kondisi itu justru mengundang dampak buruk bagi gunung itu sendiri. Abah Bongkeng menyayangkan kondisi gunung di Indonesia yang saat ini banyak sampah juga berita-berita kecelakaan yang dialami pendaki.

"Kalau dia punya wawasan tentang teknik hidup di alam terbuka atau tergabung di organisasi mungkin tidak akan seperti ini jadinya. Mungkin ini karena ada masalah teknologi yang masuk ke dunia ini. Khususnya media tayang seperti film tentang pendakian yang tidak edukasi. Dicontoh orang akhirnya diikuti," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Flora JKT48, Member yang Hobi Basket dan Memasak

Profil Flora JKT48, Member yang Hobi Basket dan Memasak

Entertainment | Rabu, 30 September 2020 | 20:36 WIB

Profil Titi Rajo Bintang dan Kariernya dari Putri Minangkabau ke Akting

Profil Titi Rajo Bintang dan Kariernya dari Putri Minangkabau ke Akting

Entertainment | Minggu, 27 September 2020 | 19:02 WIB

Profil Reza Bukan dari Awal Karier hingga Pernikahan dengan Pendeta

Profil Reza Bukan dari Awal Karier hingga Pernikahan dengan Pendeta

Entertainment | Minggu, 27 September 2020 | 16:00 WIB

Terkini

5 Cushion Tahan Lama dan Anti Oksidasi untuk Kulit Berminyak

5 Cushion Tahan Lama dan Anti Oksidasi untuk Kulit Berminyak

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 16:13 WIB

Mengenal Dekat Tamara Bleszynski: Siapa Suami dan Ada Berapa Anaknya Sekarang?

Mengenal Dekat Tamara Bleszynski: Siapa Suami dan Ada Berapa Anaknya Sekarang?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 16:12 WIB

Siapa Pemilik Selat Hormuz? Kawasan yang Bikin AS Harus Blokade Total dalam Perang Lawan Iran

Siapa Pemilik Selat Hormuz? Kawasan yang Bikin AS Harus Blokade Total dalam Perang Lawan Iran

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 15:43 WIB

Siapa yang Pertama Kali Menyebarkan Chat Dugaan Pelecehan oleh Mahasiswa FH UI?

Siapa yang Pertama Kali Menyebarkan Chat Dugaan Pelecehan oleh Mahasiswa FH UI?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 15:23 WIB

Isi Chat Grup 16 Mahasiswa FH UI yang Viral, Begini Kronologi dan Fakta Terbarunya

Isi Chat Grup 16 Mahasiswa FH UI yang Viral, Begini Kronologi dan Fakta Terbarunya

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 15:14 WIB

5 Sabun Cuci Muka yang Tidak Berbusa, Kulit Lembap Anti Ketarik

5 Sabun Cuci Muka yang Tidak Berbusa, Kulit Lembap Anti Ketarik

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 14:50 WIB

5 Rekomendasi Parfum Lokal Pria yang Aromanya Disukai Wanita dan Tahan Lama

5 Rekomendasi Parfum Lokal Pria yang Aromanya Disukai Wanita dan Tahan Lama

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Apakah Pinjol Memengaruhi Skor Kredit untuk KPR Subsidi? Ini Trik Supaya Pengajuan DIterima

Apakah Pinjol Memengaruhi Skor Kredit untuk KPR Subsidi? Ini Trik Supaya Pengajuan DIterima

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 14:38 WIB

Siapa Zaki Abbas? Bocil Gaul yang Viral, Gaya Main Bola Jadi Tren Idol KPop

Siapa Zaki Abbas? Bocil Gaul yang Viral, Gaya Main Bola Jadi Tren Idol KPop

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 14:22 WIB

4 Body Lotion Ukuran Jumbo yang Melembapkan Kulit dan Ramah di Kantong

4 Body Lotion Ukuran Jumbo yang Melembapkan Kulit dan Ramah di Kantong

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 14:19 WIB